BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

Leona terlihat sangat tenang, meskipun saat ini dirinya dijadikan sandera oleh pria itu. Sedangkan si pria merasa bahwa saat ini dirinya berada di atas angin, selain mendapatkan putri angkat milik Willson Smith, mereka juga berencana untuk memasuki mansion besar itu, untuk mencari sesuatu yang berharga, sehingga menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat banyak.


Saat pria itu lengah, Leona segera menginjak kaki kanan milik si penguntit dengan seluruh tenaganya, hal itu tentu saja membuat si pria langsung meringis, cengkraman di tangan Leona akhirnya terlepas, bahkan saat ini dia berjalan dengan tidak seimbang.


"Dasar bocah sialan! Berani sekali dia mempermainkanku," gumam pria itu sambil menatap tajam ke arah Leona. Sedangkan yang ditatap saat ini telah mendudukkan dirinya di atas kursi, bahkan berbagai makanan tersedia di sana. Leona terlihat sangat santai dia menikmati setiap hidangan yang telah disajikan oleh para pelayan untuknya.


"Hei, paman! Apa kau mencariku?" tanya Leona melihat pria itu celingukan sejak tadi.


"Ciiih! Dasar bedebah kecil! Kau berani mempermainkanku?" ucap pria asing itu sambil berjalan dengan sangat cepat untuk mendekat ke arah Leona.


Namun sepertinya dia melupakan keberadaan para bodyguard yang sejak tadi telah bersiap mengamankan pria itu, apalagi mereka telah mendapatkan amanat dari Willson Smith sebelum meninggalkan mansion, agar berjaga dengan baik dan tidak membiarkan siapapun, orang yang berani mencari masalah dengan keluarga Smith keluar dalam keadaan bernyawa.


Hap...


Salah seorang bodyguard langsung mencekal pergelangan tangan pria itu kemudian memelintirnya dengan cepat, dia pun segera meringkus pria yang memiliki niat buruk terhadap Leona.


Jika sampai terjadi sesuatu pada bocah perempuan itu, mungkin Willson Smith tidak akan pernah memaafkan para bodyguard yang tidak bisa menjalankan kewajibannya dengan benar. Namun saat ini mereka terlihat sumringah, karena berhasil meringkus salah seorang penyusup yang berusaha untuk mengamati kediaman keluarga besar Smith itu.


"Lepas! Apa yang kalian lakukan? Aku harus memberi pelajaran kepada bocah itu!" teriak si pria tanpa menyadari siapa orang yang saat ini telah menangkapnya. Namun tak lama kemudian matanya langsung melotot, setelah melihat sendiri, kawannya yang saat ini telah digiring dalam keadaan tangan diborgol ke belakang.


Glek..

__ADS_1


Pria itu menelan salivanya dengan susah payah, menyadari saat ini dia telah dikelilingi oleh puluhan bodyguard. Bahkan mereka bersenjatakan lengkap dan siap membidiknya, jika saja melakukan sebuah pergerakan kecil sekalipun.


"Sial! Sepertinya saat ini aku telah tertangkap! badjingan kecil itu benar-benar membuat aku muak, lihat saja jika sampai aku bisa keluar dari tempat ini, dia pasti akan mendapatkan masalah besar," gumam si pria masih dalam keadaan angkuh, meskipun saat ini dirinya telah dikalahkan oleh para bodyguard itu.


.


.


.


Bruk...


Ruang bawah tanah itu memang sengaja di desain khusus oleh ahli yang berpengalaman, agar memperlihatkan sisi mistisnya, sehingga siapapun yang memasuki tempat itu, akan mengalami halusinasi dan juga tekanan yang teramat sangat.


Apalagi dengan pencahayaan yang minim dan kurangnya ventilasi tempat itu, membuat siapapun yang terkurung akan merasakan sendiri, bagaimana saat dia kehilangan oksigen untuk bernafas.


Kedua orang pria itu tak bisa menampik, jika saat ini mereka pun merasakan tubuhnya bergetar ketakutan. Ruang bawah tanah sama sekali tidak mendapatkan penjagaan, namun mereka yakin bahwa banyaknya perangkap yang telah dipasang di tempat itu, membuat sang pemilik mansion besar tak lagi membutuhkan orang-orang untuk berjaga di sekitarnya.


"Tempat apa ini? Kenapa gelap sekali?" tanya salah seorang pria kepada rekannya.


"Entahlah! Sepertinya kediaman milik Willson Smith memiliki misteri tersendiri, dia tidak sesederhana yang selama ini kita lihat."

__ADS_1


"Kau benar! Bahkan tempat ini tidak memiliki pencahayaan, benar-benar gelap. Ventilasi udara juga kurang, sepertinya mereka ingin membuat kita mati perlahan." ucap pria itu kembali, sedangkan rekannya saat ini berusaha untuk mencari ponsel miliknya, namun naas sepertinya dia telah menjatuhkan ponsel itu pada saat berlari menghindari kejaran dari para bodyguard.


"Apa kau membawa ponselmu? Sepertinya ponselku hilang!" ucap rekannya.


Pria itu pun segera merogoh saku celananya, namun dia juga tak bisa menemukan ponsel yang saat ini dibuat sangat dibutuhkan.


"Sial! Sepertinya para bodyguard itu telah mengambil ponsel milikku. Bagaimana cara kita memberitahu bos agar tidak berbuat sesuatu terhadap Willson Smith?" tanya pria itu, namun tak mendapat jawaban sepatah kata pun dari rekannya.


"Apapun caranya, kita harus bisa keluar dari tempat ini," ucapnya sambil celingukan, melihat ke kiri dan ke kanan, namun sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah kegelapan.


Wilson Smith sepertinya sengaja membuat tempat yang begitu mengerikan, siapapun yang mendapatkan hukuman darinya, pasti akan mengalami ketakutan, apalagi saat ini mereka mulai mencium bau anyir darah.


"Sial!" racau pria itu, setelah melihat dua bulatan menyala tak jauh dari sel tempat keduanya disekap. Sepertinya Willson Smith memang sengaja menyimpan binatang buas di tempat itu, untuk menjaga agar tahanannya tidak melarikan diri.


Auuuum...


Terdengar suara dari seekor binatang bertubuh cukup besar, sambil menggoyangkan seluruh bulu yang ada di tubuhnya. Dia berjalan dengan angkuh, menunjukkan bahwa dirinya memiliki kekuasaan di tempat itu, membuat kedua pria yang tengah disekap semakin dilanda ketakutan.


"Apakah itu serigala?" tanya rekannya dengan suara yang mulai bergetar.


"Sepertinya iya, kita tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Pantas saja para bodyguard itu tidak berjaga dan membiarkan kita berdua berada di tempat tersembunyi ini, ternyata Willson Smith memang sengaja mendatangkan seekor binatang buas untuk memangsa kita." ucap pria itu sambil menggaruk kepalanya dengan frustasi.

__ADS_1


__ADS_2