Biola RismaWanda

Biola RismaWanda
38


__ADS_3

"Lho, kok malah bilang kita berdua sih?" kata Risma tak terima.


"Ya sukur, kalo mereka anggap kita yang pacaran. Kan harapan aku selama ini terkabul dong kalo gitu," kata Yudha dengan raut wajah serius.


"Yang benar kamu, Yud?" tanya Wira dengan wajah yang tak kalah seriusnya.


"Benar banget kak Wira. Sumpah deh, aku gak bohong," ucap Yudha sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Apa-apaan sih kamu, Yudha. Kak Wira pun sama aja," kata Risma kesal.


"Lah, apa salah kakak sih? Kenapa bilang kakak sama aja. Bukannya kakak ini adalah kakak sepupu kamu. Sedangkan Yudha, dia adalah masa depan kamu. Ya gak Yud?"


"Iya banget kak Wira. Ternyata, kak Wira udah kasih restu terang-terangan padaku. Terima kasih banyak kak Wira," kata Yudha dengan senyum manis sambil melirik Risma.


"Tunggu apa lagi, Yudha. Lamar sekarang aja deh Risma nya," kata Julia juga ikut-ikutan.


"Kak Juli!" kata Risma sambil melotot.


"Kalian semua sama aja deh kayaknya. Mendingan aku pergi dari sini, dari pada kumpul sama kalian semua. Bisa sakit ini kepalaku," kata Risma sambil bangun dari duduknya.


"Eh ... eh, mau kemana sih ratu Risma?" tanya Yudha sambil memegang tangan Risma.


"Mau masuk kelas, mau kemana lagi coba?"

__ADS_1


"Jangan pergi dulu dong," kata Yudha dengan nada memelas.


"Apa hak mu menahan aku?"


"Tidak ... tidak ada sih," kata Yudha sambil melepaskan tangan Risma.


Risma berbalik untuk meninggalkan Yudha.


"Yudha, jangan bengong. Ayo lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan," kata Wira.


"Maksud kamu?" tanya Julia tak mengerti.


"Lihat saja. Yudha pasti tahu apa yang harus ia lakukan," kata Wira.


"Risma! Aku suka sama kamu! Maukah kamu menjadi pacarku?"


Seketika, langkah kaki Risma terhenti ketika mendengarkan apa yang Yudha ucapkan. perkataan Yudha barusan, mampu membuat semua siswa yang ada di taman sekolah memperhatikan Yudha dan Risma.


Seketika, semua perhatian tertuju pada Yudha yang sedang berlutut dan Risma yang sedang berdiri membelakangi Yudha.


Anak-anak pun berdatangan membentuk lingkaran mengelilingi Risma dan Yudha. Mereka datang satu persatu, hingga membentuk sebuah lingkaran.


"Risma! Aku suka sama kamu, maukah kamu jadi pacarku?" tanya Yudha dengan sangat serius.

__ADS_1


Yudha tahu, kesempatan ini harus ia manfaatkan. Jika tidak, ia mungkin tidak akan punya kesempatan yang baik seperti ini lagi untuk menyatakan perasaannya pada Risma.


Perkiraan Yudha ternyata sangat benar. Setelah mendengarkan pernyataan cinta yang Yudha ucapkan untuk yang kedua kalinya. Semua siswa yang berkeliling itu meneriaki satu kata, yaitu kata terima.


"Terima ... terima ... terima ...." ucap semua siswa yang ada di sana secara serentak.


"Ayo Ris, terima aja ungkapan cinta dari Yudha. Kalian sangat cocok kok," kata Julia.


"Benar, kalian berdua sangat cocok," kata yang lain menangapi perkataan Julia.


"Iya, kalian berdua cocok. Kalian juga sudah mendapat gelar raja dan ratu, bukan?"


Satu persatu siswa meminta Risma untuk menerima Yudha sebagai pacarnya. Mereka beranggapan kalau Yudha dan Risma sangat cocok.


Sedangkan Risma, ia masih terdiam seribu bahasa saat ini. Matanya menatap lekat kearah Yudha yang tertunduk sambil memegang sebuah cabang pohon yang entah dari mana ia dapatkan.


"Ayo Ris, terima aja Yudha nya. Yudha kelihatannya sangat serius dan tulus kok," kata Julia.


"Bagaimana Ris? Jawab aja berdasarkan apa yang kamu rasakan. Jangan paksakan hati dan jangan hentikan rasa jika kamu memang benar cinta. Ingat! Kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kali. Jika kamu cinta, langsung terima saja. Jika tidak cinta, langsung tolak saja. Jangan biarkan dia menunggu terlalu lama tanpa ada kepastian," kata Wira panjang lebar.


"Baiklah Risma, aku akan ambil sebuah keputusan. Jika kamu terima aku, maka kamu ambil cabang pohon yang ada di tanganku saat ini. Jika tidak, kamu boleh pergi dari sini meninggalkan aku," kata Yudha dengan pasrah.


"Baiklah. Aku akan buat keputusan saat ini," kata Risma.

__ADS_1


Semua yang ada di sana, ikut merasakan apa yang Yudha rasakan. Mereka deg-degan menunggu Risma mengatakan apa keputusan yang akan Risma ambil.


__ADS_2