
Willson Smith mengambil salah satu foto milik Leona, kemudian segera meninggalkan kamar itu dan kembali menuju kamarnya, dia berniat menghubungi Robin, untuk mengecek keberadaan orang tua Leona. Tak lupa, Willson juga mengirimkan gambar milik ibu dari Leona, agar Robin bisa segera mencari tahu tentang kejadian yang menimpa wanita itu.
Tuuut...
Suara panggilan terhubung, tak lama kemudian terdengar suara seorang pria yang langsung menjawab panggilan telepon yang di lakukan oleh Willson Smith.
📱"Ya bos.."
📱"Segera periksa seluruh berkas yang aku kirim dan cari tahu keberadaan wanita yang berada di dalam foto itu, kemudian segera laporkan padaku. Waktumu hanya satu hari, jangan sampai terlambat." ucap Willson.
Terdengar suara ******* nafas dari pria yang berada di seberang panggilan, namun tak lama kemudian dia pun segera menyetujui permintaan dari bosnya itu.
Dengan hati berdebar, Willson Smith duduk di depan laptopnya, siap untuk mengeksplorasi flash disk yang ia temukan di tas Leona. Pikirannya penuh dengan penasaran dan kegelisahan. Dia menyambungkan flash disk itu ke laptopnya dan dengan cepat membuka folder pertama.
Namun, apa yang dia temukan membuatnya terbelalak kaget. File-file dalam flash disk tersebut mengungkapkan bukti-bukti yang menghubungkan Leona dengan kelompok mafia yang terkenal, Black Scorpion. Willson tak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Dokumen-dokumen rahasia, rekaman suara, dan foto-foto yang mengungkapkan kejahatan yang telah dilakukan oleh kelompok mafia tersebut.
Wajah Willson memucat, dan matanya terus menelusuri setiap bukti yang ada. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin kejahatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap bukti yang dia temukan semakin menguatkan keberadaan Black Scorpion, kelompok mafia yang dianggap sebagai ancaman besar bagi keamanan kota X.
Dalam kebingungan, Willson menyadari bahwa dia telah tanpa sadar memegang kunci untuk mengungkap kejahatan kelompok tersebut. Beruntung bahwa bukti-bukti mereka telah jatuh ke tangan yang salah.
Willson merasa terombang-ambing antara rasa tanggung jawab untuk melindungi Leona dan kekhawatiran akan keselamatan gadis kecil itu. Dia tahu bahwa menghadapi kelompok mafia yang kuat seperti Black Scorpion akan membawa risiko besar. Namun, dia juga yakin bahwa kebenaran harus diungkap, demi keadilan dan keamanan masyarakat.
Dengan hati yang berat, Willson menyimpan kembali flash disk tersebut, memutuskan untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum mengungkapkan bukti-bukti tersebut kepada pihak berwenang.
__ADS_1
Dia menyadari bahwa langkah-langkah yang akan diambilnya tidak boleh dilakukan sendiri. Dia membutuhkan bantuan dan perlindungan dari pihak yang berwenang, agar bukti-bukti itu tidak hilang atau dihancurkan.
Dalam situasi yang menegangkan ini, Willson berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mundur. Dia akan melawan kejahatan, bahkan jika itu berarti harus menghadapi bahaya yang tak terbayangkan. Keputusannya untuk menghadapi Black Scorpion tidak hanya tentang kebenaran, tetapi juga tentang mengembalikan kedamaian dan keadilan yang telah dicuri dari Leona.
Namun Willson Smith dibuat kesulitan, saat menyadari ada file penting yang tidak bisa dia buka. Pemilik flashdisk itu seperti sengaja memasang kode, hingga akhirnya membuat Willson berupaya untuk memecahkan kode itu dengan segera, namun meskipun telah berkali-kali mencoba, nyatanya Wilson masih belum bisa mendapatkan kodenya, hingga membuat pria itu langsung mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Apa yang disembunyikan disini? Sepertinya ini jauh lebih berbahaya dibandingkan bukti-bukti sebelumnya, sehingga pemilik flash disk itu sengaja mempersulit siapapun yang mencoba untuk mencari tahu," gumam Willson Smith.
Tak lama kemudian, dia pun segera mengcopy seluruh isi dari flashdisk itu agar Leona tidak curiga, kemudian mengembalikan flashdisk yang asli ke dalam tas lusuh yang dimiliki oleh gadis kecil itu.
Kini Willson dibuat semakin penasaran, dari mana Leona memiliki bukti-bukti kejahatan itu? Ataukah ada seseorang yang memang dengan sengaja mengumpankan gadis kecil itu agar diburu oleh kelompok mafia?
Sementara hingga saat ini Leona masih terus berlatih dengan sangat keras, bersama ketiga orang pria yang menjadi guru bela dirinya, dia terlihat begitu bersemangat, apalagi sejak kemarin Leona terus memikirkan tentang pembantaian yang terjadi di dalam rumah besarnya yang membuat kedua orang tuanya akhirnya harus meregang nyawa.
Leona juga telah mengetahui, jika kedua orang tuanya telah menjadi sasaran dari kelompok mafia itu, karena tergabung dalam anggota intelijen rahasia, yang bertugas untuk memata-matai sekaligus menggagalkan semua kegiatan jahat seluruh anggota kelompok itu.
"Lebih baik kita istirahat dulu, Nona muda. Kau telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berlatih, jangan memporsir tenagamu terlalu berlebihan, kau juga harus memikirkan kesehatan tubuhmu sendiri." ucap tuan Eiji mengingatkan.
Leona yang saat itu tengah berlatih akhirnya menghentikan gerakannya dan langsung mendekati ketiga orang pria yang merupakan gurunya itu, tak lama salah seorang pelayan pun datang memberikan handuk kecil dan juga sebotol air minum, Leona menyambutnya dengan sangat santai sambil melemparkan senyuman tipis.
"Terima kasih," ucapnya membuat pelayan itu langsung tersenyum manis, ini adalah pertama kalinya selama dia bekerja di tempat itu mendapatkan ucapan terima kasih dari seorang majikan.
"Sama-sama nona muda," jawab pelayan itu, wajahnya terlihat begitu senang seolah baru saja mendapatkan sebuah jackpot.
__ADS_1
Bruuum...
Bruuum...
Terdengar suara mobil yang berhenti di depan mension, tak lama kemudian Robin turun membawa beberapa berkas dan langsung masuk menuju ruang kerja milik Willson Smith. Sepertinya pria itu telah mendapatkan apa yang diminta oleh bosnya, sehingga dia langsung bergegas menemui Willson yang pada hari itu tengah menikmati hari liburnya di rumah.
Tok...
Tok...
Tok...
Robin mengetuk pintu, tak lama pria itu pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerja milik Willson Smith.
"Apa kau sudah mendapatkan apa yang kuinginkan?" tanya Willson.
Robin menganggukan kepalanya, kemudian menyerahkan berkas yang sejak tadi berada di tangannya. Willson bergegas mengambil berkas itu dan menelitinya, kening pria itu berkali-kali berkerut menandakan bahwa saat ini dia tengah berpikir dengan sangat keras.
"Hmm... Jadi nama wanita itu Laura? Dia sama sekali tak pernah menghubungiku setelah kejadian hari itu." ucap Willson.
"Aku telah menyelidiki semuanya, ternyata Leona terlahir pada saat dia masih berusia 7 bulan di dalam kandungan." ucap Robin.
"Sepertinya gadis kecil itu memang benar-benar putri kandungku, suami dari Laura sengaja menyembunyikan kenyataan itu dari semua orang, sehingga mereka berpikir bahwa Leona benar-benar putrinya. Apa kau juga mencari informasi tentang keluarga dari pria itu?" tanya Willson.
__ADS_1
Robin mengangguk, "Hanya sedikit, sepertinya data tentang Adrian Romero di lindungi oleh seseorang, sehingga hacker yang paling handal sekalipun kesulitan untuk mendapatkannya."