BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Liora melangkahkan kakinya ke arah Leona, dia tak menyangka jika gadis kecil itu masih saja berpikir bahwa dirinya merupakan mama yang dicarinya, namun untuk memastikan, Liora pun berpikir akan mempertanyakan tentang jati diri gadis kecil itu kepada Willson, mengingat jika benar Leona merupakan putri punggal Willson Smith, artinya pria itu telah menikahi gadis lain setelah dia mencampakkan Liora.


"Hai sayang! Kenapa kau menangis? Kemarilah!" ucap Liora sambil merentangkan tangannya. Leona melirik sekilas, kemudian berbalik menatap wajah Willson.


Pria itu langsung mengangguk, memberikan izin agar Leona segera memeluk Liora. Setelah melihat persetujuan dari sang dady, akhirnya Leona pun segera bergerak menuju Liora, dia memeluknya dengan sangat erat, menyalurkan emosi dan juga kerinduan yang selama ini terpendam dalam hatinya.


Marlina terdiam melihat drama keharmonisan keluarga yang ditampilkan oleh putrinya, dia bahkan masih belum mengenal Willson Smith, dan kali ini tiba-tiba saja dirinya memiliki seorang cucu perempuan yang telah berumur 6 tahun, sama seperti Kendrick.


"Kita harus bicara!" ucap Marlina. Saat ini suaranya terdengar sangat dingin, matanya menunjukkan kekecewaan terhadap Willson.


Willson berbalik menuju kursi kebesarannya, kemudian mempersilahkan Marlina untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Tak lama dia pun segera menekan bel untuk memanggil Leon, agar membawa kedua bocah yang saat ini terlihat menggelayut manja kepada Liora.


"Ya, tuan." ucap Leon, dahinya terlihat mengeluarkan keringat. Sepertinya dia berlari cukup jauh, akibat mendengar suara bel dari ruang kerja milik Willson.


"Bawa nona muda dan tuan muda untuk beristirahat, aku ingin berbicara dengan mereka." ucap Wilson.


Leon pun segera memisahkan Liora dengan kedua bocah itu, kemudian segera menarik tangan Leona dan Kendrick untuk menjauh dan mengajak kedua orang bocah itu untuk berjalan-jalan. Ini memang bukan waktu yang tepat untuk melakukan tidur siang, sehingga dia berpikir untuk menghabiskan sedikit waktu agar kedua orang anak itu bisa bersenang-senang.


"Ayo kita bermain seluncuran, paman akan mengajarkan kalian, bagaimana caranya menikmati hidup." ucap Leon sambil tertawa.


Wajah Leona dan Kendrick terlihat penuh semangat, keduanya berjalan dengan patuh mengikuti Leon, yang akan membawanya menuju wahana permainan yang berada di rumah itu.

__ADS_1


Willson Smith memang sengaja membuat sebuah tempat yang khusus untuk menyimpan berbagai macam alat permainan anak-anak, awalnya dia ingin membahagiakan Leona, namun siapa yang menyangka bahwa putra kandungnya saat ini telah kembali, sehingga dia pun bisa memanjakan Kendrick.


"Apa kau saat ini ingin menipu putriku?" tanya Marlina sambil memelototkan matanya.


Willson mengerutkan dahi, dia tak mengerti dengan apa yang ditanyakan oleh calon mertuanya itu. "Apa maksudnya? Bagaimana bisa aku menipu Liora?"


"Siapa Leona dan Siapa ibu dari gadis kecil itu? Apakah kau menikahinya ataukah dia hanya kau jadikan simpanan saja?" tanya Marlina, pertanyaannya terkesan menjatuhkan Willson, menganggap jika pria itu tidak memiliki pendirian.


"Dia cucumu!" ucap Willson dengan sangat santai.


Marlina terlihat memelototkan matanya, dia begitu kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Willson Smith, "Kau boleh mengklaim dirimu sebagai calon suami dari Liora, tapi gadis kecil itu tidak akan pernah menjadi cucuku sampai kapanpun."


"Kau akan menyesal setelah mengetahui siapa sebenarnya gadis kecil itu, dia memang benar-benar cucumu. Putri dari Laura Romero yang aku angkat menjadi putriku." ucap Willson sambil mengangkat gelas yang berisi tequila di tangannya.


"Bagaimana kau bisa yakin jika dia merupakan putri dari Laura? Bahkan kau sendiri tidak mengenalnya!" tanya Liora, saat ini dia ingin meyakinkan hatinya bahwa gadis kecil itu merupakan putri dari saudara kembarnya yang telah tiada.


Willson segera menyalakan laptopnya, kemudian menunjukkan semua bukti-bukti tentang Leona, dia juga tak segan-segan memperlihatkan bagaimana anggota kelompok mafia itu memasuki rumah besar milik keluarga Romero, dan membantai seluruh anggota keluarga dari Adrian Romero.


"Dari mana kau mendapatkan semua itu?" tanya Marlina, matanya terlihat berkaca-kaca, dia tak menyangka jika salah seorang putrinya akan bernasib tragis dan harus meregang nyawa akibat dari perbuatan salah satu kelompok mafia yang paling berkuasa dan begitu ditakuti di kota X.


Willson Smith menarik nafas panjang, tak lama kemudian dia pun segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Marlina. "Sebagian aku mendapatkannya dari Leona, sebagian lagi aku dapatkan dari orang-orang yang aku sewa untuk menyelidiki kasus yang menimpa Laura dan juga Adrian Romero. Untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikan apapun terhadap kalian semua, anggota kelompok mafia itu pasti berpikir jika Liora merupakan Laura, sehingga mereka berupaya untuk melenyapkannya dan Leona memiliki bukti-bukti kejahatan yang ditinggalkan oleh anggota kelompok itu, sehingga dia juga menjadi sasaran kejahatan kelompok mafia Black Scorpion."

__ADS_1


Marlina terbelalak kaget mendengar penjelasan dari mulut Willson Smith, pantas saja jika sebelumnya Calvin Steward mengatakan hal itu. Ternyata nyawa Liora memang berada dalam bahaya, sehingga ayah kandungnya berupaya sekuat tenaga untuk bisa menyembunyikan Liora.


"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Marlina.


Willson kembali menarik nafas panjang, "Untuk sementara kalian semua aman berada di tempat ini, hanya saja aku menyarankan agar Liora tidak keluar dari kediaman. Akan sangat berbahaya jika sampai ada yang melihatnya."


Liora langsung mengangguk, dia tak keberatan walaupun mulai saat ini hidupnya terkurung di dalam sangkar emas, yang terpenting Willson bersedia untuk melindunginya dan juga seluruh anggota keluarganya. Apalagi setelah dia mengetahui bahwa Leona merupakan putri dari Laura, sehingga membuat Liora berpikir jika saat ini dia akan bertindak sebagai seorang ibu untuk keponakannya itu.


Tidak masalah meskipun Liona hanya menganggapnya sebagai seorang Laura, yang terpenting dia bisa memberikan perhatian dan juga kasih sayang yang cukup untuk gadis kecil yang menyedihkan itu.


"Aku setuju." ucap Liora, Marlina juga menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap putri kesayangannya.


"Kita akan segera menikah, tapi untuk sementara waktu ini, aku tak bisa membuat resepsi pernikahan besar untukmu. Setelah keadaan membaik, kita bisa membuat pesta mewah, tanpa harus merisaukan sesuatu yang mungkin saja akan terjadi nanti." ucap Willson, dia merasa tak enak hati karena harus menyembunyikan pernikahannya dengan Liora.


"Jika dengan cara seperti itu bisa membuat kita semua aman, maka lakukan saja." jawab Marlina dengan sangat cepat, dia takut putri kesayangannya itu tidak menyetujui rencana yang dibuat oleh Willson.


Willson tersenyum senang, akhirnya rencana dia untuk menikahi Liora akan segera terlaksana. Saat ini dia bahkan telah mengantongi restu dari Marlina, dia hanya harus melakukan satu hal lagi, yaitu meminta restu kepada Calvin Steward selaku ayah kandung dari calon istrinya itu.


"Aku akan pergi ke kota J untuk menemui ayahmu." ucap Willson, namun tiba-tiba saja Liora langsung menghentikan pria itu.


"Jangan Pergi, aku takut terjadi sesuatu saat kau di sana." ucap Liora dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir, rumah ini telah dibentengi oleh keamanan berlapis-lapis. Lagi pula ada sekitar 500 orang bodyguard yang akan menjaga kalian semua." jawab Willson yang mengetahui kecemasan yang dialami oleh Liora.


__ADS_2