Biola RismaWanda

Biola RismaWanda
39


__ADS_3

"Baiklah, keputusan yang akan aku ambil adalah ...."


Risma menggantung kalimatnya. Membuat semua yang ada di sana semakin merasakan ketegangan yang luar biasa.


"Ayo Ris, katakan apa yang menjadi keputusan mu!" kata salah satu dari yang membentuk lingkaran.


"Keputusan yang akan aku ambil adalah ... aku ... menerima kamu menjadi pacarku, Yudha," kata Risma sambil mengambil cabang pohon yang sedari tadi Yudha genggam.


Sorak-sorakan dan tepuk tangan menghiasi taman samping sekolah. Menyita perhatian para guru yang sedang lewat melalui taman.


"Apa apa itu ramai-ramai?" tanya guru itu pada Syima yang menyaksikan dari arah kejauhan.


"Tidak ada apa-apa, Buk. Hanya permainan seperti biasa saja," kata Syima berbohong.


"Oh, baiklah. Katakan pada mereka, jangan terlalu berisik dan mengganggu ketenangan sekolah kita."


"Baik, Buk."


Guru itu pergi meninggalkan Syima yang masih setia berada di tempat ia berdiri sejak tadi.


Ucapan selamat membanjiri Yudha dan Risma. Teman-teman yang menyaksikan Risma menerima Yudha sebagai pacarnya, tidak mau ketinggalan untuk mengucapkan selamat pada raja dan ratu yang kini telah bersama.

__ADS_1


"Selamat Yudha, selamat Risma. Aku belum sanggup untuk mengucapkannya secara langsung. Aku hanya mampu mengucapkan dari kejauhan saja untuk saat ini. Aku harap, kalian berbahagia," kata Syima dari kejauhan tanpa beranjak sedikit pun.


.....


Empat tahun kemudian.


Hari ini adalah hari bahagia bagi Yudha dan Risma. Hari di mana Yudha menggenakan jas hitam dan kemeja putih di dalamnya. Sedangkan Risma, ia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang berwarna serba putih dari atas hingga bawah.


Hari ini, Yudha dan Risma akan melangsungkan pernikahan mereka. Tepat satu hari setelah hari kelulusan mereka dari universitas ternama di kota itu. Mereka pun memutuskan untuk mengikat hubungan mereka dari tunangan menjadi suami istri.


Hubungan yang telah lama mereka jalin dengan berbagai pernak pernik kehidupan yang menghiasinya perjalan asmara mereka. Ternyata mampu mencapai pelaminan.


Masih tergambar jelas di benak mereka berdua, saat di mana pernyataan cinta yang di saksikan puluhan mata siswa SMA Harapan Bunda, diterima oleh Risma. Sejak saat itu, mereka berdua resmi menjadi sepasang kekasih yang masih berstatus cinta monyek.


Yudha dan Risma mampu bertahan, menjaga cinta yang mereka bina dari SMA hingga duduk di bangku perkuliahan dan mereka bawa kejenjang pernikahan.


Mereka berdua telah melalui, mulai dari gerimis, hingga badai yang datang menerjang perahu asmara yang mereka kendarai.


Mereka mampu bertahan dan menjaga perahu asmara itu agar tidak tenggelam. Dan buktinya, hari ini mereka telah sampai di tempat tujuan yang selama ini mereka idam-idamkan.


Resepsi berlangsung sangat meriah. Menghadirkan tamu-tamu yang sangat ramai. Mulai dari kerabat, hingga rekan kerja kedua belah orang tua Risma dan Yudha.

__ADS_1


Dan Juga, mendatangkan semua sanak keluarga yang tak kalah ramainya.


"Selamat ya, buat kalian berdua," kata Wira sambil menjabat dan memeluk adik sepupunya ini.


"Terima kasih kak Wira, aku tidak akan ada di samping Risma saat ini, jika tanpa bantuan kak Wira," kata Yudha sambil berpelukan dengan Wira.


"Semua itu aku lakukan untuk adikku, bukan untuk kamu," kata Wira bercanda.


"Aku juga adik kak Wira saat ini," kata Yudha.


"Siapa bilang?" tanya Risma yang sibuk mencubit pipi keponakan yang ada dalam gendongan kakak iparnya.


"Aku yang bilang lah. Siapa lagi coba?" tanya Yudha penuh percaya diri.


"Ih, siapa yang mau anggap kamu adik sepupu aku? Kamu gak ingat, saat kamu nyatakan cintamu pada adikku, kamu bukannya bawa bunga, melainkan bawa cabang pohon," kata Wira terang-terangan mengungkit masa lalu.


"Ya ampun, aku juga ingat lho sayang. Bagaimana wajah Yudha saat ini," kata Julia yang sedang berada di samping Risma sejak tadi.


"Ih, kenapa harus membahas masa lalu sih. Aku kan jadi malu kalo ingat soal cabang pohon," kata Yudha sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku juga ingat bagaimana reaksi Yudha saat menyatakan cinta pada Risma," ucap seseorang dari arah belakang Wira.

__ADS_1


Seketika, mata mereka semua tertuju pada suara yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan antara pengantin dan kakak sepupunya.


Gadis yang ikut bicara tersebut tersenyum saat melihat semua menatap kearahnya.


__ADS_2