BIDADARI BESI

BIDADARI BESI
Lamaran Romantis


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di kediaman milik Calvin Steward, akhirnya Willson Smith meninggalkan kota J untuk kembali ke kota C. Namun sebelumnya, dia telah menyiapkan orang-orang terpercayanya untuk melindungi Calvin dan istri.


Bukan karena Willson Smith tidak mempercayai kemampuan yang dimiliki oleh anggota kelompok mafia Black Spider, hanya saja saat ini mungkin keberadaan anggota keluarga Steward akan terus dicari oleh orang-orang dari kelompok mafia Black Scorpion, mengingat sebelumnya Willson telah memberikan perintah kepada anak buahnya, untuk melenyapkan mereka semua, yang telah mengetahui identitas dirinya sebagai seorang ketua mafia Black Dragon.


Willson segera mempersiapkan diri, dia pun menarik mundur seluruh anggota kelompok mafia Black Dragon dari kota J, saat ini mereka harus segera kembali menuju kota C, jangan sampai keributan yang terjadi di kediaman milik keluarga Steward akan berbuntut panjang pada mansion miliknya, apalagi saat ini ada Liora, Leona, Kendrick dan Marlina yang tinggal di kediaman besar itu.


Perjalanan kembali dirasa begitu lama oleh Willson, dia benar-benar telah merindukan calon istri terkasihnya, padahal kepergiannya menuju kota J baru saja dua hari yang lalu, namun entah kenapa bayangan Liora seolah terus saja menari-nari dalam kelopak matanya, sehingga lagi-lagi Willson tak bisa terlelap, dia terus mendengar suara detik jam yang berputar, seolah dunia berhenti seketika.


Willson terus berusaha untuk memejamkan mata, namun lagi-lagi senyuman Liora berhasil menyita ketenangan tidurnya. Dia seolah tak bisa lagi menunggu hari esok hingga tiba di kota C, akhirnya Willson segera memerintahkan kepada Robin, agar mempersiapkan sebuah tempat yang cukup tertutup namun memiliki pesona luar biasa, agar dia bisa membawa calon wanitanya itu.


Robin menganggukkan kepalanya, dia mengerti apa yang saat ini diinginkan oleh bosnya itu, walaupun Willson tidak menyebutkan alasan atas keinginannya, untuk memesan sebuah tempat yang istimewa.


Jet pribadi milik Willson akhirnya mendarat di kota C, dengan langkah cepat, pria itu segera melangkahkan kakinya menuju sebuah toko perhiasan mewah, saat ini dia ingin sekali membeli sebuah cincin yang akan mengikat Liora agar tak lagi pergi darinya.


Hampir 1 jam Willson berada di toko itu, dia melihat satu persatu cincin yang ditunjukkan oleh pelayan, namun matanya mengarah pada sebuah cincin berlian, dengan model yang sangat sederhana namun memiliki harga fantastis, tanpa ragu-ragu pria itu pun segera menentukan pilihannya.


"Aku ambil cincin yang itu!" ucap Willson dengan sangat santai, sedangkan gadis pelayan yang melayaninya hampir saja pingsan, mendengar ucapan Willson.


Selama dia bekerja di toko perhiasan, ini adalah penjualan terbesarnya. Sebuah cincin berlian yang selama ini digadang-gadang seharga sebuah Mansion besar dipilih oleh Willson, entah berapa banyak bonus yang akan segera dia dapat dari bosnya, setelah berhasil menjual cincin yang limited edition itu.


"A-anda yakin, tuan?" tanya gadis pelayan itu dengan tergagap, dia masih belum percaya jika dirinya berhasil membuat sebuah pencapaian besar, yang bahkan seorang manajer pun belum tentu bisa menjual cincin yang bernilai milyaran itu.


Willson tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh gadis itu, namun dia segera merogoh saku jasnya, kemudian memberikan sebuah black card untuk digunakan sebagai pembayaran, atas cincin yang telah dipilihnya. Gadis pelayan itu pun menerimanya dengan tangan yang bergetar, wajahnya terlihat pucat, karena merasa sangat kaget sekaligus bahagia, sebentar lagi dia akan mendapatkan bonus dari bosnya.


"Ba-baik tuan, saya akan segera mempersiapkannya," ucap gadis pelayan itu. Dengan cepat, dia pun segera berlari menuju sebuah ruangan milik bosnya, untuk melaporkan apa yang saat ini telah terjadi.


Hanya berselang 15 menit saja, seorang pria berusia 35 tahun muncul dengan sebuah paper bag kecil ditangannya. Willson yakin isi paper bag itu merupakan cincin miliknya. Pria itu pun segera mengembalikan black card milik Willson, dan memberikan cincin yang telah dibeli olehnya.


"Tuan Wilson Smith! Saya tidak menduga orang yang telah membeli cincin ini adalah anda. Terima kasih telah mempercayakan toko kami, saya harap anda puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pelayan yang dipekerjakan di tempat ini," ucap pria itu sambil sedikit membungkuk di hadapan Willson.

__ADS_1


Willson hanya tersenyum tipis, namun tak lama kemudian dia pun menyodorkan beberapa lembar uang kepada gadis pelayan itu. "Ambil ini sebagai tips untukmu, karena telah melayaniku dengan sangat baik,"


Mata gadis itu terlihat berkaca-kaca, dia tak menyangka jika pria kaya yang berada di hadapannya akan begitu dermawan, sehingga memberikan beberapa lembar uang sebagai tips untuknya. Dengan tangan yang bergetar, dia pun menerima pemberian dari Willson, tak lupa mengucapkan terima kasih padanya.


Willson segera keluar dari toko perhiasan, kemudian berjalan menuju sebuah butik, dia ingin membeli sebuah gaun yang paling indah, agar dikenakan oleh Liora pada saat menemuinya sore nanti.


Sebelumnya Willson memang telah memerintahkan kepada anak buahnya, agar tempat istimewa itu harus selesai sebelum matahari tenggelam, dia ingin menikmati cuaca sore ditemani oleh Liora.


Setelah mendapatkan gaun yang diinginkan, Willson segera mengirimkan salah seorang anak buahnya untuk memberikan gaun itu kepada Liora, sementara dia akan menunggu dengan sangat sabar di tempat yang telah ditentukan.


.


.


.


Saat senja mulai merayap, akhirnya Liora pun turun dari mobil yang dikemudikan oleh salah seorang anak buah Willson Smith. Hingga saat ini dia terus saja bertanya-tanya, alasan Willson mengundangnya ke tempat itu, bahkan dirinya telah dilarang membawa Kendrick dan harus datang sendiri.


Tap...


Tap...


Tap...


Langkah Liora terdengar, wanita itu terlihat sangat cantik setelah mengenakan gaun yang dipilih oleh Willson, apalagi dia sengaja memoles wajahnya dengan riasan yang sederhana dan memakai beberapa perhiasan kecil, untuk menambah penampilannya agar menjadi semakin menakjubkan.


Willson berdiri di ujung karpet, sambil memasang senyuman manis, sementara Liora semakin mempercepat langkahnya, agar sampai di hadapan pria itu. Rasa rindu menggebu di dadanya, meskipun hingga saat ini kata cinta masih belum terucap dari bibir mungil milik wanita itu.


"Selamat datang, Liora." ucap Willson.

__ADS_1


Liora hanya bisa menundukkan wajahnya, dia terlihat malu-malu, bagaikan seorang remaja yang baru saja mengenal jatuh cinta. Sementara Willson dibuat semakin gemas, dengan kelakuan yang ditunjukkan oleh wanitanya.


.


.


.


Di tengah senyapnya senja, cinta yang menggebu berkobar dalam hati Willson Smith, terpancar melalui kilauan cincin berlian sederhana namun bermakna mendalam.


Dengan lembut, ia menyusun kata-kata romantis yang mengalun indah, mengungkapkan rasa kasih dan keinginannya untuk menjalin ikatan abadi dengan wanita pujaan, Liora.


Dalam gemerlap bintang, Willson berlutut di hadapan Liora, matanya berbinar penuh ketulusan. Dia merentangkan tangan dengan cincin berlian yang memantulkan cahaya bulan, sebagai simbol dari keabadian cinta mereka. Cincin itu bukan semata sebuah perhiasan, melainkan hadiah suci yang mengandung arti lebih dari ribuan kata cinta.


Seiring aroma mawar putih yang lembut dan menggugah, sebuket bunga di tangan Willson menggambarkan kesucian dan ketulusan hatinya. Mawar putih yang indah itu menyampaikan pesan penuh kasih, bahwa dia ingin menghormati Liora dan membuktikan keikhlasannya dalam membentuk keluarga yang bahagia.


Dengan penuh keyakinan, Willson berbicara dengan lantang tentang impian masa depan mereka, membentuk keluarga yang penuh kasih dan kebahagiaan. Ia berjanji akan selalu ada di samping Liora, melindungi dan menyayanginya sepanjang usia.


"Will you marry me, Liora?" tanya Willson Smith, masih dalam posisi berlutut di hadapan Liora.


Diperlakukan seperti itu oleh seorang pria, tentu saja membuat hati Liora dipenuhi kebahagiaan. Seumur hidupnya, ini adalah sebuah anugerah sekaligus kesempatan yang baik, untuk keduanya segera melanjutkan hubungan mereka hingga ke jenjang lebih tinggi, apalagi saat ini usia Kendrick sudah 6 tahun, anak itu pasti sangat merindukan ayahnya.


Satu tetes bening air mata meluncur di pipi Liora, ada perasaan haru yang kini menyelusup ke dalam hatinya, walau bagaimanapun Willson Smith adalah seorang pengusaha hebat yang memiliki segudang prestasi, dengan harta yang tak terhitung jumlahnya, namun demi untuk bisa membuktikan keseriusannya, dia bahkan rela berlutut di hadapan seorang wanita yang bukan siapa-siapa.


Liora mengangguk perlahan, senyuman manis mengembang di sudut bibirnya, Willson terlihat begitu bahagia, dia segera meraih tangan Liora, kemudian memasangkan cincin berlian itu dan memberikan sebuah kecupan manis pada punggung tangan wanitanya.


Cup...


Setelah dia bangkit, buket bunga mawar putih itu pun segera diberikan kepada Liora, sambil menuntun wanita itu untuk duduk di sebuah tempat yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh orang-orang Willson.

__ADS_1


Liora hanya tersenyum kecil, sambil melirik ke arah Willson yang kini menggenggam tangannya, dia pun mendudukkan dirinya di kursi, karena Willson sebelumnya telah memesan sebuah tempat yang paling nyaman untuk dia mengungkapkan lamaran romantisnya kepada Liora.


__ADS_2