
Brak...
David memukul meja dengan sangat keras, saat ini dia dibuat belingsatan dengan menghilangnya Leonard bersama anak buahnya, setelah mereka menginjakkan kaki di kota C. Mungkinkah jika saat ini anggota mafia Red Poison telah menghianati mereka? Sehingga membuat orang kepercayaan David akhirnya mendapatkan masalah di sana?
"Kirim orang menuju ke kota C dan segera temui tua bangka itu! Jika dia berani macam-macam dengan orang kepercayaanku, hancurkan saja kelompok mafia kecil yang bernama Red Poison itu, agar tak lagi ada di muka bumi ini!" ucap David memberikan perintah kepada anak buahnya.
Mendengar perintah yang keluar dari mulut David, tentu saja membuat anggota kelompok mafia Black Scorpion akhirnya segera bergerak, mereka tak ingin mendengar teriakan dan juga mendapatkan hukuman dari pria yang terkenal kejam itu.
Bahkan terhadap orang kepercayaannya sekalipun, David acap kali memberikan hukuman yang tidak sedikit. Leonard berkali-kali harus masuk rumah sakit, akibat pukulan dan hantaman yang dilayangkan oleh pria itu, setiap kali dia merasa apa yang dilakukan oleh orang kepercayaannya itu tidak sesuai dengan keinginannya. Apalagi untuk mereka yang hanya anak buah, bisa saja nyawa melayang di tangan pria kejam itu.
"Ayo pergi!" ucap salah seorang anggota mafia Black Scorpion kepada 300 orang rekannya, saat ini mereka akan melakukan perjalanan menuju kota C, tempat di mana awal menghilangnya Leonard.
Sepertinya mereka telah lupa, bahwa selain Leonard dan anak buahnya, ada dua orang pria lain yang telah dikirim sebelumnya, untuk memata-matai seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para pengusaha di sana.
David sangat yakin, jika salah seorang pengusaha besar itu memiliki jaringan yang kuat, apalagi seorang Willson Smith yang tak hanya memiliki kekayaan melimpah, cabang usaha dimana-mana, namun hidupnya terkesan misterius dan jauh dari gosip ataupun incaran para wartawan.
Hal itu tentu saja menyulut kecurigaan David, karena biasanya para pengusaha terkenal, bahkan akan sengaja mengundang para wartawan untuk memamerkan harta dan juga hasil pencapaiannya. Namun Willson Smith bahkan tak pernah tersentuh oleh paparazzi, dia hidup dengan penuh rasa nyaman dan damai.
"Apakah ada kabar dari Anton dan Dani?" tanya David kepada salah seorang anak buahnya, saat tanpa sengaja dia mengingat dua orang pria yang telah dikirim menuju kota C, untuk mengawasi gerak-gerik orang-orang yang tinggal di mansion besar milik Willson Smith.
"Hingga hari ini mereka masih belum memberikan kabar, bos. Perlukah saya meneleponnya?" tanya pria itu sambil membungkuk.
"Tidak perlu! Biar aku saja yang mengurusnya nanti, kalian bisa keluar dari tempat ini." ucap David akhirnya.
Saat ini hati dan pikirannya tengah rumit, tak hanya memikirkan usaha yang terus menurun, namun dia juga dihadapkan dengan banyaknya kelompok mafia, yang saat ini berusaha untuk berurusan dengannya.
Sepertinya kepopulerannya sebagai seorang ketua mafia Black Scorpion, menyulut keingintahuan orang-orang di sekitar, tentang sebesar apa kemampuan yang dimiliki oleh pria itu dalam mengkoordinasi anak buahnya, apalagi pada saat ini banyak orang yang mempergunakan jasa anggota mafia itu, untuk menyelesaikan segala macam permasalahan hidup.
.
__ADS_1
.
.
Tap...
Tap...
Tap...
Kendrick berlari dengan sangat cepat menuju ruang tengah, tangan kecil itu segera menyambar gagang telepon. Dia akan berusaha untuk menghubungi Willson yang saat ini tengah pergi bersama Liora. Walaupun dia tahu bahwa banyak sekali para bodyguard yang berjaga di sekeliling mansion, namun dia tidak ingin mengambil resiko apalagi saat ini mungkin saja nyawa Leona berada dalam bahaya.
Nyonya Sherly dan Marlina yang melihat tingkah bocah menggemaskan itu sejenak mengerutkan dahi, tidak seperti biasanya Kendrick bersikap seperti yang ditunjukkan saat ini, apalagi wajah bocah kecil itu terlihat pucat, entah apa yang telah dilihatnya sehingga raut ketakutan tercetak dengan jelas di wajah bocah itu.
"Apa yang kau lakukan, Ken?" tanya Marlina, wanita paruh baya itu segera bangkit dari sofa yang didudukinya, kemudian berjalan dengan perlahan ke arah Kendrick, disusul oleh nyonya Sherly di belakangnya.
"Apa yang terjadi, Ken? Dimana Leona?" tanya Marlina, sedangkan Nyonya Sherly berjalan dengan sangat tenang, mengambil segelas air putih kemudian menyodorkannya kepada Kendrick.
"Minum dulu agar kau tenang, setelah itu bicaralah pada kami." ucap Nyonya Sherly, kemudian memapah bocah kecil itu menuju sofa, tempat di mana kedua wanita paruh baya itu duduk tadi.
Kendrick menerima segelas air putih itu dengan tangan yang bergetar, saat ini dia terlihat begitu ketakutan, apalagi setelah mengingat kembali, jika dirinya telah meninggalkan Leona di halaman belakang mansion besar itu, sementara saat ini ada seorang penyusup memasuki tempat itu.
"Oma, nenek, ada dua orang pria tidak dikenal mendatangi tempat ini dan berusaha untuk menyerang Leona. Aku harus segera memanggil dady untuk kembali dan memberi pelajaran kepada pria kurang ajar itu." ucap Kendrick, mata bocah kecil itu terlihat memerah, menandakan saat ini amarah mulai menguasai hati dan pikirannya.
"Apa?" Nyonya Sherly dan Marlina terpenjat, keduanya spontan berteriak, mereka terlihat kaget, mendengar penjelasan dari Kendrick.
Dengan langkah cepat, kedua orang wanita paruh baya itu bergegas mendekati telepon, kemudian mencoba untuk menghubungi Willson agar segala kembali ke mansion.
Tuuut...
__ADS_1
Tuuut...
Panggilan tersambung, namun Willson Smith masih belum memperlihatkan tanda-tanda mengangkat panggilan itu, hingga berkali-kali Nyonya Sherly harus menggeram kesal, karena kelakuan putranya yang lupa waktu, bahkan panggilan penting pun diabaikannya.
Namun tak lama kemudian, telepon rumah itu pun berdering, Willson sengaja menghubungi kembali, setelah menyadari bahwa ada panggilan berkali-kali dari nomor telepon mansionnya.
☎️ Kriiiing... Kriing...
Nyonya Sherly segera menyambar gagang telepon itu, kemudian mengangkatnya dengan cepat dan menunggu suara dari orang di seberang panggilan.
📱"Hallo.." terdengar suara Wilson dari seberang panggilan, membuat Nyonya Sherly langsung saja memberondong putranya itu dengan berbagai umpatan kekesalan, karena sejak tadi Willson terus saja mengabaikan panggilan darinya.
☎️"Dimana kau? Cepat kembali ke mansion, ada dua orang penyusup yang saat ini berusaha untuk melukai Leona" ucap Sherly tanpa memberikan kesempatan kepada Willson untuk berbicara.
Tak lama kemudian, wanita paruh baya itu segera menutup panggilan telepon di antara mereka, kemudian memanggil para bodyguard untuk mencari tahu keadaan Leona saat ini.
"Dimana cucuku?" tanya Nyonya Sherly.
"Maksud nyonya?" tanya Leon yang baru saja datang, setelah mendengar panggilan dari wanita paruh baya itu.
"Dimana Leona? Bagaimana keadaannya? Kendrick baru saja memberitahuku, jika saat ini ada dua orang penyusup yang mencoba untuk melukai cucu perempuanku." ucap Nyonya Sherly.
Tap...
Tap...
Tap...
"Aku disini, oma. Jangan mengkhawatirkan keadaanku seperti itu, kau bisa lihat sendiri cucu kesayanganmu ini baik-baik saja," ucap Leona sambil berjalan ke arah wanita paruh baya yang menunjukkan wajah khawatirnya.
__ADS_1