
Willson Smith mension mendadak menjadi sangat ramai, ada banyak sekali body guard yang berdatangan, bahkan kini kepala pelayan dibuat pusing akibat banyaknya orang yang ingin bekerja sebagai pelayan disana.
Leona masih duduk santai di kursinya, gadis kecil itu melahap satu persatu makanan yang terhidang di atas meja, namun sudut matanya terus saja memperhatikan gerak-gerik para pelayan yang saat ini terlihat begitu sibuk. Entah apa yang sebenarnya direncanakan oleh Willson Smith sehingga membuat mension yang biasanya sepi itu tiba-tiba saja menjadi sangat ramai.
Tap...
Tap...
Tap...
Seorang gadis cantik berusia 22 tahun muncul menggunakan mini dress berwarna Maroon, high heels hitam terpasang dikakinya dengan tali yang melilit hingga setengah betis. Tak lupa kalung dan anting berlian, membuat penampilan gadis cantik itu menjadi semakin mempesona. Wajahnya menunjukkan keangkuhan dengan dagu yang terus terangkat ke atas, dia berjalan berlenggak-lenggok menunjukkan bentuk tubuhnya yang ideal sebagai seorang wanita yang sangat seksi.
"Dimana Wiison?" tanya wanita itu pada Leon, salah seorang kepala pelayan yang dipekerjakan dimension.
Pria tua itu pun segera menoleh ke sumber suara, kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan padanya.
"Selamat pagi Nona Clara, sepertinya Tuan Willson masih belum kembali, dia tengah berolahraga." jawabnya sambil menganggukkan kepala.
Clara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu, hingga akhirnya matanya menatap sosok seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang tengah melahap makanannya dengan sangat santai, tanpa memperdulikan orang-orang yang saat ini terlihat sibuk. Apalagi gadis kecil itu masih menggunakan piyama tidur.
Dengan langkah lambat, Clara pun segera menggerakkan kakinya menuju ke meja makan. "Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tahu jika seorang pelayan dan tuan rumah memiliki meja yang berbeda? Harusnya kau makan di meja pelayan yang ada di dapur, bukan di meja ini yang diperuntukkan bagi pemilik Mansion." ucapnya sambil menatap tajam ke arah Leona.
Leona menghentikan suapannya, kemudian melirik ke arah wanita yang saat ini memandangnya penuh permusuhan. "Bukankah seharusnya aku yang bertanya, siapa kau dan apa yang kau lakukan di sini?"
Melihat tatapan dingin dan wajah datar yang ditujukan oleh gadis kecil itu, Clara mengerutkan dahinya. Dia benar-benar sangat penasaran dengan asal usul gadis kecil yang saat ini menatap tajam ke arahnya.
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh! Aku adalah calon Nyonya di sini. Namaku Clara." ucapnya membanggakan diri, namun Leona hanya terkikik pelan, kemudian menjawab ucapan dari wanita itu.
"Jika seperti itu, kuucapkan Selamat tinggal!" ucapnya sambil menyuapkan kembali roti yang ada ditangannya.
Clara sesaat terdiam, namun tak lama kamudian wanita itu pun melangkahkan kakinya ke arah Leona, tanpa aba-aba, wanita itu langsung menjambak rambut gadis kecil yang kini duduk membelakanginya, seolah meremehkan posisinya.
"Aww.." Leona meringis, kemudian memutar tubuhnya menghadap Clara.
"Berhenti bersikap seolah kau itu nona muda di rumah ini, sekarang juga, pergi ke dapur dan buatkan jus jeruk untukku!" ucap Clara sambil melepaskan jambakkannya dengan kasar.
Leona langsung berdiri, matanya terlihat berkaca-kaca, namun dia tidak pergi kedapur, malah berlari kedepan dan langsung berhambur kepelukan seorang pria sambil terisak.
Clara memutar tubuhnya, dia terlihat kaget karena ternyata Leona saat ini ada dalam dekapan Willson Smith, pria yang telah dijodohkan dengannya.
Dia tak menyangka jika gadis kecil yang tadi ditindasnya adalah seseorang yang begitu berarti bagi Willson.
"A-aku tidak pernah melakukan itu, aku datang hanya karena merindukanmu." ucap Clara sambil mendekat ke arah Willson.
Namun tiba-tiba saja Leona mengucapkan sebuah kalimat, yang membuat wanita itu langsung terpaku di tempatnya." Dady, Lihatlah calon ibu tiri itu telah menjambak rambutku. Dia berbuat kasar dan menganggapku seorang pelayan, bahkan menyuruhku untuk membuatkan jus untuknya."
Mendengar hal itu, tentu saja Willson langsung memelototkan matanya, sedangkan Clara hanya bisa menelan salivanya dengan kasar, gadis kecil itu ternyata memiliki keberanian untuk mengadukan perbuatannya kepada Willson.
Dan tunggu! Apa yang diucapkan oleh gadis kecil itu tadi? Dady? Mungkinkah jika selama ini Willson telah menikah secara diam-diam dan memiliki seorang putri?
"Keluar dari rumahku! Dan jangan pernah menampakkan diri lagi di hadapanku!" ucap Willson dengan tegas, membuat mata Clara langsung berkaca-kaca.
__ADS_1
Sedangkan Leona tersenyum kecil sambil menjulurkan lidahnya pada Clara, dia bukan takut atau tidak berani melawan wanita itu, hanya saja dia ingin agar Willson yang memberi pelajaran padanya, agar dia tak perlu repot-repot berurusan dengan ulat bulu itu.
"Ciih! Ingin menyingkirkanku? Kau tidak akan pernah bisa." gumam Leona sambil mendelikan matanya pada Clara.
Sementara Willson hanya tersenyum tipis, dia sudah menyadari rencana yang dibuat oleh putri angkatnya itu, dia juga tidak keberatan untuk menggantikannya memberikan pelajaran pada wanita pilihan ibunya, yang terus saja berusaha untuk mendekati dan mencari perhatian Willson.
"Willson, maaf.." wajah Clara terlihat sendu, namun kedua tangannya terkepal. Sepertinya wanita itu berusaha keras untuk tidak menunjukkan kemarahannya di hadapan Willson. Namun hal itu tidak bisa mengelabui mata Willson ataupun Leona, keduanya bisa melihat dengan sangat jelas dari ujung matanya.
"Ayo, lanjutkan sarapanmu!" ajak Willson sambil menggendong Leona menuju meja makan, sedangkan Clara masih tetap berdiri di tempatnya.
"Lebih baik kau pergi dari rumah ini, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menikahimu. Kubur dalam-dalam keinginanmu untuk menikah denganku! Kau tidak pantas!" ucap Willson sambil menghentikan langkahnya, tepat di samping Clara.
"Pintu keluarnya disana! Pergilah!" lanjutnya, tanpa memperdulikan reaksi wanita itu yang terlihat sangat murka.
"Aku akan mengadukan hal ini pada tante Sherly!" ucap Clara sambil melangkah cepat, dia berusaha menekan dan mengancam Willson dengan membawa nama ibunya.
"Dan aku tidak segan untuk menghancurkan seluruh bisnis milik keluargamu, jika kau berani macam-macam denganku!" jawab Willson dengan santai sambil mendudukkan Leona di atas kursi.
Clara menghentikan langkahnya, seketika dia pun melirik ke arah Willson yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk Leona. Tak lama kemudian, wanita itu kembali meneruskan langkahnya keluar dari mension besar itu.
"Kau akan menyesal Willson, lihat saja! Sebentar lagi kau pasti akan bertekuk lutut dihadapanku." gumam Clara.
Sementara Willson saat ini mengacak rambut Leona sambil tersenyum tipis. "Dasar anak nakal!"
Leona tersenyum, menunjukkan deretan giginya yang rapi, meski terkadang sikap Willson dingin terhadapnya, tapi sebenarnya pria itu peduli dan sangat melindunginya.
__ADS_1