BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Nasib Nyonya Sherly dan Clara


__ADS_3

Uhuk...


Uhuk...


Willson tiba-tiba saja langsung tersedak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Leona, Bagaimana tidak? Gadis kecil itu memberikan pekerjaan kepada para body guard yang menjaga rumahnya agar merampok Nyonya Sherly dan juga Clara, hanya karena dia merasa jika para body guard itu tidak memiliki pekerjaan.


"Jadi menurutmu mereka tidak bekerja dengan baik?" tanya Willson sambil menatap ke arah Putri kecilnya.


"Tentu saja! Apakah dady tidak bisa melihat hal itu? Mereka setiap hari hanya berdiri di tempat yang sama, tanpa melakukan sesuatu yang lebih berguna. Bukankah dengan menyuruh mereka untuk bergerak jauh lebih baik? Agar tulang-tulang mereka tidak mudah keropos karena lama tidak digerakkan? Lagi pula mereka bukanlah patung sehingga harus berdiri sepanjang hari." jawab Leona dengan sangat santai sambil menyuap kembali makanannya.


Willson hanya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan dari Leona, meskipun dia menjelaskan kepada gadis kecil itu, nyatanya Leona masih belum mengerti jika para body guard itu memang dibayar untuk menjaga rumah mereka.


Akhirnya Willson dan Leona menyelesaikan makan malamnya, kemudian kedua orang itu segera bergerak menuju ruang keluarga, saat ini Willson Berencana untuk mengajak Leona menonton untuk menghilangkan rasa jenuh yang mungkin saja dialami oleh gadis kecil itu, karena tidak pernah keluar dari mension besar milik Willson.


"Katakan! Apa kau menyukai sesuatu?" tanya Willson.


Leona terlihat berpikir, sebelum akhirnya gadis kecil itu pun segera mengucapkan apa yang saat ini ada di dalam pikirannya. "Tentu saja! Aku sangat suka berolahraga, menonton dan juga membaca. Dady tahu? Aku bahkan bercita-cita ingin menjadi seorang perwira suatu saat nanti."


"Kau yakin? Apa kau tidak ingin menjadi seorang pengusaha?" tanya Willson.


"Tidak! Aku ingin menjadi seorang perwira seperti ayahku, meskipun hidup kami tidak sekaya orang lain, tapi aku bahagia dan bangga menjadi anak dari seorang perwira." ucapnya penuh tekad.


Willson hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan gadis kecil itu, tak lama kemudian terdengar suara ponsel milik Willson berdering, sepertinya Nyonya Sherly saat ini telah mengalami musibah, sesuai dengan yang diucapkan oleh Leona.


Namun gadis kecil itu dengan secepat kilat langsung mematikan ponsel milik ayah angkatnya, dia sengaja ingin memberikan pelajaran kepada Nyonya Sherly agar tidak bertindak tanpa perhitungan.

__ADS_1


Lagi pula Clara bukanlah putri kandungnya, sehingga dia harus memenuhi semua yang diinginkan oleh wanita itu. Sedangkan Willson yang terlahir dari rahim Nyonya Sherly sendiri bahkan dibentak dan dimarahi olehnya, hanya karena membela seorang wanita yang nyata-nyata bukanlah anggota keluarga Smith itu sendiri.


"Apa yang kau lakukan? Kembalikan ponselnya!" ucap Wilson sambil menatap wajah Leona.


"Apa yang akan dady lakukan? Mengangkat teleponnya? Itu tidak benar! Wanita tua itu telah memarahi dady di hadapan semua pelayan di rumah ini. Lebih baik biarkan saja dia mencari pertolongan sendiri, lagi pula mereka masih berada di sana, tidak akan ada siapapun yang berani berbuat jahat kepada wanita tua itu." ucap Leona.


"Mereka?" Willson mengerutkan dahinya.


"Ya! Para body guard itu saat ini masih berada di sana, hanya saja mereka bersembunyi dalam gelap agar tidak ketahuan, sepertinya ini cukup untuk memberikan pelajaran kepada mereka agar lain kali bisa bersikap lebih baik terhadap dady." ucap Leona kembali.


Willson Hanya bisa menarik nafas lelah mendengar ucapan dari Putri angkatnya itu, walau bagaimanapun Nyonya Sherly adalah ibu kandungnya. Namun dia juga tak bisa mengecewakan Leona yang telah berusaha keras untuk bisa menyadarkan ibunya, agar tidak terus terprovokasi oleh ucapan yang keluar dari mulut Clara. Tak lama kemudian suara telepon rumah pun berdering, sepertinya Nyonya Clara saat ini kembali melakukan panggilan, mengingat ponsel milik Willson telah dinonaktifkan oleh Leona.


☎️ "Kring... Kring.. Kring.."


Telepon itu terus saja berdering, semakin lama suaranya menjadi semakin kencang, membuat Leona lagi-lagi berdecak sebal. Wajahnya kini merenggut.


Pelayan yang mendengar hal itu pun langsung menganggukkan kepalanya, tak lama dia pun segera mengangkat telepon dan berbicara dengan sopan.


📞"Dengan keluarga Smith, ada yang bisa dibantu?" ucap pelayan itu, nada suaranya terdengar sangat formal.


📞"Dimana Willson? Cepat panggil dia dan katakan jika saat ini mamanya menelpon." ucap suara dari seberang.


Pelayan yang mendengar itu pun langsung menjawab dengan sangat cepat.


📞"Mohon maaf sebelumnya nyonya, saat ini tuan Willson tidak berada dikediaman. Ada sebuah rapat penting yang harus dihadirinya, sehingga tidak bisa diwakilkan. Dia baru saja berangkat 10 menit yang lalu." ucap pelayan itu dengan sangat meyakinkan.

__ADS_1


Leona yang mendengar perkataan pelayan itu pun langsung mengangkat kedua ibu jarinya, dia benar-benar sangat puas karena pelayan itu mengikuti semua perintahnya, apalagi Willson hingga saat ini masih bergeming di tempat, dia sama sekali tidak melarang apapun yang dilakukan oleh Leona.


📞"Apa-apan anak itu? di saat mamanya memerlukan bantuan, dia malah pergi rapat dan tidak mengaktifkan ponselnya." gerutu Nyonya Sherly dari seberang panggilan.


Tak lama panggilan telepon pun diputus secara sepihak oleh Nyonya Sherly, wanita tua itu sepertinya sangat marah karena di saat dia sangat membutuhkan bantuan dari Willson, namun putra kesayangannya itu malah pergi rapat dan tidak mengaktifkan ponselnya, sehingga dia tidak bisa menghubungi untuk meminta bantuan.


Leona langsung tertawa terbahak-bahak, dia sudah bisa menebak bagaimana raut wajah wanita tua itu, apalagi Clara, wanita ulat bulu yang satu itu saat ini pasti sedang merengek-rengek di hadapan Nyonya Sherly. Ini benar-benar sangat menyenangkan.


.


.


.


"Bagaimana tante?" tanya Clara sambil menatap wajah Nyonya Sherly yang terlihat menahan kemarahan.


"Apanya yang bagaimana? Willson saat ini pergi untuk rapat penting dan dia tidak mengaktifkan ponselnya. Bagaimana kita bisa meminta bantuan agar dia mengirimkan orang untuk menjemput di tempat ini?" jawab Nyonya Sherly.


"Astaga tante, lalu apa yang harus kita lakukan? Tempat ini sangat sepi, kita tidak bisa terus berdiri di sini lebih lama lagi." ucap Clara.


"Apa kau pikir aku ingin di sini lebih lama? Aku sengaja menelepon putraku agar dia bisa menjemput, tapi sialnya Willson telah pergi untuk menghadiri rapat, hingga dia tidak mengetahui nasib yang menimpa kita saat ini." jawab Nyonya Sherly sambil menarik nafas panjang.


Bagaimanapun juga, dia baru saja mengalami sebuah kemalangan dimana ban mobil yang ditumpanginya tiba-tiba saja kempes saat mereka melewati jalanan yang sangat sepi. Tak lama kemudian beberapa orang pria berpakaian hitam menodongkan senjata dan langsung mengambil tas milik mereka berdua, nasib baik nyonya Sherly masih memiliki ponsel lain, sehingga dia bisa menghubungi Willson.


"Lebih baik kita berjalan kaki saja! Siapa tahu di depan sana masih ada toko yang buka, sehingga kita bisa duduk sebentar sambil menunggu Willson selesai rapat dan menjemput di sana." ucap Nyonya Sherly sambil berjalan dengan sangat cepat.

__ADS_1


Clara hanya bisa menganggukkan kepalanya, meskipun di dalam hati wanita itu mengumpat Willson dan juga Nyonya Sherly karena dianggap tak becus menyelesaikan masalah kecil seperti ini, andai saja ponselnya tadi tidak dirampas oleh pria-pria berpakaian hitam itu, mungkin saja saat ini Clara telah menghubungi orang-orangnya, sehingga menjemput dia di tempat itu dengan sangat cepat.


"Sial!" gumam Clara perlahan sambil terus mengikuti langkah nyonya Sherly.


__ADS_2