BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Penguntit


__ADS_3

Nyonya Sherly hanya bisa menggelengkan kepala, melihat bagaimana Willson melindungi Liora. Dia sangat yakin, jika saat ini putranya benar-benar jatuh cinta kepada calon istrinya itu.


"Baiklah! Jika kau memang tidak ingin aku membawa Liora pergi, tapi ingat! Jika sampai kau tidak membelikan sebuah gaun pernikahan yang sesuai, maka aku sendiri yang akan memberikan hukuman dengan membawa Liora dari kediamanmu!" ucap Nyonya Sherly memberikan ancaman.


Mendengar hal itu tentu saja Willson langsung memelototkan matanya, tak lama kemudian dia pun segera menyambar kunci mobil dan mengajak Liora untuk pergi mencari gaun pernikahan, tanpa harus kembali berdebat dengan sang ibu, yang selalu saja tak pernah mau mengalah padanya.


Sementara Nyonya Sherly mendudukkan diri di atas sofa, dia pun berusaha untuk membuka percakapan dengan Marlina, keduanya mulai asyik mengobrol, seolah mereka telah berkenalan lama. Ternyata Nyonya Sherly tidaklah seburuk yang diduga, hanya saja mungkin karena sifat Willson yang cenderung tertutup dan juga pemberontak, membuat wanita tua itu akhirnya selalu ikut campur dalam setiap permasalahan putranya.


Tap...


Tap...


Tap...


Wilson dan Liora saat ini telah berada di sebuah butik, keduanya berjalan-jalan sambil memilih gaun mana yang sekiranya cocok digunakan oleh Liora, untuk pernikahannya esok hari.


Beberapa orang pelayan segera mendekat dan bertanya, "Selamat siang! Ada yang bisa kami bantu?"


Liora tersenyum ke arah para pelayan yang berdatangan, "Bisakah menunjukkan gaun pernikahan yang cantik untuk kukenakan?" tanya Liora, para pelayan itu pun tersenyum sumringah apalagi melihat bagaimana posesifnya Willson Smith terhadap wanitanya.


Pria itu bahkan sejak tadi tidak melepaskan genggaman tangan Liora, "Mari! Biar kami tunjukkan!" ucap salah seorang pelayan, kemudian mengajak Liora untuk melihat-lihat beberapa gaun yang mereka rasa cocok jika digunakan oleh Liora.

__ADS_1


"Sebenarnya ada beberapa koleksi gaun yang sangat bagus, hanya saja harganya lebih mahal dibandingkan gaun yang lain," salah seorang pelayan tiba-tiba saja memberitahu Liora, namun dengan suara yang sangat pelan.


Willson kemudian segera menjawab ucapan pelayan itu, "Antar kami melihat-lihat! Jika cocok, berapapun harganya, akan aku ambil."


Wajah para pelayan itu terlihat sumringah, mendengar ucapan yang keluar dari mulut Willson, dengan langkah ringan, mereka pun segera menunjukkan koleksi pakaian termahal yang dimiliki oleh toko itu. Liora berkali-kali dibuat berdecak kagum, tak hanya menggunakan benang emas ataupun swarovsi, bahkan beberapa gaun sengaja ditambah dengan perpaduan berlian, sehingga terlihat semakin indah dan mengagumkan.


"Coba semua gaun yang ada di tempat ini, aku ingin melihat terlebih dahulu." ucap Willson.


Para pelayan itu pun dengan senang hati segera membantu Liora untuk berganti pakaian, satu persatu gaun mulai terpasang di tubuh sintalnya, namun Willson berkali-kali menggelengkan kepala.


Hingga Liora hampir saja mendumel, atas kelakuan calon suaminya itu. Bagaimanapun dia telah mencoba beberapa pakaian yang terasa sangat berat saat dikenakan, namun sepertinya Willson masih belum juga merasa puas, hingga akhirnya sebuah gaun yang paling indah dan termahal yang ada di toko itu pun dikeluarkan oleh para pelayan.


Mereka sengaja merias Liora tipis-tipis, kemudian menghias rambutnya, sebuah tiara terpasang dengan begitu cantik di kepala Liora, membuat penampilannya menjadi sangat memukau. Willson kali ini dibuat melongo, dia tak menyangka jika dalam balutan gaun pengantin yang indah, calon istrinya itu menjadi bagaikan bidadari yang baru saja turun dari kayangan. Jika biasanya Liora terlihat cantik, maka saat ini calon istrinya itu menjadi semakin cantik.


Liora segera berdehem untuk menyadarkan Willson akhirnya pria itu pun menganggukan kepalanya, dia setuju dengan gaun terakhir yang saat ini melekat di tubuh Liora. Tanpa ragu-ragu, Willson segera mengeluarkan black card miliknya dan memberikannya kepada para pelayan, setelah ini Willson berencana untuk mencari beberapa pasang perhiasan yang akan digunakan oleh Liora esok hari.


Tak lupa dia juga memerintahkan kepada anak buahnya, untuk mencari seorang make up artis yang terbaik, calon istrinya harus tampil sempurna dan menawan esok hari.


Seharian penuh Willson menghabiskan waktunya berdua dengan Liora, mereka berjalan ke sana kemari untuk persiapan pernikahan yang akan dilangsungkan esok hari. Meskipun saat ini keluarga Smith tidak kekurangan sesuatu apapun, bahkan memiliki harta yang sedemikian banyak, nyatanya Willson dan Liora tidak bisa membuat sebuah pesta besar, mengingat hingga saat ini Liora masih menjadi sasaran dari anggota mafia Black Scorpion.


.

__ADS_1


.


.


Bruk...


Seorang pria tiba-tiba saja jatuh tersungkur di hadapan sepasang bocah kecil, yang sejak tadi sedang berlatih ilmu bela diri di belakang rumah. Leona yang memiliki mata tajam menyadari, jika saat itu ada dua orang pria yang tengah mengintai mereka di balik tembok pagar yang tinggi, dengan langkah cepat Leona segera mengambil ketapel dan membidik kedua orang pria itu hingga akhirnya mereka terjatuh, akibat serangan spontan yang dilancarkan oleh gadis kecil itu.


Satu orang pria terjatuh tepat di halaman belakang, sedangkan satu orang pria lainnya terjatuh di luar pagar, sehingga Leona harus memerintahkan kepada para bodyguard untuk segera menangkap pria itu. Dia sangat yakin jika keduanya bukanlah orang biasa, apalagi melihat bagaimana tatapan tajam dari kedua orang pria itu, membuat Leona yakin bahwa saat ini dia berhadapan dengan dua orang anggota kelompok mafia.


"Tangkap dia!" tunjuk Leona.


Para bodyguard yang mendapatkan perintah itu pun segera melompati pagar, untuk mencari keberadaan pria yang terjatuh, meskipun harus menghabiskan banyak waktu karena pria itu berusaha kabur dari bodyguard milik Willson, nyatanya dia pun harus kehilangan banyak tenaga, sedangkan para bodyguard semakin lama jumlahnya malah semakin banyak.


Akhirnya para bodyguard itu pun berhasil menangkap pria yang terjatuh di luar, sedangkan pria yang saat ini berada di hadapan Leona, menunjukkan seringaiannya, dia berpikir bahwa sepasang bocah kecil yang kini berdiri di hadapannya hanyalah seorang bocah ingusan yang baru menginjak 6 tahun dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.


Karena sejak tadi Leona terus saja menunjukkan, seolah-olah dirinya seorang gadis kecil yang malang dan sangat lemah.


Saat para body guard berusaha untuk menangkap pria itu, dengan gerakan yang sangat cepat dia pun menarik pergelangan tangan Leona, kemudian menjadikan gadis kecil di hadapannya sebagai sandera agar para body guard itu mundur.


"Mundur atau aku akan melukai gadis kecil ini!" ancam pria itu di hadapan para bodyguard.

__ADS_1


Sementara Kendrick saat ini telah berlari ke dalam mansion, dia memang masih belum menguasai jurus seperti Leona, namun kemampuannya sudah mulai terasah sejak dirinya dilatih oleh tiga orang guru beladiri. Apalagi selain kelincahan dan ketangkasan, Kendrick juga diajarkan, bagaimana cara menggunakan kekuatan untuk mengalahkan lawan-lawannya?


__ADS_2