Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Ungkapan pertama


__ADS_3

Setelah pembicaraan di mobil malam itu, Simon dan Elia menjadi sangat canggung sekali ketika bertemu. Elia melakukan itu semua untuk membentengi dirinya agar tidak jatuh cinta dengan Simon.


Elia adalah wanita yang pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan, jadi dia tak mau membuka hati atau memulai hubungan baru terlebih dahulu.


Jika Simon terus bersikap baik seperti ini, Elia takut tak bisa mempertahankan benteng yang baru saja dia bangun. Dia takut tersakiti lagi, luka di hatinya masih belum mengering.


***


Di sisi lain, terlihat seorang wanita tengah duduk santai dengan menikmati segelas anggur merah di tangannya. Tiba-tiba, sahabatnya datang dengan membawa berita buruk.


"Lo serius!" tanya Claire setelah mendengar ucapan Jack yang mengatakan bahwa mereka sedang di cari polisi.


"Serius beb, kalau boleh sepuluh rius pun juga bisa! Mereka sudah tahu kalau kita adalah seseorang yang ada di balik kebakaran rumah Elia, bahkan kejadian di gedung pengadilan juga!" jelas Jack.


Claire terbelalak, dia panik dan takut kalau harus mendekam di penjara sekali lagi. Sebelumnya saja, sudah membuat dia trauma dengan bau penjara yang sangat kejam itu.


Tanpa berpikir panjang, Claire segera mengemasi beberapa pakaian, serta paspornya. Dia akan kabur ke luar negeri untuk bersembunyi terlebih dahulu.


"Beb ... buruan!" desak Jack.


"Iya, sabar bawel!" pekik Claire.


Setelah semuanya siap, Claire keluar dari apartemennya menuju tempat parkir. Saat melihat mobil polisi masuk ke kawasan apartemen, Claire segera melajukan mobilnya keluar dari area itu.


Claire mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba pengaruh alkohol semakin terasa di kepalanya. Membuat kesadaran Claire mulai menurun, sampai akhirnya dia menabrak pembatas jalan tol.


Mobil Claire terlempar dan jungkir terbalik di jalanan. Kondisi mobilnya sudah sangat hancur, Jack tak sadarkan Diri, sedangkan Claire masih berusaha untuk sadar. Bahan bakar mobilnya terus menetes di aspal.


"Tolong ..." lirihnya dengan tubuh yang sudah tertimpa di dalam mobil.


Tanpa membutuhkan waktu lama, mobil itu meledak dan terbakar. Kejadian itu membuat geger pengemudi lainnya, tapi mereka tetap berjalan karena di jalan tol tidak di perbolehkan berhenti, kecuali di rest area.


Kejadian hari ini, membuat polisi dan ambulan bergerak cepat ke tempat lokasi. Sesampainya di tempat kejadian, mobil sudah hangus terbakar. Hanya ada sisa-sisa tulang belulang dan rangka mobil saja.


Setelah rangkaian identifikasi korban selesai, mereka menyatakan bahwa di dalam mobil ada dua korban dengan identifikasi yang pertama bernama Claire Florencia dan juga Jack Anderson.


Ketika mendengar kabar kecelakaan dengan identitas sama dengan orang yang sedang di carinya, membuat Handoko mengerutkan kening ya. Kemudian dia segera menelfon Simon.

__ADS_1


"Halo pak, ada apa?" tanya Simon di ujung telepon.


" Begini Mon, bapak mau bilang kalau tersangka dari kasus Elia, baru saja meninggal akibat kecelakaan, " ungkap Handoko.


"Bapak yakin?" tanya Simon untuk memastikan kembali.


"Bapak yakin, sebelum bapak sampai di apartemen wanita itu. Dia sudah pergi beberapa menit sebelumnya, sepertinya dia sudah tahu kalau sedang di incar. Jadi, dia berusaha kabur, tetapi takdir berkata lain. Di saat dia mencoba kabur dari perbuatannya, Allah justru membuatnya meninggal dengan cara yang tragis! Mobilnya hangus terbakar sampai hanya tulang belulang dan rangka mobil yang tersisa," Jelas Handoko.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, Kalau begitu terimakasih infonya, pak, " ucap Simon.


" Sama-sama, bagaimana keadaanmu dan Elia di sana? Apakah kalian baik-baik saja?"


" Kami baik-baik saja di sini, Pak, "jawab Simon singkat.


" Syukurlah kalau begitu, sekarang penjahat itu telah meninggal. Jadi apakah kamu akan kembali ke bandung? "tanya Handoko karena sebelumnya Simon mengatakan bahwa dia pergi hanya untuk bersembunyi.


" Simon tidak tau pak, nanti Simon akan kabari lagi ya. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya, " ungkap Simon.


Setelah itu, panggilan terputus. Mood Simon memang masih buruk sejak mendengar ucapan Elia yang ingin mereka untuk menjaga jarak, dia masih bingung harus melakukan apa kedepannya.


Entah apa yang terjadi di masa depan, aku akan tetap berjuang sampai titik terakhir. Mungkin saat ini mbak Elia masih membutuhkan waktu sendiri untuk menata kehidupan barunya lagi. Jadi, aku harus lebih bersabar dan berjuang lagi jika ingin mendapatkan hati mbak Elia! batin Simon seraya menatap pemandangan indah laut lepas.


***


Saat mendengar kabar bahwa Elia telah meninggal akibat kebakaran yang di lakukan oleh Claire, membuat Rigel sedih. Berita tentang dirinya yang mengalami lumpuh sementara saja sudah membuatnya drop, di tambah dengan berita Elia telah meninggal membuat Rigel semakin tak mempunyai semangat hidup.


Kondisinya saat ini, benar-benar memprihatinkan, bagaikan seseorang yang mati segan hidup pun tak mau. Tiba-tiba Rigel mempunya pemikiran untuk bunuh diri saja agar bisa bertemu dengan Elia dan juga anaknya. Namun, aksi itu di ketahui oleh suster dan Jonathan.


"Rigel! Apa yang kamu lakukan, Nak?" pekik Jonathan dengan menatap tajam ke arah Rigel.


"Rigel mau mati saja Pa, biar bisa ketemu dengan Elia." ucapnya yang mencoba untuk mengambil pisaunya kembali.


"Apa kamu sudah gila!" cerca Jo.


Rigel tersenyum sendu. "Iya, Rigel memang sudah gila karena separuh jiwa Rigel telah pergi. Jadi, tolong berikan pisau itu, Pa. Lagian sudah tidak ada alasan untuk Rigel tetap hidup di dunia ini, Rigel lumpuh, tidak berguna! Dan__" Rigel tak mampu lagi berbicara.


Jonathan geleng-geleng kepala saat melihat putranya yang sudah sangat putus asa sekali. Jonathan menatap lekat ke arah Rigel dengan menakup wajah Rigel dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Kamu gak boleh ngomong itu, Nak. Di sini masih ada papa dan mama yang sayang dan butuh kamu. Kamu masih bisa sembuh, asalkan kamu mau berusaha dan semangat. Jangan pernah putus asa, Papa mohon. " Jo memeluk Rigel dan berusaha untuk memberikan dorongan semangat kepadanya.


Rigel adalah anak satu-satunya, jadi Jo juga tak mau kehilangan Rigel.


***


Hari terus berlalu, selama beberapa hari ini Simon sudah memikirkan semuanya dengan matang. Dia akan memulai hidup baru dan akan terus berjuang sampai titik terakhir.


"Mbak, El," panggil Simon kepada Elia yang sedang menikmati pemandangan matahari terbenam di pantai.


"Iya, ada apa, Mon." Elia menoleh ke arah simon.


"Mari menata hidup baru di kota ini bersama, Mbak!" ucap Simon dengan wajah serius.


Elia mengerutkan keningnya, dia merasa bingung dengan ucapan Simon.


"Maksud kamu apa?" tanya Elia.


"Aku tahu mbak masih belum bisa move on, tapi jangan suruh aku pergi dari kehidupan mbak. Karena aku tidak bisa melakukan hal itu, Aku akan terus berada di samping mbak, menemani serta menjaga mbak."


Elia tertegun saat mendengar ucapan Simon.


Apakah Simon sedang menyatakan cinta ? Tapi aku__


" Mon, kamu adalah pria yang baik dan juga tampan. Di luar sana pasti banyak wanita cantik yang menyukaimu, sedangkan aku adalah wanita penuh luka. Aku masih belum bisa membuka hati, atau memulai hubungan baru dengan pria lagi. Jadi, jangan sia-siakan waktumu hanya untuk wanita sepertiku, " ungkap Elia.


Simon tersenyum mendengar ucapan Elia, sekarang dia tahu apa alasan Elia mengatakan hal itu kepadanya. Tiba-tiba Simon memegang tangan Elia.


" Aku masih muda, waktuku masih panjang. Jadi aku bisa menunggu sampai mbak bisa menerima kehadiranku dalam hati mbak, terserah mbak ingin menganggap aku sebagai apa. Yang jelas, aku mencintai Cordelia Almira dan akan menunggu sampai dia membalas cintaku," jelas Simon.


Pemandangan Senja dengan angin sepoi-sepoi menjadi saksi penyataan pertama Simon kepada Elia.


...****************...


Ciye... Berondong ku buat melting aja.


Jangan lupa ritualnya, ok!

__ADS_1


__ADS_2