
"Sial!" Samuel hampir saja membanting ponsel miliknya, setelah mendapatkan kabar dari David. Apalagi saat ini dia baru saja sampai di kota J, akhirnya tanpa menunda waktu lagi, Samuel segera mengumpulkan seluruh anak buahnya untuk kembali ke kota X, keberadaan mereka di tempat itu mungkin saja telah diketahui oleh musuh tersembunyi, yang selama ini masih belum menunjukkan batang hidungnya.
"Kita harus segera kembali ke kota X, ada orang-orang bodoh yang telah berani mencari masalah dengan kelompok kita, mereka tanpa berpikir panjang telah berani menghancurkan markas yang selama ini menjadi tempat tinggal kita semua," ucap Samuel di hadapan orang-orangnya.
"Apa? Bagaimana bisa? Bukankah penjagaan di sekitar markas berlapis dan tidak mungkin bisa ditembus begitu saja dengan mudah?" salah seorang anggota mafia bertanya kepada Samuel, hingga membuat pria itu akhirnya mengerutkan dahi.
Tak lama kemudian dia pun segera bergegas untuk kembali ke dalam pesawat dan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk segera masuk.
"Kita harus segera kembali ke kota X sekarang juga, sepertinya musuh yang kita hadapi saat ini adalah orang-orang kita sendiri. Tidak mungkin jika ada orang luar yang memiliki kemampuan untuk menerobos masuk ke dalam markas, padahal selama ini penjagaan begitu ketat," ucap Samuel.
Akhirnya anggota mafia Black Scorpion kembali melangkah menuju pesawat dan bersiap untuk pulang ke kota X. Perjalanan panjang yang dilewati oleh Samuel beserta orang-orangnya benar-benar sangat melelahkan, apalagi dengan banyaknya masalah yang terjadi di kota X saat ini, membuat mereka bertanya-tanya. Siapakah sebenarnya orang yang berada di balik semua kejadian itu?
Samuel tidak bisa percaya begitu saja , jika apa yang saat ini terjadi di markas utama milik kelompok mafia Black Scorpion adalah ulah orang luar. Dia sangat yakin, pasti ada campur tangan orang dalam, sehingga kehancuran itu terjadi. Terlebih setelah David menjelaskan tentang kronologi kehancuran yang dialami oleh Andreas sebelumnya, Samuel merasa sangat yakin jika orang itu pasti memiliki keterkaitan dengan penghancuran markas mafia Black Scorpion saat ini.
"Mulai saat ini kalian harus waspada, kita masih belum mengetahui, siapa sebenarnya orang yang telah berani mencari masalah dengan kita," ucap Samuel dihadapan orang-orangnya.
Salah seorang pria tiba-tiba saja maju dan mendekat ke arah Samuel, "Kurasa ini ada hubungannya dengan Leonard dan orang-orangnya yang menghilang, bisa saja mereka buka mulut tentang posisi markas kelompok mafia kita, sehingga musuh dengan mudah menerobos masuk dan melakukan penghancuran."
Samuel mendengarkan ucapan dari pria itu sambil sesekali menganggukkan kepalanya, dia juga saat ini memiliki keyakinan yang sama. Menghilangnya Leonard beserta orang-orangnya secara tiba-tiba, bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apalagi selama ini anggota Mafia Black Scorpion terkenal sebagai kelompok mafia nomor 1 yang ada di kota X, sudah pasti banyak kelompok mafia lain yang mengincar posisi itu, sehingga menghalalkan segala macam cara untuk bisa menghancurkan kejayaan dan juga kekuatan yang dimiliki oleh kelompok mafia Black Scorpion.
"Apa kau sudah mencoba untuk menghubungi anggota kelompok kita yang lain? Tidak mungkin jika mereka semua mati begitu saja, aku yakin, pasti masih ada orang-orang yang selamat yang saat ini tengah berkumpul menunggu kedatangan kita semua," tanya Samuel.
Salah seorang anggota kelompoknya saat ini mencoba untuk mengotak-atik laptop, jari-jari tangannya menari dengan sangat lincah di atas keyboard, berbagai macam kode tiba-tiba saja terbentuk, hingga akhirnya memunculkan penampakan sebuah tempat, yang yang kini hanya tinggal puing-puing saja. Sepertinya ledakan yang terjadi di dalam markas mafia Black Scorpion merupakan penghancuran terbesar dan terencana, mengingat bekas ledakan itu kini telah rata dengan tanah.
"Sial! kita tidak bisa meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang itu, jika memang ledakan itu hanya menggunakan bom rakitan, tidak mungkin bisa menghancurkan sedemikian rupa. Cari tahu satu persatu, kelompok mafia lain yang sekiranya memiliki motif untuk mengambil alih kekuasaan sebagai kelompok mafia nomor 1 di kota X." ucap Samuel.
Pria itu pun kembali melirik ke arah laptopnya, kemudian mulai mengetikkan berbagai kata sandi rahasia. Tak lama kemudian deretan nama-nama kelompok mafia yang ada di kota X muncul, membuat Samuel langsung memelototkan matanya, saat ini ada kelompok mafia golden eagle yang berada di posisi nomor 2. Mungkinkah jika mereka yang melakukan penyerangan, untuk menggeser posisi yang selama ini menjadi kebanggaan anggota kelompok mafia Black Scorpion?
__ADS_1
.
.
.
Byur...
Seorang pria baru saja terbangun, setelah seluruh tubuhnya diguyur dengan air dingin 1 ember. Dia terlihat begitu terkejut, sambil sesekali menstabilkan nafasnya, matanya mengitari seluruh ruangan, dia menyadari jika tangan dan kakinya terikat pada kaki kursi dan juga sandarannya, sehingga membuat pergerakan pria itu semakin sulit.
"Siapa kalian dan Apa maksud kalian menculikku?" tanya pria itu memecah kesunyian, namun orang-orang di sekitarnya sama sekali tidak bersuara, mereka menatap tajam ke arah pria itu, hingga akhirnya pintu terbuka, sesosok pria bertubuh atletis muncul dengan senyuman dingin tercetak di wajahnya.
"Selamat datang di tempatku, Tuan David! Tolong maafkan kecerobohan anak buahku yang telah membawamu dalam keadaan seperti ini, tapi jujur saja, aku cukup terkejut dengan kinerja mereka yang cepat dan tepat sasaran," ucap pria itu sambil tertawa.
"Willson Smith? Berani sekali kau mencari masalah denganku? Lepaskan aku! Jika tidak, kau akan tahu sendiri apa yang akan terjadi padamu dan juga seluruh anggota keluarga Smith nantinya." ucap David sambil menatap tajam ke arah Willson Smith yang saat ini masih memasang ketenangannya.
"Apa yang kau inginkan? Kita bahkan tidak memiliki perselisihan apapun, berani sekali kau menculikku!" geram David.
"Benarkah? orang-orang ku bahkan telah meringkus dua orang suruhan mu, yang berusaha menyusup dan mencari informasi tentangku. Selain itu ada kelompok lain yang merupakan anak buahmu, yang telah mencoba mencari mati denganku." jawab Willson.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung David seolah berpacu dengan sangat cepat, saat ini dia baru saja menyadari kebodohannya. Jika beberapa hari sebelumnya, dia memang telah mengirimkan dua orang pria untuk mengawasi kediaman milik Willson Smith. Dan apa tadi yang diucapkan oleh pria itu? Kelompok lain? Mungkinkah jika menghilangnya Leonard ada hubungannya dengan Willson Smith saat ini?
Berbagai pikiran dan prasangka buruk saat ini menghantui hati dan juga kepala David. Dia tak menyangka, akan datang waktu di mana dia harus berhadapan dengan orang yang paling kaya dan berkuasa di kota C.
__ADS_1
Bahkan dirinya sebagai seorang ketua mafia, tidak memiliki kekuasaan yang lebih besar jika dibandingkan dengan Willson Smith, selain usaha yang terhampar luas di mana-mana, dia juga bahkan mendapatkan penghormatan dari semua orang dan pengakuan dari pengusaha-pengusaha lain, tentang kemampuannya selama ini dalam memenangkan tender demi tender yang bernilai fantastis.
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya David sambil menatap tajam ke arah Willson Smith.
"Kau tahu? Mata dibalas mata dan nyawa harus dibalas dengan nyawa," jawaban Willson Smith dengan sangat santainya. Tak lama kemudian dia pun segera menggerakkan tangannya.
Prok...
Prok..
Prok...
Tap...
Seorang gadis berusia 6 tahun saat ini tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan itu, dengan berbagai macam perlengkapan menempel di tubuhnya. Tepat hari ini, Willson memberikan kesempatan kepada Leona untuk membalaskan dendam, atas kematian kedua orang tuanya kepada pria tak berhati, yang kini telah terikat di kursi.
Dia bahkan tidak akan melarang gadis kecil itu untuk melakukan hal apapun, selama itu bisa menghilangkan rasa trauma dan kesakitan yang hingga saat ini seringkali masih menghantuinya.
"Dia milikmu, little girl! Kau bisa melakukan apapun terhadapnya," ucap Willson Smith.
Tak lama kemudian Leona pun segera berjalan, dan berdiri tepat di depan tubuh David, senyuman manis tersungging di bibirnya. Dia terlihat begitu cantik dan bersinar hari ini.
Duagh...
Brak...
Gadis kecil itu tiba-tiba saja langsung memberikan serangan cepat menggunakan kakinya, tendangan yang akurat ke arah rahang milik pria itu berhasil membuatnya terjatuh, hingga kursi yang sejak tadi digunakannya untuk duduk, satu persatu mulai patah.
"Itu untuk mamaku yang telah kau siksa hingga dia kehilangan nyawanya!" teriak Leona, ucapannya terdengar bergetar, sudut bibirnya terlihat berkaca-kaca, namun raut wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Dia seolah berubah menjadi sosok iblis yang sebenarnya, yang siap mengoyak dan menghancurkan siapapun yang telah berani mencari perkara dengannya.
__ADS_1