BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Nyonya Sherly Pingsan


__ADS_3

Willson baru saja turun dari mobil mewah miliknya, kemudian membukakan pintu untuk Liora dan menggandeng wanitanya untuk masuk ke dalam mansion. Dia belum mengetahui, jika beberapa saat sebelumnya telah terjadi keributan besar, akibat Nyonya Sherly yang datang dengan Clara.


"Mama..!" Kendrick berlari ke arah Liora, kemudian memeluk kaki wanita itu. Sementara Nyonya Sherly langsung mengalihkan pandangannya kepada Willson, yang saat ini ketahuan membawa seorang wanita ke dalam rumah.


Dia tentu saja sangat kesal, karena ternyata wanita itu hanyalah seorang janda yang sudah memiliki anak berusia 6 tahun, mau ditaruh di mana wajah Nyonya Sherly jika semua orang tahu bahwa putranya menjalin hubungan dengan seorang janda?


"Siapa dia?" tanya Nyonya Sherly, wanita itu langsung bangkit dari sofa yang didudukinya dan menatap tajam ke arah Willson, yang baru saja sampai di ambang pintu kediaman.


"Calon istriku." jawab Wilson dengan sangat tenang, namun hal itu kembali memercik amarah yang ada di dada Nyonya Sherly. Dia baru saja mengusir seorang gadis gatal, yang bahkan setelah dijodohkan dengan Willson, gadis itu berani menjalin hubungan dengan pemuda lain, untung saja Leona memiliki bukti yang sangat akurat, sehingga dia tak meragukan gadis itu.


"Apa kau sudah gila, Willson? Aku baru saja mengusir gadis gatal yang selama ini bersikeras untuk menjadi istrimu dan sekarang kau membawa seorang janda ke dalam kediaman ini? Mau ditaruh di mana wajah mama, jika sampai semua rekan bisnis papamu dan juga teman-teman arisan mama mengetahui, bahwa kau menikahi seorang wanita yang telah memiliki anak?" ucap Nyonya Sherly, kata-katanya tentu saja menyakitkan bagi Marlina dan juga Liora.


"Jangan pernah menghina Liora, dia tidak seperti yang kau duga! Lagi pula wanita yang kau sebut sebagai janda adalah wanitaku, dan anak yang kau maksudkan itu adalah anak kandungku sendiri," jawab Willson dengan sangat tenang, dia pun segera merengkuh pinggang Liora, kemudian menggerakkan sebelah tangannya untuk mengangkat tubuh kecil Kendrick.


Sementara Leona hanya tersenyum tipis, dia yakin jika dady-nya pasti akan sanggup menghadapi wanita tua itu, sehingga dia tak harus turun tangan sendiri, untuk mengamankan posisi Liora sebagai calon istri dari Wilson.


"Apa maksudmu?" tanya Nyonya Sherly.


"Apa kau sejak tadi tidak memperhatikan wajah anak ini? Lihatlah! Bukankah dia sangat mirip denganku saat masih kecil?" ucap Wilson sambil menunjuk ke arah Kendrick dengan kepalanya. Nyonya Sherly mendongak, sambil menatap ke arah bocah kecil yang berada dalam gendongan Willson.


Deg...

__ADS_1


Deg...


Deg...


Jantungnya serasa berdetak dengan sangat kencang, tak lama kemudian tubuh wanita tua itu terlihat oleng, kemudian roboh di tempat.


Bruk...


Dia terlihat sangat syok, setelah mengetahui kenyataan, bahwa ternyata putra kesayangannya telah menghamili seorang gadis, sehingga memiliki anak di luar nikah, apalagi saat ini sudah berusia 6 tahun.


"Para pelayan terlihat kaget, kemudian mereka pun mencoba untuk mengangkat tubuh Nyonya Sherly dan menidurkannya di atas sofa, sementara pelayan lain berusaha untuk memanggil dokter, agar memeriksa wanita tua itu.


Sementara Willson masih terlihat tenang, membuat kerutan di wajah Liora langsung terlihat, "Apa kau tidak khawatir, setelah membuat ibumu hampir saja terkena serangan jantung?"


Dia tak menyangka jika Willson akan begitu melindunginya dan juga Kendrick, bahkan di depan ibu kandungnya sendiri. "Lebih baik kalian berdua segera kembali ke kamar, beristirahatlah! Masalah ini biar aku sendiri yang mengurusnya." ucap Willson.


Liora hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian mengajak Marlina untuk kembali ke kamar mereka dan beristirahat, sementara Leona hanya tersenyum melihat cara yang digunakan oleh dady-nya itu.


"Apa yang kau pikirkan, little girl?" tanya Willson sambil mendudukkan dirinya di samping Leona.


"Daddy benar-benar sangat keren." ucap gadis kecil itu sambil mengangkat kedua jempolnya di hadapan Willson, hingga membuat pria itu langsung terkekeh, tangan kanannya terulur dan mengacak rambut milik Leona.

__ADS_1


"Apa kau melakukan sesuatu?" tanya Willson, Leona menganggukan kepalanya, kemudian menunjukkan semua foto-foto milik Clara kepada Willson.


"Oho.. Rupanya kau sudah bergerak dengan sangat cepat, aku bahkan belum memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu. Good job little girl!" puji Willson, sementara Leona hanya bisa mencebikkan bibirnya, apalagi saat ini rambutnya telah acak-acakan akibat tangan jahil dady-nya itu.


Dokter keluarga yang dipanggil oleh para pelayan pun akhirnya sampai, kemudian bergegas memeriksa Nyonya Sherly. Tak lama kemudian dia pun segera menggelengkan kepalanya ke arah Willson dan menggerakkan tangannya untuk membetulkan posisi kacamata yang dipakainya.


"Kau harus menjaga kesehatan ibumu dengan sangat baik, Willson. Dia baru saja terkena serangan jantung. Apa kau sengaja berdebat atau mencari masalah dengan wanita itu?" tanya Dokter Hendra yang ternyata merupakan teman baik dari Willson.


"Kau terlalu membesar-besarkan masalah, lagi pula wanita itu masih hidup. Biarkan saja dia," jawab Willson acuh tak acuh, bahkan setelah mendapatkan pelototan dari dokter Hendra.


"Kau sudah selesai memeriksanya, bukan? Lebih baik kau segera pergi dari mansion ku," ucap Willson mengusir dokter Hendra, namun pria itu sepertinya tidak berniat untuk pergi secepat yang Willson inginkan, dia bahkan mendudukkan dirinya di sofa dan meminta kepada salah seorang pelayan agar dibuatkan jus jeruk untuknya.


"Kau telah membuat aku kehilangan waktu beristirahat dan sekarang kau juga mengusirku? Benar-benar tidak memiliki hati," ucap dokter Hendra, namun Willson tidak pernah memperdulikan ucapan pria itu.


Dia tetap santai di tempatnya, sambil meneguk kopi hitam yang baru saja disodorkan oleh salah seorang pelayan.


"Cih! Kau benar-benar menyusahkan saja," ucap Willson dengan tatapan mengejek, sedangkan dokter Hendra tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan yang ditunjukkan oleh pria itu. Tak lama kemudian sudut matanya melirik ke arah Leona, "Siapa dia?"


"Untuk apa kau tahu? Tugasmu hanya memeriksa wanita tua itu!" jawab Willson.


"Kenapa kau terus saja berperang dengan ibu kandungmu sendiri, Willson? Seburuk apapun dia, dia adalah ibu yang melahirkanmu." ucap dokter Hendra mengingatkan, namun Willson hanya berdengus, dia paling benci pada orang yang ikut campur dalam segala urusannya.

__ADS_1


Sejak kecil Nyonya Sherly memang selalu mencampuri semua urusan putranya, bahkan membuat Willson kehilangan kebahagiaan, setelah dewasa lagi-lagi Nyonya Sherly ikut campur dan selalu menekan Willson, agar mau dijodohkan dengan Clara.


Bahkan wanita tua itu sama sekali tidak pernah mau mendengar alasan Willson menolak perjodohan, di matanya Clara adalah wanita yang sangat baik, sehingga dia lupa bahwa anak kandungnya adalah Wilson.


__ADS_2