BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Pembalasan Willson


__ADS_3

Drrrt...


Drrrt...


Ponsel milik Willson Smith bergetar, pria itu langsung merogoh saku jasnya dan melihat siapa orang yang telah berani melakukan panggilan di tengah malam seperti ini. Padahal dia baru saja selesai melakukan meeting, bersama beberapa orang penting di kota A saat ini.


"Leon?" pria itu mengerutkan dahinya saat melihat nama yang terpampang jelas di layar ponsel miliknya, dia tak salah lihat, itu adalah kepala mansion yang selama ini telah mengabdi selama puluhan tahun padanya.


Dengan cepat, Wilson langsung menggeser tanda hijau yang ada di layar ponselnya kemudian mengangkat panggilan dari Leon.


📱"Katakan!" ucap Willson, dia tak pernah berbasa-basi meskipun dengan orang-orang yang telah lama dikenalnya, sikapnya masih tetap acuh dan selalu dingin. Dia seolah tak tersentuh oleh siapapun.


📱"Tuan, telah terjadi penyerangan di dalam mansion anda," ucap Leon, segera memberitahukan alasan dia menghubungi Willson.


📱"Bagaimana keadaan Leona?" tanya Willson kembali.


📱"Nona muda dalam keadaan baik-baik saja, bahkan saat ini mension kembali tenang berkat bantuan darinya. Dia benar-benar gadis kecil yang ajaib, di saat kami semua hampir saja menyerah pada keadaan, gadis kecil itu telah membalikan situasi, sehingga membuat para penyusup akhirnya bisa diatasi dengan sangat cepat." jawab Leon.


📱"Hmm..!"


Ctak...

__ADS_1


Willson langsung menutup panggilan itu secara sepihak, dia tak perduli meskipun di ujung sana Leon akan mengumpat karena kebiasaan buruknya, baginya saat ini yang terpenting Leona baik-baik saja.


Tak lama dia pun segera melirik ke arah Robin, "Kita kembali ke kota C sekarang juga!" ucapnya.


Hal itu tentu saja membuat Robin langsung membelalakkan mata, padahal saat ini mereka dalam perjalanan menuju hotel untuk beristirahat. Tapi ternyata Willson kembali mengejutkan, dengan memberikan perintah untuk kembali menuju kota C, mau tidak mau akhirnya Robin pun segera menghubungi orang-orangnya, untuk mempersiapkan jet pribadi milik Willson.


Hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 3 jam, akhirnya Willson dan Robin pun sampai di kota C, keduanya segera disambut oleh orang-orang bawahannya, mereka segera mempersiapkan mobil yang akan membawa Willson Kembali menuju mansion miliknya.


"Apa kau sudah mendapatkan petunjuk, siapa orang yang telah berani mencari perkara denganku?" tanya Willson.


Salah seorang anak buahnya segera mendekat, kemudian memberikan sebuah map yang berisi laporan yang berhasil dikumpulkan oleh para hacker. Mereka juga mendapatkan beberapa rekaman, yang menunjukkan siapa orang yang saat ini tengah mencari masalah dengan Willson, salah seorang ketua mafia terbesar di kota C yang paling ditakuti oleh semua orang.


Willson segera mengambil berkas itu, kemudian memeriksanya dengan sangat teliti, seringaian kejam tercetak dari wajahnya, dia telah menduga jika orang itu pasti akan melakukan sesuatu untuk membalas dendam padanya. Apalagi setelah dia mendapatkan dua kali penolakan dari Willson.


Robin dengan Sigap langsung mengambil map itu, kemudian mempelajarinya, tak lama pemuda itu pun langsung tertawa terbahak-bahak, sepertinya saat ini ada seekor kelinci yang merasa jika dirinya adalah seekor singa, sehingga berani mencari masalah dengan raja hutan yang sebenarnya.


"Apa yang kau tertawakan?" tanya Willson.


Robin hanya mengedikan kedua bahunya, sambil menutup mulut. Meskipun posisinya hanyalah seorang asisten bagi Willson Smith, nyatanya Robin merupakan sahabat terbaik milik Willson, keduanya telah saling mengenal sekian lama. Mereka adalah teman, saat keduanya masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas.


"Besok pagi, temui tua bangka itu dan pastikan dia membayar semua perbuatan putrinya," ucap Willson Smith.

__ADS_1


Robin hanya menganggukan kepalanya, dia telah mengetahui siapa yang dimaksud tua bangka itu, dalam hati dia juga ingin sekali mempermainkan orang itu, karena telah berkali-kali memandang rendah terhadap dirinya.


"Tarik semua investasi dari perusahaan tua bangka itu dan pastikan mereka bangkrut dalam waktu yang sangat cepat." ucap Willson, Robin hanya menganggukan kepalanya.


Keesokan harinya, dunia bisnis dihebohkan dengan berita kebangkrutan yang dialami oleh salah seorang pengusaha besar, ada yang merasa senang karena saingan mereka berkurang, ada juga yang turut menyayangkan, karena usaha yang dirintis oleh keluarga itu telah berlangsung selama puluhan tahun. Apalagi saat ini harus hancur, hanya karena kelakuan putrinya yang sangat tidak bermoral.


Clara Belton telah dilaporkan oleh Willson Smith karena telah berani membayar para mafia untuk melakukan kerusuhan di kediamannya, bahkan tidak tanggung-tanggung, Willson juga menarik semua investasinya di perusahaan milik Bara Belton, hingga membuat kepanikan yang teramat sangat dalam keluarga besar itu.


Mereka tak menyangka jika Clara akan melakukan tindakan yang mempermalukan keluarga, apalagi saat ini berbagai media telah mempertontonkan, bagaimana kelakuan dari wanita itu di luaran. Dia yang telah dijodohkan dengan Willson Smith, berani bermain gila dengan seorang Yudha, yang ternyata telah memiliki keluarga.


Hal itu tentu saja membuat sebuah tekanan tersendiri bagi keluarga besar Belton, sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kata kiasan yang pantas disematkan pada keluarga besar itu. Mereka saat ini telah kehilangan wajah di hadapan semua orang, usaha yang dirintis selama berpuluh-puluh tahun akhirnya hancur, akibat Willson Smith yang menarik kembali seluruh investasinya.


Bahkan nyonya Sherly Aroon Smith menatap benci pada keluarga itu, padahal sebelumnya dia begitu berharap, jika Clara Belton bisa bersanding dengan putranya dan menjadi menantu tunggal di keluarga Smith.


"Dasar wanita ja*ang itu! Dia benar-benar telah menipuku!" ucap Nyonya Sherly dengan nafas yang memburu, dia tak menyangka jika Clara akan bekerja sama dengan kelompok mafia untuk menyerang Willson.


Apalagi setelah dia melihat berbagai video yang beredar di media sosial, membuat kebenciannya terhadap keluarga Belton semakin menjadi-jadi. Padahal nyonya Sherly dan nyonya Rianty Belton telah menjalin pertemanan sejak mereka masih duduk di bangku kuliah, hingga akhirnya memutuskan untuk menjodohkan putra-putri mereka.


Namun sepertinya keberuntungan masih berpihak pada Willson Smith, sehingga dia menolak keberadaan dari Clara Belton, bahkan pria itu sama sekali tidak tertarik pada Clara, meskipun telah berbagai macam cara ditempuh oleh Nyonya Sherly untuk mendekatkan keduanya.


"Sudahlah ma, lagi pula saat ini gadis itu telah meringkuk di dalam penjara, dia tak mungkin mengganggu kebahagiaan Putra kita lagi." ucap Tuan Rendra Aaron Smith, sambil menatap ke arah istrinya tercinta dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Nyonya Sherly hanya menganggukan kepalanya, dia menyesal karena telah berdebat dengan Willson, pada akhirnya dia mengetahui bahwa putra kesayangannya itu tidak melakukan kesalahan apapun.


Memang sangat wajar baginya menolak seorang Clara, apalagi saat ini wanita itu terbukti sebagai seorang yang tidak memiliki harga diri.


__ADS_2