
Tap...
Tap...
Tap...
Anggota kelompok mafia Black Scorpion akhirnya sampai di kota C, tujuan mereka saat ini adalah menemui Alfonso, ketua mafia Red Poison untuk mencari tahu keberadaan dari Leonard beserta orang-orangnya.
Kedatangan mereka tentu saja membuat anggota kelompok mafia Red Poison terkejut, terlebih untuk Alfonso, dia tak menyangka jika ternyata David akan kembali mengirimkan orang-orangnya untuk datang ke kota C, apalagi saat ini dia mengirimkan anggota kelompok mafia itu dalam jumlah yang dua kali lipat, jika dibandingkan dengan Leonard tempo hari.
"Dimana Alfonso?" tanya Samuel, salah seorang kepercayaan David selain Leonard.
Anggota kelompok mafia Red Poison sejenak terdiam, namun tatkala mata mereka melihat lambang yang berada di belakang jaket yang dikenakan oleh pria-pria itu, salah seorang anggota mafia Red Poison segera mengantarkan orang-orang itu menuju ruang kerja yang ditempati oleh Alfonso, hal itu tentu saja menarik perhatian dari anggota lain yang saat ini tengah berlatih, sejenak mereka menghentikan pelatihan, untuk mengetahui siapa orang-orang yang kini mendatangi markas tersembunyi milik mereka.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit saja, akhirnya mereka sampai di sebuah pintu yang terbuat dari kayu yang kokoh, anggota mafia red poison segera mengetuk pintu, yang merupakan ruangan milik ketua mereka, Alfonso.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1
Alfonso yang saat ini tengah disibukan dengan berbagai berkas yang baru saja diberikan oleh anak buahnya, akhirnya melirik ke arah pintu dan mempersilakan orang itu untuk segera masuk. Tak lama kemudian, sekumpulan anggota kelompok mafia Black Scorpion langsung mendatanginya, sambil menatap ke arah Alfonso dengan sangat tajam. Aura kebencian terasa menguar dengan sangat kencang, hingga hampir saja membuat Alfonso menggigil ketakutan.
"Siapa kalian dan apa maksud kedatangan kalian di markas kami?" tanya Alfonso sambil menyimpan kembali pena yang saat ini berada di tangannya, kemudian menutup map seraya menggerakan tangannya untuk mempersilahkan tamu-tamu yang saat ini datang agar menempati kursi yang tersedia.
Anggota mafia Black Scorpion segera mendudukkan tubuh mereka di atas kursi, kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Alfonso, dengan sangat tenang. "Dimana Leonard? Bukankah dia mendatangi markas kalian untuk mencari tahu tentang anggota kelompok yang telah berani mencari masalah dengan kami, saat berada di stasiun kereta?"
Mendengar hal itu tentu saja Alfonso langsung terhenyak, dia tak menyangka jika Leonard akan menghilang, setelah kepergiannya menuju kota J, untuk membuat perhitungan dengan kelompok mafia Black Dragon.
Hal yang tidak Alfonso duga-duga, ternyata kelompok itu memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi Leonard beserta orang-orangnya. Padahal selama ini mereka tidak mendapatkan peringkat sama sekali, sebagai anggota kelompok mafia terkuat di kota J.
Tak lama Alfonso segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Samuel, "Kau benar, tempo hari Leonard memang mendatangiku dan bertanya tentang anggota kelompok mafia yang telah berani menghadang serangan yang dilakukan oleh orang-orang dari kelompok mafia Black Scorpion. Namun berdasarkan hasil yang diterima dari mata-mata kepercayaanku, orang-orang itu tidak berasal dari kota ini, melainkan dari kota J. Mereka merupakan anggota kelompok mafia Black Spider yang dipimpin Calvin Steward."
"Apa kau yakin? Seingatku, anggota kelompok mafia Black Scorpion sama sekali tidak memiliki permasalahan dengan kelompok mafia kecil itu." ucap Samuel sambil menatap tajam ke arah Alfonso, dia mencoba untuk mencari kebohongan di matanya, namun dia tak bisa melihat hal itu.
"Aku sudah memastikan berita yang kuterima dan mereka memang benar-benar orang-orang dari kelompok mafia Black Spider yang kebetulan berada di tempat kejadian," jawab Alfonso dengan sangat tenang.
Tak lama kemudian, beberapa orang pelayan nampak berdatangan dengan nampan yang berisi minuman dingin, setelah sampai di ruangan yang ditempati oleh Alfonso beserta orang-orang dari kelompok mafia Black Scorpion, para pelayan itu pun segera menghidangkan minuman dingin dan beberapa hidangan kecil.
"Sepertinya kau masih belum memahami satu hal, salah seorang korban keganasan anggota kelompok mafia Black Scorpion merupakan putri tunggal dari Calvin Steward, yaitu Laura. Dia merupakan istri dari Adrian Romero." ucap Alfonso melanjutkan penjelasannya.
Mendengar hal itu, akhirnya Samuel pun mengerti, mungkin ini adalah cara yang diambil oleh Calvin untuk membalas tindakan orang-orang dari kelompok mafia Black Scorpion. Namun entah mengapa, dia merasa ada campur tangan orang lain. Jika hanya orang-orang dari kelompok mafia Black Spider saja, pasti mereka tidak akan pernah bisa menghadapi orang-orang terlatih yang merupakan kelompok mafia berbahaya di kota x.
__ADS_1
"Apa kau yakin, mereka merupakan anggota kelompok mafia Black Spider dan tidak tergabung dengan mafia lainnya?" tanya Samuel untuk meyakinkan pemikirannya saat ini.
"Aku benar-benar sangat yakin, bahkan beberapa orang anggota kelompokku telah menyelidiki hal itu hingga sedetail mungkin. Namun untuk kasus lain, tentang menghilangnya Leonard dan juga orang-orangnya, aku merasa sepertinya memang ada pihak lain yang turut membantu Calvin Steward untuk menyelesaikan orang-orang itu." jawab Alfonso tak kalah pusing dengan Samuel saat ini.
"Baiklah, jika memang seperti itu aku akan mencoba untuk menyusup menuju kota J, namun akan lebih baik jika kau menghubungiku, setelah mendapatkan kabar lain, aku sangat yakin jika kelompok mafia itu memang tergabung dengan kelompok mafia lain yang berada di kota ini." ucap Samuel seraya bangkit dari kursi yang didudukinya, dia pun segera mengajak orang-orangnya untuk keluar dari tempat itu, tanpa melirik ke arah Alfonso sedikitpun. Bahkan minuman yang telah dihidangkan oleh para pelayan tadi, sedikitpun tidak mereka teguk.
Sepertinya Samuel memang jauh lebih berhati-hati dibandingkan dengan Leonard, dia tidak akan pernah menerima makanan dan minuman yang dihidangkan di tempat siapapun. Sebagai seorang wakil ketua mafia Black Scorpion, dia memang harus menjaga dirinya dengan sangat baik.
Tidak selamanya, orang yang bersikap tulus dan hormat terhadap mereka di depan, akan melakukan hal yang sama di belakang. Bisa saja Alfonso juga menikam mereka, jika sampai berusaha untuk meneguk minuman yang terhidang di atas meja.
Kepergian Samuel bersama orang-orangnya sejenak membuat suasana ruangan kerja milik Alfonso langsung sunyi, pria tua itu saat ini tengah memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk jika dirinya ikut campur dengan masalah yang saat ini dihadapi oleh kelompok mafia Black Scorpion.
Meskipun selama ini dirinya dikenal sebagai seorang pria yang sangat licik dan juga kejam, nyatanya Alfonso tidak memiliki keberanian yang begitu mendalam, dia bahkan seringkali mendapatkan perintah dari kelompok mafia besar, untuk membantu pekerjaan mereka.
.
.
.
Booom...
__ADS_1