Biola RismaWanda

Biola RismaWanda
35


__ADS_3

Pada akhirnya, Awanda hanya bisa menyaksikan kedekatan antara Yudha dan Risma saja.


.....


Sampai di aula penutupan acara, seperti biasa, Yudha dan Risma akan duduk di barisan kursi yang sama.


Acara penutupan dimulai dengan serangkaian acara yang lumayan membosankan. Mulai dari sambutan pembawa acara, hingga beberapa sambutan lainnya dari orang-orang yang terkait dengan perlombaan ini.


Kini, tiba saatnya acara puncak yang dinanti-nantikan oleh semua orang. Yaitu, acara penutupan sekaligus pengumuman pemenang lomba.


Satu demi satu juara telah diumumkan. Kini tinggal perlombaan musik yang belum terdengar pengumuman pemenangnya.


"Baiklah semua peserta dan juga penonton sekalian. Kini tinggal satu lomba lagi yang belum kita sebutkan pemenangnya, yaitu lomba musik berpasangan. Kami sengaja mengumumkan pemenang lomba ini diakhir, karena lomba ini yang paling kita nanti-nantikan pemenangnya. Karena juara satu dari lomba musik ini, akan di nobatkan menjadi raja dan ratu dengan membawa pulang medali emas dan sebuah mobil."


Sorakan dan tepuk tangan pun terdengar menggelegar menghiasi aula tersebut. Karena hadiah yang akan dibagikan buat juara satu, sangat besar jumlahnya.


"Baiklah, saya yakin kalian semua tidak sabar lagi untuk mengetahui siapa pemenang dari lomba musik berpasangan ini, bukan? Kalau begitu, langsung saja kita umumkan dari juara ketiga hingga juara satunya."


Pembaca pengumuman pemenang itu dengan lantang menyebutkan juara tiga dan dua dari lomba musik berpasangan tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, saya yakin kalian semua tidak sabar untuk mendengarkan juara satu dari lomba musik ini bukan? Saya akan umumkan pemenang yang telah berhasil mencuri semua poin penilaian dari semua juri. Juara satu lomba musik berpasangan kali ini diraih oleh SMA Harapan Bunda, yang berasal dari kabupaten Gemilang."


Tepuk tangan yang sangat meriah menghiasi aula itu. Kini, rasa penasaran semua peserta sudah terjawab.


Sedangkan Risma, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Tanpa sadar, Risma langsung menghambur kedalam pelukan Yudha karena ia sangat bahagia.


"Huuuuu ...."


Sorakan terdengar penuh kebahagiaan saat mereka melihat Risma yang kegirangan sampai tidak sadar langsung memeluk Yudha yang ada di sampingnya.


"Eh, maaf Yud. Aku gak sengaja," kata Risma sangat malu.


Risma yang merasa sangat malu akibat candaan tersebut, wajahnya mendadak merah merona. Langkah kakinya terasa sangat berat akibat malu karena dilihat oleh ratusan pasang mata.


"Baiklah semuanya, ini adalah raja dan ratu kita tahun ini. Pemenang juara satu musik berpasangan yang akan membawa sebuah mobil mewah dengan harga Lima ratus tiga puluh juta rupiah. Beri tepuk tangan yang meriah," kata pembawa acara itu dengan sangat lihai.


"Mereka adalah raja dan ratu terpilih tahun ini. Untuk penobatan dan pemasangan mahkota, kami persilahkan kepada bapak Athala selaku pemegang yayasan amal sekaligus penyumbang tersebar untuk perlombaan kita ini. Kepada bapak, kami persilahkan dengan segala hormat."


Orang yang dipanggil naik keatas panggung dengan sangat berwibawa. Tanpa kata sambutan lagi, ia didampingi oleh seorang asisten, menobatkan Risma sebagai ratu dan Yudha sebagai Raja.

__ADS_1


Setelah penobatan selesai, mereka langsung menyerahkan kunci mobil kepada mereka berdua. Juga tidak lupa dengan memasangkan medali emas pada Yudha dan Risma.


"Terima kasih kepada bapak Athala atas segala bantuan dan kemurahan hatinya," kata pembawa acara saat bapak Athala sudah sampai ketempat duduknya.


"Baiklah, saya akan bertanya sedikit pada raja dan ratu kita malam ini. Mereka terlihat sangat cocok sebagai raja dan ratu yah," kata pembawa acara pada semua yang hadir.


"Iya ...."


Penonton dan peserta yang hadir menjawab secara serentak. Sedangkan Risma, ia semakin merasa malu dan wajahnya semakin merah merona.


"Baiklah, kita tinggal dulu soal itu. Kita kembali pada niat saya untuk bertanya pada raja dan ratu kita ini. Saya mau tanya, kenapa permainan biola kalian dinamakan dengan, Biola Rismawanda?"


Risma terdiam, ia tidak tahu harus jawab apa. Ia tidak mungkin mengatakan kalau nama itu adalah nama gabungan antara nama Risma dan nama Wanda.


Risma melihat kearah Yudha. Ia berharap Yudha bisa membantunya untuk memberikan alasan yang tepat pada pembawa acara tersebut.


Untungnya, Yudha yang peka akan isyarat wajah Risma. Ia langsung memikirkan apa yang ingin ia katakan.


"Sebenarnya, nama yang kita ambil adalah nama gabungan antara Risma dan sahabat kita yang telah tiada. Kami sengaja memakai namanya untuk selalu mengingat, sahabat kami yang telah pergi mendahului kami," kata Yudha menjelaskan dengan raut wajah penuh kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2