BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Cerita Kelam Andreas


__ADS_3

Ketiga orang guru beladiri itu terlihat sangat terpukau, Leona tak hanya menunjukkan kemampuan namun ketangkasan yang luar biasa, mereka tak perlu takut untuk memberikan pelatihan keras pada gadis kecil itu, karena nyatanya fondasi tubuhnya telah sangat kuat dan siap menerima tempaan yang lebih berat lagi di kemudian hari.


"Kau benar-benar diluar dugaan, nona Leona." ucap tuan Eiji.


"Aku memiliki alasan tersendiri untuk membuat diriku jauh lebih kuat dari sebelumnya, hanya saja hingga saat ini masih belum menemukan guru yang cocok, sehingga tidak bisa berlatih dengan benar." ucap gadis kecil itu sambil menatap ke depan dengan pandangan kosongnya.


"Serahkan pada kami bertiga, mulai hari ini kau adalah murid kami." tuan Akira mendekat dan memeluk gadis kecil itu, dia menyadari jika Leona memiliki sebuah keinginan besar sehingga terus berusaha untuk menjadikan dirinya yang terkuat.


"Dari mana kau belajar bela diri?" tanya tuan Eiji kembali, sepertinya dia masih penasaran.


"Ayah selalu melatih ku setiap hari, namun satu tahun yang lalu, karena sebuah pembantaian akhirnya kedua orang tuaku meninggal dan aku menjadi seorang anak yatim piatu." ucap Leona.


Entah kenapa gadis kecil itu tiba-tiba saja sangat cerewet saat ini, padahal biasanya dia jarang berbicara dengan siapapun. Bahkan selalu menunjukkan aura dingin yang tak tersentuh. Namun keberadaan tiga orang guru yang mulai saat ini akan membimbingnya, membuat Leona merasakan kehangatan keluarga, sehingga gadis kecil itu tak segan-segan untuk berbagi kesedihan dengan ketiganya.


"Aku mengerti, mulai hari ini kau tidak perlu merasa sendirian lagi. Ada kami yang akan membimbingmu dan menjadikanmu yang terhebat."


Ketiga orang pria itu mendekat ke arah Leona, kemudian memeluk gadis kecil itu, untuk menyalurkan kekuatan padanya. Selama ini dia telah hidup dalam kesedihan dan kesendirian, namun sekarang nasib baik telah berpindah padanya, sehingga dia tidak membutuhkan apapun lagi dalam hidup. Willson Smith dengan senang hati akan selalu memberikan yang terbaik untuk putri kecilnya, meskipun diantara keduanya tidak ada hubungan darah sama sekali.


Leona terlihat sangat bersemangat menjalani pelatihan pertamanya. Ketiga orang pria itu benar-benar mendidik Leona dengan sangat keras, disiplin yang ditanamkan pada gadis kecil itu sungguh di luar nalar manusia normal, ketiganya bahkan tak segan-segan mengajarkan berbagai macam jurus-jurus rahasia dan mematikan untuk membuat gadis kecil itu menjadi seorang petarung yang hebat.


"Perhatikan kembali kuda-kudamu, nona!" ucap Akira sambil menendang kaki bocah kecil itu menggunakan bagian dalam kakinya.

__ADS_1


"Apa kau masih sanggup, nona?" teriak Eiji sambil menatap tajam ke arah Leona yang terlihat mulai kelelahan.


"Ingatlah untuk tidak menggunakan seluruh kekuatanmu dalam mengeksekusi jurus, fokus nona Leona! Kau harus bisa menggabungkan kelenturan dan kekuatan dalam setiap gerakanmu!" kali ini Chisen ikut ambil bagian, mengomentari gerakan yang dibuat oleh Leona.


Willson hanya tersenyum tipis melihat ketiga orang pria itu melatih Leona dengan keras, dia tidak memiliki niat sedikitpun untuk menghentikan pelatihan yang diberikan oleh mereka, namun dengan sengaja ingin menambahkan kembali perjuangan dari putri angkatnya itu.


Leona hanya bisa melotot, dia benar-benar kesal dengan ketiga orang guru barunya yang sangat cerewet, apalagi pelatihan yang mereka lakukan berada di luar ruangan, sehingga teriknya matahari benar-benar terasa membakar seluruh tubuh Leona membuat gadis itu berkali-kali harus mengelap keringat yang mengucur deras dari dahinya.


.


.


.


"Maafkan aku, Adrian. Aku tidak tahu harus melakukan apalagi untuk bisa menemukan putrimu. Jika saja malam itu aku tidak dipanggil kembali ke kantor, mungkin hingga saat ini Leona masih bersamaku." ucap Daniel sambil menghela nafas.


Dia benar-benar merasa sangat bersalah karena tak bisa melindungi gadis kecil itu, apalagi hingga saat ini Daniel masih belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Leona. Gadis kecil itu seolah menghilang ditelan bumi bahkan jejaknya tidak berhasil ditemukan di manapun.


Jauh berbeda dengan Andreas, adik tiri dari Adrian Romero itu saat ini terlihat sangat bahagia karena berhasil menyingkirkan kakak tirinya, dia bahkan menguasai seluruh harta yang ditinggalkan oleh pria itu.


Kepergian Leona sama sekali tidak membuat Andreas menjadi prihatin, dia bahkan sangat bersyukur dan berharap agar Leona tidak kembali ke kota X. Biarkan saja gadis kecil itu menjadi gelandangan di luaran sana, sehingga tidak mengganggu kebahagiaan keluarganya saat ini.

__ADS_1


Andreas sejak kecil selalu iri dengan pencapaian yang didapatkan oleh Adrian, meskipun dirinya telah menjadi seorang pengusaha sukses, tapi semua orang selalu saja mengagung-agungkan Adrian. Padahal pria itu hanya berstatus sebagai seorang Perwira, namun entah kenapa bahkan kedua orang tuanya sekalipun sangat mencintai Adrian. Dia seolah terlupakan, sehingga akhirnya memendam dendam terhadap kakak tirinya sendiri.


"Papa..!" seorang gadis kecil tiba-tiba saja berlari ke arah Andreas, dia adalah Naima, putri kecilnya bersama sang istri yang bernama Susan.


Meskipun Andreas selalu bersikap dingin terhadap istrinya, nyatanya dia memiliki seorang putri yang berusia sekitar 6 tahun. Kebenciannya terhadap Adrian semakin meledak ketika kakak tirinya itu berhasil melamar Laura dan menjadikannya sebagai istri dari Adrian Romero.


Padahal sejak dulu Adrian mengetahui jika Andreas sangat mencintai Laura, namun pria itu seolah tidak ingin keduluan oleh adik tirinya, sehingga dengan cepat dia pun melamar Laura dan menjadikannya sebagai seorang istri.


Tanpa sengaja Andreas mengetahui sebuah rahasia besar, di mana Adrian merupakan mata-mata yang dikirimkan untuk memantau kegiatan dan juga bisnis ilegal yang dibuat oleh sebuah kelompok mafia yang bernama Black Scorpion. Sehingga membuat pria itu akhirnya memiliki kesempatan untuk menyingkirkan kakak tirinya itu tanpa harus mengotori tangannya sendiri.


Kesempatan itu tentu saja tidak disia-siakan oleh Andreas, dengan sangat cepat pria itu pun segera mendatangi markas mafia Black Scorpion dan memberitahukan rahasia besar yang selama ini dicari oleh kelompok mafia itu.


Karena informasi dari Andreas itulah hingga akhirnya kelompok mafia Black Scorpion melakukan pembantaian terhadap Adrian Romero beserta istrinya, namun yang tidak Andreas ketahui bahwa seluruh tindak tanduknya selama ini telah diketahui oleh sang kakak, hal itu tentu saja telah direkam oleh Adrian Romero dalam sebuah flash disk yang saat ini berada di tangan Leona.


Susan berjalan mendekat ke arah Andreas, tangannya terlihat menenteng banyak sekali belanjaan. Wanita itu memang sangat gemar dalam menghambur-hamburkan uang, bahkan benda-benda yang tidak penting pun tetap dibelinya.


Dia seolah tidak memperdulikan kebahagiaan Putri kecilnya dan lebih banyak menghabiskan waktu di luaran hanya untuk hangout bersama teman-teman arisannya. Bahkan tak jarang Susan pun bepergian bersama teman-temannya meninggalkan putri kecilnya sendirian di dalam rumah dan hanya ditemani oleh para pelayan.


"Masih ingat rumah rupanya!" cibir Andreas sambil menatap tajam ke arah sang istri.


Susan hanya memalingkan wajahnya, tanpa menjawab cibiran dari sang suami, hatinya terlalu sakit setelah mengetahui tindakan Andreas yang memiliki banyak wanita di luaran. Apalagi Susan juga mengetahui jika hingga saat ini Andreas masih belum menerima kehadirannya sebagai seorang istri, dia terus saja berharap pada Laura meskipun wanita yang diinginkannya itu telah tiada.

__ADS_1


Entah sihir apa yang telah diberikan oleh Laura, sehingga membuat Andreas tidak bisa membuka hatinya hingga 7 tahun, meskipun Susan telah melakukan berbagai macam cara untuk bisa membuat suaminya itu jatuh cinta padanya, yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah membahagiakan dirinya dengan uang, uang dan uang.


__ADS_2