BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Keributan


__ADS_3

Liora mengembangkan senyumnya, sejak tadi suasana hatinya begitu bahagia, tak hanya karena mendapatkan sebuah cincin berlian yang begitu berharga, namun ketulusan yang ditunjukkan oleh Willson Smith berhasil meraih hati terdalam wanita itu, sehingga binar-binar cinta mulai mekar bersemi dalam hatinya.


Willson menatap wajah wanitanya, senyuman tulus tak luntur dari bibirnya, saat ini mereka tengah menikmati makan malam romantis, diiringi lagu cinta dari seorang penyanyi jalanan yang bersuara emas, Willson tanpa sengaja menemukan calon bintang itu, pada saat dirinya tengah mencari toko bunga.


Tanpa ragu, Willson mengajak pemuda yang memiliki suara bagus itu untuk menjadi pendukung lamaran romantisnya kepada Liora, dia yakin wanitanya akan semakin senang hati, setelah mendengar lantunan lagu-lagu yang begitu menyentuh.


Pemuda itu benar-benar berhasil membuat suasana terlihat sangat membahagiakan, untuk kedua sejoli yang baru saja saling mengungkapkan kerinduan mereka, meskipun hanya dengan tatapan mata.


Keduanya nampak asik menikmati malam yang begitu indah, seakan mereka melupakan segalanya, terhanyut dalam cinta yang mulai menggelora, Willson tanpa ragu mengelus rambut wanitanya, sedangkan Liora kini bersandar di dada Willson dengan mata terpejam, sambil mendengarkan lagu-lagu romantis yang dibawakan oleh pemuda di depannya.


Keduanya masih belum menyadari, bahwa saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, bahkan di mension besar milik Willson terjadi keributan, akibat Kendrick yang tiba-tiba saja menyadari, bahwa mamanya menghilang. Sementara para bodyguard yang belum mengetahui tentang kejutan yang Willson dibuat panik, mereka mencari ke sekeliling mension besar itu agar bisa menemukan Liora.


Keadaan semakin bertambah kacau dengan kemunculan dua orang wanita berbeda usia, Nyonya Sherly dan Clara kembali muncul di kediaman milik Wilson dan berniat untuk menemui sang pemilik rumah.


Namun kedua wanita itu dibuat heran dengan kekacauan yang terjadi di kediaman besar, apa lagi saat netra mereka melihat keberadaan Marlina dan Kendrick yang tengah menangis. Padahal selama ini keduanya hanya mengetahui, bahwa hanya Leona saja yang tinggal di kediaman itu bersama Willson, mengingat dia telah menjadi putri angkat dari keluarga Smith.


"Hei! Apa yang kalian lakukan? Kenapa seperti kehilangan harta berharga?" tanya Nyonya Sherly kepada salah seorang Bodyguard, saat terlihat bergerak cepat untuk mencari sesuatu.


Namun Bodyguard itu sama sekali tak menjawab pertanyaan dari ibu kandung Willson itu, dia masih terus fokus untuk mencari Liora, karena mengetahui bahwa wanita itu akan segera menjadi Nyonya mereka.


Nyonya Sherly berdengus, sepertinya dia harus mengadukan tindakan yang dilakukan oleh Bodyguard itu kepada Willson, agar diberikan pelajaran, karena telah berani mengabaikan pertanyaannya.


Dia pun melanjutkan langkahnya dengan dagu terangkat, aura kesombongan langsung terlihat di wajah kedua orang wanita berbeda usia itu. Sementara Leona yang sudah menyadari kedatangan 2 ulat bulu yang selalu saja mengganggu kebahagiaan dady-nya tengah bersiap untuk memuntahkan ceramah, agar kedua wanita itu segera pergi sebelum Willson kembali.

__ADS_1


"Leooon!" Nyonya Sherly memanggil kepala pelayan mansion besar itu dengan suara yang sangat kencang, membuat Marlina dan Kendrick langsung melirik ke arahnya. Sementara Leona masih duduk dengan sangat santai di atas sofa, apapun yang akan dilakukan oleh kedua wanita itu, dia telah siap untuk mematahkan serangannya.


"Dimana Willson? Kenapa mansion ini terlihat berantakan dan siapa mereka? Kenapa berada di tempat ini?" tanya Nyonya Sherly, setelah Leon mendekat ke arahnya. Leon mengikuti arah pandangan wanita tua itu, hingga akhirnya dia pun menyadari jika orang yang dipertanyakan oleh Nyonya Sherly adalah Marlina dan Kendrick.


"Dia nenekku dan ini saudara laki-lakiku," bukan Leon yang menjawab, melainkan Leona.


Gadis kecil itu mengangkat kaki kanannya, kemudian menyilangkannya di atas kaki kiri. Nyonya Sherly langsung melotot, cucu angkatnya itu benar-benar tidak memiliki etika, bahkan berani menjawab pertanyaannya. Apalagi sejak tadi dia tidak mengajak Leona berbicara sama sekali.


"Siapa yang menyuruhmu menjawab pertanyaanku? Aku bertanya pada Leon, bukan padamu!" ucap Nyonya Sherly dengan sangat sarkas, sedangkan Leona saat ini terkikik geli melihat kelakuan wanita tua itu.


"Kalian berdua berada di mansion milik dady-ku, jadi sudah sewajarnya jika kalian menjaga etika dan juga suara kalian, agar tidak mengganggu gendang telinga semua orang yang berada di tempat ini," jawab Leona tak kalah sarkas dengan wanita tua itu.


Mata Nyonya Sherly langsung melotot, gadis kecil itu berani menantang ucapannya, sedangkan selama ini semua orang begitu menghormati dirinya. Namun lihatlah! Gadis yatim piatu itu bahkan tanpa ragu-ragu mengucapkan kata yang sedemikian menyinggung perasaannya.


Leona masih tenang di tempatnya, dia tidak memperlihatkan ketakutan sedikitpun, meski saat ini orang yang menjadi lawannya adalah ibu kandung dari seorang Willson Smith. Lagi pula dia sudah mulai terbiasa dengan keributan demi keributan yang selalu saja dibawa oleh wanita tua itu, setiap kali menginjakkan kaki di mension besar milik Willson.


Jauh berbeda dengan Kendrick dan Marlina, wajah keduanya terlihat sangat pucat. Apalagi setelah mereka mengetahui, bahwa wanita yang berdiri mengenakan pakaian begitu glamour itu, merupakan ibu dari seorang Willson Smith.


"Sepertinya kau benar-benar sudah sangat tua, sehingga matamu menjadi rabun, bahkan sejak tadi kaulah yang memulai keributan, dengan berteriak kencang, dan membuat gendang telinga semua orang yang tinggal di rumah ini seakan pecah," jawab Leona dengan sangat santai.


Sementara Clara berjalan ke arah gadis kecil itu dan berniat untuk memberikan sebuah tamparan, namun belum sampai tangannya menyentuh pipi chubby milik Leona, tangan gadis kecil itu telah bergerak dengan cepat, menangkap pergelangan tangan wanita itu, kemudian memelintirnya ke belakang.


"Jangan macam-macam denganku! Jika kau belum tahu, dady telah mempersiapkan beberapa orang sensei untuk mengajarkanku bela diri, sehingga untuk menghadapi seorang wanita genit dan gatal sepertimu, itu tidak akan pernah sulit," ucap Leona seraya melepaskan cekalan tangannya dengan sangat kasar.

__ADS_1


Wajah Clara langsung memerah, mendengar ucapan gadis kecil itu, sedangkan dahi Nyonya Sherly mengernyit menanggapi ucapan yang keluar dari mulut Leona. Setahu dia, Clara adalah seorang gadis baik-baik, berasal dari keluarga yang terpandang, dan memiliki pendidikan yang layak namun Leona mengatakan hal yang sebaliknya.


Leona segera memberikan kode kepada Leon, tak lama kemudian kepala pelayan mansion itu segera pergi menuju kamar milik Leona, dengan membawa sebuah kotak kayu kecil berwarna hitam. Hanya berselang 5 menit saja, Leon telah kembali dan menyerahkan kotak itu kepada Leona.


"Ini yang anda minta, Nona muda." ucap Leon sambil menganggukan kepalanya, Leona segera mengambil kotak itu kemudian menunjukkan isinya. Foto-foto Clara bersama Yudha dalam posisi yang sangat intim terlihat, tak hanya satu, melainkan puluhan.


Selama ini Leona memang sengaja membayar seseorang untuk menguntit wanita itu, agar mendapatkan bukti tentang kebusukannya, dia ingin memperlihatkan itu kepada Nyonya Sherly, agar wanita tua di hadapannya saat ini, tidak mempersulit Willson saat akan menikahi Liora.


Wajah Clara terlihat sangat pucat, mengetahui jika hubungannya dengan Yudha telah diketahui oleh Leona, apalagi saat ini nyonya Sherly terlihat begitu menakutkan, amarah wanita itu benar-benar meledak setelah mengetahui jika gadis pilihannya bukanlah orang yang sesuai untuk menjadi seorang Nyonya Smith, mendampingi Willson.


"I-ini tidak seperti yang tante duga, Clara bisa menjelaskannya." ucap Clara sambil menggenggam tangan Nyonya Sherly, namun wanita tua itu langsung melepaskannya dengan kasar.


"Bagaimana kau bisa menjelaskan ini semua? Aku bahkan tak pernah menyangka, jika kau adalah perempuan yang tidak tahu diri! Bahkan setelah aku menjadikanmu calon istri untuk Willson, kau berani bermain-main di belakang anakku." ucap nyonya Sherly, amarahnya sudah tak terbendung lagi, dia pun segera melayangkan tangannya ke arah Clara dan memberikan sebuah tamparan dengan sangat keras, hingga meninggalkan jejak 5 jari di pipi mulusnya.


Plak...


Clara meringis merasakan sakit dan panas di pipinya, tak lama kemudian, dia pun segera bersimpuh di kaki Nyonya Sherly dan berharap wanita itu akan luluh dengan air matanya.


"Tante harus percaya padaku, aku tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, gadis sialan itu pasti sengaja menjebakku, agar tante salah paham." Clara kembali berkelit, dia tak ingin kehilangan kepercayaan dari Nyonya Sherly. Walau bagaimanapun, menjadi istri seorang Willson Smith adalah impian setiap gadis, apalagi keluarga itu merupakan yang terkaya di kota C.


"Ciih! Aku tak sudi lagi melihatmu!" ucap nyonya Sherly, tak lama dia pun segera menjatuhkan dirinya di kursi, kemudian memanggil para Bodyguard untuk menyeret Clara keluar dari mansion milik Willson Smith.


"Seret wanita itu keluar dan jangan biarkan dia datang lagi ke tempat ini!" ucap Nyonya Sherly dengan sangat lantang dan langsung dilaksanakan oleh para Bodyguard.

__ADS_1


Sementara Clara mematung di tempat, dia tak percaya jika Nyonya Sherly akan melakukan hal itu. Selama ini dia terlalu percaya diri dan merasa jika wanita tua di hadapannya itu, akan selalu mengikuti ucapannya. Namun kali ini sepertinya hal itu menjadi bumerang untuk Clara, karena nyatanya Nyonya Sherly adalah seorang wanita yang paling anti dengan pengkhianatan.


__ADS_2