BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Pernikahan Dan Awal Kebahagiaan


__ADS_3

Nyonya Sherly melirik, kemudian segera berlari dan memeluk tubuh Leona. Siapapun tak akan pernah menyangka, jika keduanya pernah terlibat dalam sebuah perdebatan sengit, akibat keinginan wanita paruh baya itu untuk menjodohkan Willson Smith dengan Clara. Namun saat ini mereka terlihat begitu akur, Leona bertindak seperti gadis kecil yang imut dan menggemaskan, sedangkan Nyonya Sherly bersikap dewasa, ramah dan keibuan.


"Hai! Apa yang kau lakukan?" tanya Leona berusaha menjauhkan dekapan wanita paruh baya itu dari tubuhnya.


Sedangkan Nyonya Sherly semakin erat memeluk tubuh bocah kecil itu, dia seolah tak ingin kehilangan Leona. Entah kenapa setelah mengetahui keburukan tentang Clara, dia menjadi sangat simpati terhadap Leona. Apalagi setelah mengetahui tentang jati dirinya dari Marlina, membuat dia semakin yakin, bahwa mulai saat ini nyonya Sherly akan menganggap Leona sebagai cucu kandungnya sendiri. Dia tidak akan pernah membeda-bedakan kasih sayang antara Leona maupun Kendrick, keduanya akan diperlakukan dengan sama baiknya.


Bruuum...


Bruuum...


Setelah melewati drama kasih sayang antara nenek dan cucu, akhirnya Nyonya Sherly segera melepas pelukannya dari Leona, saat ini telinganya terlihat bergerak-gerak, mendengar suara mobil yang berhenti di depan mansion besar itu.


Dia pun segera melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian berdecak kesal, saat menyadari bahwa Willson Smith baru saja sampai di kediaman setelah melewatkan waktu hampir 30 menit.


Tap...


Tap...


Tap...


Willson berjalan sambil berpegangan tangan dengan Liora, beberapa orang pelayan mengiringinya di belakang, dengan begitu banyak tentengan belanjaan pria itu.


"Apa kau tidak bisa mengemudikan mobil dengan baik? Bahkan setelah aku memberitahumu, tentang adanya penyusup yang masuk ke dalam mansion besar ini, kau masih saja memacu mobilmu dengan kecepatan standar. Benar-benar tidak bisa diandalkan!" cibir Nyonya Sherly begitu melihat keberadaan putranya di ambang pintu.

__ADS_1


Willson hanya bisa menggertakan giginya, walau bagaimanapun dia tak mungkin mengucapkan kata-kata kasar terhadap Nyonya Sherly, meskipun acap kali wanita paruh baya itu menguji kesabarannya. Beruntung hingga saat ini dia masih punya cukup belas kasih terhadap wanita yang berstatus sebagai ibu kandungnya itu.


"Bukankah kau sendiri yang memaksaku untuk berbelanja? Lalu kenapa harus secerewet ini? Lagi pula Leona baik-baik saja, banyak sekali bodyguard yang telah kupersiapkan untuk berjaga di sekitar mansion," jawab Willson dengan sangat santai, kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa dengan sangat kasar.


Bruk...


Nyonya Sherly merasa sangat kesal setelah mendengar jawaban dari mulut Willson, hingga akhirnya tangan wanita itu segera meraih bantalan kursi, kemudian melemparkannya tepat ke arah wajah Willson Smith.


"Dasar anak kurang ajar, kau berani melawanku rupanya!" ucap Nyonya Sherly seringaian tipis tercetak di wajah tuanya.


Wilson hanya mengedikkan kedua bahunya dengan acuh tak acuh, dia tak perduli apapun yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu, selama hal itu tidak akan menyakiti calon istri dan juga kedua anaknya, bagi Willson itu sudah cukup.


"Bagaimana keadaanmu, little girl? Apa kau baik-baik saja?" tanya Willson, sambil memandang ke arah Leona yang saat ini tengah duduk dengan santai, sambil menikmati segelas jus jeruk segar di tangannya.


"Umm.." Leona mencicit pelan, gadis kecil itu terlihat sangat menikmati jus jeruk segar yang mengalir di tenggorokannya.


"Kau tidak perlu khawatir, mamamu bahkan telah membeli baju couple untuk kita semua. Kau pasti akan tampil sangat cantik esok hari, bahkan dady telah menyewa beberapa orang make up artis, untuk membuat gadis kecil dady tampil seperti seorang barbie." jawab Willson sambil tersenyum, namun ekor matanya terus memperhatikan wajah Liora, yang hingga saat ini masih Mengembangkan senyuman manisnya.


Lebih baik kalian berdua segera mandi dan beristirahat, ingat untuk tidak memporsir tenaga secara berlebihan, agar besok bisa tampil fresh di hari pernikahan kalian," ucap Nyonya Sherly setengah mengusir kepada Willson dan juga Liora.


Willson hanya bisa mendelikan matanya, sementara Leora tersenyum tipis ke arah calon mertuanya itu, dia sudah mulai mengetahui sikap dan juga sifat dari Nyonya Sherly, sehingga apapun kata-kata yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu, dia tidak akan pernah menyimpannya di dalam hati.


Liora bangkit dari posisi duduknya, kemudian bergerak dengan cepat menuju lantai 2 di mana kamarnya berada. Saat ini dia juga merasakan, bahwa tubuhnya begitu lengket, akibat banyaknya keringat yang keluar saat berjalan-jalan tadi.

__ADS_1


Meskipun dia sangat puas dengan semua yang dilakukan oleh Willson hari ini, nyatanya wanita itu masih harus terus mengekang hatinya, agar tidak terlalu gembira, sehingga dia melupakan hal-hal kecil yang harus menjadi pertimbangannya.


.


.


.


Keesokan harinya, Liora telah berganti pakaian, dia menggunakan sebuah gaun berwarna putih dengan hiasan berlian dan juga benang perak, roknya terlihat mengembang, dengan ekor sepanjang 2 meter, rambutnya telah disanggul dengan hiasan tiara kecil menempel di kepalanya.


Sementara wajahnya dirias dengan begitu sempurna, di tangan para ahli make up itu, Liora tampil benar-benar seperti seorang bidadari yang baru saja menampakkan dirinya. Hal itu tentu saja membuat Willson tak bisa mengalihkan pandangan, dia jatuh cinta setiap kali matanya menatap kecantikan yang dimiliki oleh calon istrinya.


Leona menggunakan mini dress berwarna putih, dia sengaja diberi riasan tipis agar tidak meninggalkan kesan polos dan belia. Sedangkan Kendrick saat ini menggunakan tuxedo berwarna putih, yang serupa dengan pakaian Willson. Dia terlihat sangat mirip dengan Willson, apalagi saat keduanya berdiri bersamaan, membuat semua orang hampir saja tidak bisa membedakan antara kedua orang pria itu.


Acara pernikahan sederhana yang dibuat oleh Willson benar-benar memukau, beberapa orang teman dekat dan juga keluarga berkumpul bersama, untuk merayakan kebahagiaan itu. Bahkan Calvin Steward dan Carina turut hadir dalam barisan tamu undangan, keduanya meneteskan mata melihat Liora.


Hal itu mengingatkan kembali mereka pada Laura yang telah tiada, wajah kedua orang wanita itu benar-benar sangat mirip, bagaikan Pinang dibelah dua. Liora dan Laura memang kembar identik, sehingga jika tidak diperhatikan secara benar-benar, maka akan sangat sulit untuk membedakan keduanya.


Carina dan Calvin berjalan beriringan, mendekat kepada sepasang mempelai, keduanya mengucapkan selamat, tak lupa Calvin juga kembali memohon maaf kepada Liora, atas kelalaiannya sebagai seorang ayah yang telah lepas tangan begitu saja, sehingga putrinya itu acap kali mendapatkan kesulitan dan juga penderitaan selama hidup berdua dengan Marlina.


Namun kali ini Liora tak lagi menunjukkan penolakan, bahkan tanpa ragu dia pun memeluk tubuh pria paruh baya di hadapannya, isak tangis terdengar ketika ayah dan anak itu saling menumpahkan kerinduan, membuat mata semua orang langsung berkaca-kaca.


Bahkan Marlina yang duduk di barisan paling depan turut merasakan kebahagiaan yang saat ini diterima oleh putrinya, tidak sia-sia seluruh pengorbanan dan juga kesabarannya selama ini, akhirnya Liora berhasil menuai semua buah dari ketegarannya.

__ADS_1


Carina berjalan ke arah Marlina, dia pun mengucapkan kata maaf sambil menundukkan kepala. Marlina tersenyum, dia menyambut permintaan maaf yang terucap dari mulut Carina dengan sebuah pelukan hangat, tak ada lagi aura permusuhan diantara kedua orang wanita itu.


Saat ini Carina dan Marlina telah mengikhlaskan masa lalu, keduanya akan memulai kembali kehidupan baru, tanpa harus saling menyakiti dan saling menjatuhkan satu sama lain. Jika di masa lalu Marlina terus saja emosi, ketika mengingat kembali Laura yang telah diambil paksa oleh Calvin, hanya demi kebahagiaan Carina, kali ini dia bersedia berbagi, asalkan Carina bisa memberikan perhatian dan juga kasih sayangnya terhadap Liora, sama besar seperti yang dilakukan oleh wanita itu terhadap Putri sulungnya, Laura.


__ADS_2