Biola RismaWanda

Biola RismaWanda
Sembilan


__ADS_3

Sejak saat itulah, Wira pindah dan menetap di kota yang sama dengan paman dan bibinya. Yaitu, papa Risma dan mama Syima.


Julia yang menjadi teman masa kecil Wira, ikut pindah bersama dengan orang tuanya. Mereka menetap di kota yang sama dengan Wira dan mamanya.


"Tidak apa-apa Juli, kamu tidak salah," kata Wira sambil mengusap wajahnya.


Julia merasa bersalah sekali, saat melihat apa yang Wira lakukan. Ia tahu, kalau Wira itu barusan menghapus air matanya, bukan sengaja mengusap wajah.


Julia sangat amat merasa bersalah, dengan apa yang ia katakan barusan. Ia menyesal sekali, telah membuka luka lamanya Wira.


'Maafkan aku Wira, aku janji, aku akan membantu kamu menjaga adik-adikmu yang saat ini kamu jaga dengan sangat baik. Walaupun mereka tidak tahu, seberapa besar usaha kamu untuk mereka berdua,' kata Julia dalam hati.


Di persimpangan taman kota, Wira dan Julia berpisah. Karna Wira ingin bertemu dengan Syima yang ingin bicara padanya.


"Juli, aku harus ketaman sebentar, kamu bisa pulang duluan aja."


"Baiklah, aku akan pulang duluan. Tapi, aku sarankan sama kamu, jangan lama-lama pulangnya ya," kata Julian.


"Iya, terima kasih atas perhatiannya manja manis," kata Wira bercanda.


"Jangan bercanda lagi, temui saja adik sepupu kamu itu. Nanti, dia bisa ngambek dan teriak-teriak lagi," kata Julia.


Wira hanya membalas perkataan Julia dengan sebuah senyum manis.


'Kamu masih bisa bercanda denganku Wira. Padahal aku tahu, kamu sedang banyak masalah dan sedang sangat pusing akibat ulah adik sepupu manja kamu itu,' kata Julia sambil melihat Wira berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


Julia juga tahu bagaimana sifat kedua adik sepupu Wira ini. Karna ia sudah lama berteman dengan Wira.


Julia tahu, kalau Syima adalah anak yang manja dan selalu ingin di turuti keinginannya. Tapi kalau Risma, ia adalah gadis dingin yang sangat hemat kata. Ia juga tidak pernah meminta apapun pada Wira. Namun, ia lebih membuat Wira cemas, dengan sifat dingin dan hemat katanya itu.


"Kak Juli."


Julia kaget setengah hilang kesadaran, saat seseorang memanggil namanya dengan lembut.


"Risma," ucap Julia sangat kaget saat melihat siapa yang memanggil namanya.


"Kenapa melamun di jalan?"


"Gak, gak ada apa-apa. Hanya sedikit lelah saja," kata Julia sambil menahan rasa kagetnya.


"Oh," ucap Risma singkat.


Hal ini sudah biasa bagi orang yang sudah kenal dekat dengan Risma.


"Kamu mau kemana Ris?" kata Julia penasaran.


"Mau kerumah kak Syima, kak."


"Hmz, bisakah kamu temani kaka kewarung sebentar Ris?"


"Ke warung?"

__ADS_1


"Iya kewarung, kaka haus banget sekarang, capek lapar juga iya. Mau gak temani kaka beli makanan?"


"Hmz ... iya deh, aku temani kak Juli sebentar," kata Risma pada akhirnya.


Sementara itu, di taman bundaran persimpangan. Wira sedang mencari keberadaan Syima sejak lima menit yang lalu.


Dan akhirnya, Wira melihat Syima yang duduk sendirian di bawah pohon besar di taman ini.


"Maafkan kakak ya Syima, kamu udah lama nunggu kaka ya?" kata Wira sambil duduk di samping adik sepupunya.


"Kak Wira memang selalu mendahulukan Risma dari pada akukan. Sudah biasa seperti ini kak."


"Apa maksud kamu Syima, kakak gak pernah bedain antara kamu dengan Risma. Bagi kaka, kalian berdua itu sama-sama adik kakak."


"Kakak tidak pernah merasa ada diposisi aku kak. Makanya kaka gak tahu, kalau kaka itu pilih kasih sekarang."


"Syima, katakan saja apa punca dari masalah yang kamu hadapi, jangan berbelit-belit dan jangan mencari kesalahan orang lain," kata Wira sudah tidak sabar lagi sekarang.


"Kenapa kakak malah ingin bantuin Yudha sama Risma berteman? Padahal, aku juga suka sama Yudha," kata Syama sedikit berteriak.


"Syima, kamu lihat, apakah Yudha itu suka sama kamu atau sama Risma?"


Syima terdiam, ia tahu kalau Yudha memang tidak suka padanya. Karna sejak pertama masuk sekolah, Yudha mempunyai tatapan berbeda pada Risma.


"Tidak kan? Yudha tidak suka sama kamu bukan? Yudha itu tertarik sama Risma sejak awal. Kamu bisa lihat, bagaimana Yudha berusaha selalu mencuri perhatian Risma."

__ADS_1


"Dan lagian, kakak yakin, Yudha bisa mengubah Risma yang sekarang menjadi Risma yang dulu lagi. Kakak yakin untuk itu, makanya kaka bantu Yudha buat dekat dengan Risma."


__ADS_2