Biola RismaWanda

Biola RismaWanda
37


__ADS_3

Kembalinya Yudha dan Risma membawa kemenangan ke sekolah. Disambut dengan suka cita oleh teman-teman dan seluruh guru.


Bagaimana tidak, mereka telah membawa nama baik sekolah ke provinsi. Seluruh kabupaten tahu kualitas sekolah SMA Harapan Bunda saat ini. Nama sekolah telah harum karena kemenangan Yudha dan Risma.


Kini, Risma dan Yudha dikenal sebagai raja dan ratu di setiap sudut sekolah SMA Harapan Bunda. Bukan hanya dari kalangan siswa yang memanggil mereka dengan sebutan raja dan ratu. Para guru juga tidak ketinggalan memanggil mereka dengan sebutan raja dan ratu.


"Risma, kakak bangga dengan apa yang telah kamu capai saat ini," kata Wira sambil menepuk bahu Risma yang sedang duduk di taman sendirian.


"Ini semua juga berkat dukungan kak Wira dan yang lainnya, kak. Jika tidak, aku dan Yudha juga tidak akan meraih kemenangan di provinsi," kata Risma sambil tersenyum.


"Oh iya, di mana Yudha saat ini. Tumben kakak tidak melihat anak itu sejak ia pulang kemaren?"


"Yudha sedang bicara sama pak Tirta, kak."


"Cie ... kayaknya kamu tahu semua apa yang Yudha lakukan sekarang. Dan juga, kakak lihat, kamu dan Yudha sangat dekat. Ada apa-apanya nih," kata Wira menggoda Risma.


"Apa-apaan sih kak Wira. Aku dan Yudha tidak ada apa-apa. Hanya sebatas teman dekat saja. Karena kami kan hanya berdua di sana."


"Ah, gak percaya kakak dengan apa yang kamu katakan. Pasti ada yang kamu sembunyikan dari kakak nih," kata Wira terus menggoda.


Di seberang sana, seseorang sedang memperhatikan Wira dan Risma dari kejauhan.

__ADS_1


Sebuah tangan menyentuh pundak orang yang sedang memperhatikan Wira dan Risma dengan pelan. Tubuh itu terperanjat karena kaget. Lalu membalik badannya melihat orang yang telah menyentuhnya.


"Yudha," kata orang tersebut masih dengan nada kagetnya.


"Kenapa bengong di sini Syima?" tanya Yudha pada orang yang ia buat kaget barusan.


Ya, yang sedang memperhatikan Wira dan Risma adalah Syima. Ia tidak ingin ikut dalam pembicaraan antara kakak dan adik sepupunya yang sedang membahas Yudha.


Kerena sampai detik ini, ia masih belum siap untuk ikut membicarakan Yudha untuk Risma. Karena hatinya sulit untuk menyerah, padahal ia sangat ingin mengikhlaskan Yudha.


Sementara itu, Julia dengan langkah terburu-buru berjalan menuju taman sambil membawa dua gelas jus semangka di tangannya.


Matanya liar melihat kesana-kemari untuk menemukan seseorang. Pada akhirnya, bibir Julia terlukis sebuah senyum manis saat matanya berhasil menemukan sosok yang sedang ia cari.


"Sayang?" tanya Risma dengan nada sangat penasaran.


Ia melihat Wira dengan tatapan yang penuh arti. Mata Risma menatap tajam kearah Wira yang sedang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Eh, ada Risma juga ternyata di sini. Tapi sayangnya, jus yang kakak beli cuma dua," kata Julia sambil menenteng jus tersebut.


Julia seakan-akan tidak menghiraukan apa yang sedang ingin Risma ketahui. Ia malah sibuk dengan jus yang ia bawa.

__ADS_1


"Kak Wira, kak Julia, ada yang mau kalian jelaskan padaku, atau tidak?"


"Itu ... biarkan kakakmu yang menjelaskannya," kata Julia sambil malu-malu.


"Kak Wira ...."


"Iya baiklah. Kakak akan jelaskan apa yang ingin kamu ketahui. Sebenarnya, saat kamu sibuk dengan latihan-latihan yang membuat hari-harimu sibuk. Kakak dan Julia semakin dekat, sehari demi sehari. Dan pada akhirnya, kak dan kak Julia ... kami memutuskan untuk pacaran. Maksudnya ... mencoba untuk pacaran," kata Wira menjelaskan dengan napas yang ia kumpul sejak tadi.


"Yah, tinggal bilang kakak dan kak Julia pacaran aja kok repot gitu," kata Risma santai.


"Apa! Kalian pacaran!" kata Risma lagi dengan suara tinggi karena kaget.


"Yah, sudah kakak duga bagaimana reaksi yang akan kamu perlihatkan. Makanya, kakak jelaskan dengan pelan," kata Wira dengan canggung.


"Siapa yang pacaran?" tanya Yudha yang berlarian menuju Risma.


"Dari mana aja sih kamu, Yudha. Kan udah ketinggalan berita sekarang," kata Risma kesal.


"Yah, baru aja aku tinggal bentar, udah gitu reaksinya," kata Yudha menggoda Risma.


"Ini ... siapa yang pacaran sebenarnya sih? Kita apa mereka berdua?" tanya Julia pada Wira.

__ADS_1


"Gak tahu. Mungkin mereka berdua kali," kata Wira sambil mengangkat bahunya.


__ADS_2