Bismillah Aku Memilihmu

Bismillah Aku Memilihmu
Part 19 | Penjelasan I


__ADS_3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم


"Berpikirlah sebelum bertindak karena bertindak tanpa berpikir hanya akan membuatmu jatuh dalam lubang penyesalan terdalam."


▪▪▪


Farhan yang beberapa menit lalu tak sadarkan diri dikejutkan dengan kehadiran istrinya, yang tengah duduk manis di samping ranjang. Ada rasa lega sekaligus bahagia yang menyapa rongga dada. Keduanya hanya saling terdiam dengan pikiran yang melanglang buana entah ke mana. Shandra ragu jika mempertanyakan terlebih dahulu, sedangkan Farhan bingung harus memulainya dari mana. Keadaan di antara mereka serba salah dan tak ada yang mau mengalah untuk memulai lebih dulu.


"Shan," panggilnya karena sudah gatal melihat sang istri yang tak mengeluarkan suara sama sekali.


"Ya," sahut Shandra pelan seraya menatap suaminya. Kedua mata mereka terkunci beberapa detik namun dengan cepat Shandra memutus kontak netra di antara keduanya.


"Apa loe mau denger penjelasan gue?" tanyanya sedikit ragu. Tapi dia harus segera menjelaskan duduk perkaranya, agar tak merembet ke mana-mana. Kepala Shandra menoleh dan anggukan kecil dia berikan sebagai jawaban.


Menarik napas panjang dan mengembuskannya secara perlahan. "Apa loe liat postingan di akun instagram gue?" seloroh Farhan memulai sesi penjelasannya.


Shandra menggeleng sekali tapi detik berikutnya mengangguk, membuat Farhan bingung tak mengerti dengan respons yang diberikan oleh istrinya.


"Saya mengetahui perihal foto itu dari Siska karena saya tidak bermain sosial media," jelas Shandra menjawab kebingungan suaminya. Farhan hanya mengangguk saja. Ingatannya kembali terbang pada kejadian beberapa waktu lalu, saat dia tengah bekerja seperti biasa di kantornya.


Terlihat seorang laki-laki dengan setelan formal tengah duduk di kursi kebesarannya. Jangan lupakan laptop yang begitu setia menyala di depan mata. Jari-jemarinya begitu lincah bermain di atas papan ketik, namun fokusnya teralihkan karena suara notifikasi gawai yang berada di samping laptop.


Kedua netranya menatap tajam pada layar pintar itu. Wajah putihnya pun sudah memerah dengan kedua rahang yang mengencang tegas, bahkan urat-urat lehernya pun sampai kelihatan. "Kurang ajar!" umpatnya seraya meletakkan kasar ponsel yang sedang dia pegang di atas meja. Sebuah pesan whatsapp dari kawannya yang memperlihatkan potret kebersamaan dia dan Sarah di salah satu akun media sosialnya tersebar ke jejaring maya.


Salah satu sudut bibirnya terangkat, rencana licik tengah berkeliaran di dalam otak cerdasnya. Dia mengetikkan beberapa kata dan mengirimkannya pada wanita ular di seberang sana.

__ADS_1


To : Bekas Pacar


Sayang kita ketemuan yuk, aku kangen sama kamu.


Kira-kira begitulah isi pesan yang Farhan kirimkan pada wanita gila harta yang tak lain adalah Sarah, mantan pacarnya. Senyum miring semakin terbit kala membaca balasan dari sarah yang begitu menggelikan.


Masih teringat dengan jelas dalam ingatannya, saat dia tak sengaja mendengar percakapan sang mantan pacar dan orang tua wanita itu dua hari lalu. Mereka tengah merencanakan sesuatu yang buruk untuk kemajuan bisnisnya, dan ingin menguasai seluruh usaha yang sudah dirintis oleh ayahnya sejak dulu. Dia tidak akan membiarkan siapa pun mengambil alih haknya, oleh sebab itu selama satu minggu belakangan ini dia menjalin komunikasi dan sudah beberapa kali bertemu dengan Sarah. Tujuannya hanya satu, dia ingin menggagalkan niat buruk yang sedang wanita itu rencanakan.


Tapi ternyata tindakan yang Sarah lakukan sudah di luar kehendaknya. Baru saja dia melihat foto lama dirinya bersama Sarah di posting di akun media sosial miliknya, dengan caption yang membuat dia muak sekaligus naik darah. Bagaimana jika istri dan keluarganya melihat? Dia kembali mendesah lemah, perempuan bernama Sarah itu sungguh membuat dirinya kewalahan. Perempuan itu sangat cerdik dan sedikit gila jika menyangkut harta. Sampai akun media sosialnya saja berada di atas kendali wanita itu, semua gerak-gerik Farhan terbatas. Bukannya dia takut dan tak berani dengan Sarah, tapi ancaman dari Sarah membuat dia urung melakukan tindakan berlebih. Wanita itu mengancam akan melukai siapa saja yang berada di dekat dirinya, orang tua, mertua, dan juga istrinya menjadi sasaran empuk Sarah.


"Loe salah pilih mangsa. Gue akan ikutin cara main loe," gumamnya seraya memasukkan handphone dan kunci mobil ke dalam saku jas bermereknya.


"Batalkan semua jadwal meeting hari ini. Saya ada urusan," perintah Farhan pada saat melewati meja kerja sekertarisnya.


Dia begitu tak sabaran mengendarai mobilnya untuk menuju sebuah rumah di kawasan perumahan elit yang berada tak jauh dari kantornya. Rumah mewah nan megah berpagar besar itu sudah terbuka lebar, dan seperti mempersilakan Farhan untuk memasukinya. Dan benar saja di ambang pintu terlihat perempuan dengan balutan mini dress berwarna hitam pekat serta sepatu high heels-nya tengah berdiri dengan begitu elegan.


Senyum penuh kemenangan terbit di wajah Sarah, dengan tanpa izin dia bergelayut manja di lengan kokoh Farhan. "Enggak kok. Mau selama apa pun kamu, aku pasti akan setia menunggu," ucapnya dengan senyum menggoda iman.


Dengan pelan takut rencananya gagal, Farhan melepaskan tangan kotor Sarah dari jas mahalnya. "Gak enak diliat tetangga."


Sarah sedikit mendengus. "Ya udah masuk yuk Papih sama Mamih udah nunggu kamu dari tadi," katanya yang membuat Farhan shock bukan main. Ini di luar ekspektasinya.


"Ayo masuk, malah bengong di sini," cetusnya yang membuat Farhan kembali sadar.


"Mending kita langsung jalan aja, aku udah siapin kejutan buat kamu," tolak Farhan. Bisa panjang urusannya kalau sampai dia kembali bertemu dengan kedua orang tua mantan pacarnya itu.

__ADS_1


"Enggak papa jalannya nanti aja agak sorean, mending sekarang masuk dulu. Ada yang mau Papih bicarakan," sanggahnya yang membuat Farhan pasrah mengikuti permainan ular betina di sampingnya.


Farhan kembali dikejutkan dengan penampilan kedua orang tua Sarah yang begitu formal dan elegan. Perasaan dia semakin tidak enak, dan dia sedikit menyesali tindakannya yang begitu bodoh masuk ke kandang harimau.


"Ayo silakan duduk calon mantu," ucap ayah Sarah yang membuat bulu kuduk Farhan berdiri. Dalam hati dia tak henti-henti mengutuk dirinya sendiri.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanyanya lagi yang membuat Farhan menegang bukan main.


Menikah? Yang benar saja, dia sudah memiliki istri. Ya walaupun dia belum mencintai istrinya, tapi dia tak ada niatan sedikit pun untuk menikah lagi. Terlebih lagi menikah dengan wanita ular seperti Sarah, bisa hancur masa depannya.


"Jangan terlalu lama menunda pernikahan, gak baik untuk tumbuh kembang anak kalian jika lahir tanpa status dan pengakuan dari negara," tutur ibu Sarah yang semakin membuat Farhan diam. Wajahnya sudah sedikit memucat karena kaget sekaligus bingung.


Anak? Gila! Menyentuhnya saja Farhan tak berselera, apalagi memiliki keturunan dari rahim wanita licik semacam Sarah. Masih lebih baik istri kakunya, walau terkadang membuat dia naik darah. Tapi tak apa, setidaknya Shandra lebih baik. Ish, dalam keadaan genting semacam ini kenapa otaknya masih saja memikirkan Shandra? Dia harus segera membersihkan pikirannya agar tak melantur ke mana-mana.


Farhan mendelik tajam ke arah Sarah yang duduk di sampingnya dengan tenang. Tapi respons Sarah sungguh membuat Farhan muak dan ingin mengacak-acak wajah sok cantiknya. "Aku hamil anak kamu, Sayang."


Kesabaran Farhan sudah tidak bisa dibendung lagi, dia bangkit dari duduknya. Menatap tajam tiga manusia yang begitu santai dan terlihat tak berdosa. "Permainan macam apa yang kalian rencanakan, hah?! Saya tidak akan pernah menikahi dia! Karena saya sudah memiliki istri yang jauh lebih dari segalanya dari dia!" sentaknya dengan napas memburu seraya menunjuk tepat di kedua bola mata Sarah.


Farhan merasa heran karena tak mendapati raut wajah terkejut sama sekali di antara tiga manusia itu. "Saya sudah tahu. Tapi kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu kepada putri saya hingga dia mengandung anak kamu!" tegas pria paruh baya itu kepada Farhan. Dia pun sudah berdiri berhadapan dengan Farhan, saling menatap sengit penuh ketajaman.


Pernikahan Shandra dan Farhan memang digelar secara sederhana, dan hanya mengundang orang-orang penting saja, dan ketiga manusia di depannya tidak terdaftar sebagai tamu undangan. Sarah pun mengetahui Farhan sudah menikah pada saat dia tak sengaja bertemu di acara peresmian perusahaan rekan kerja ayahnya beberapa waktu lalu.


"Saya tidak pernah menyentuh putri Anda! Coba Anda jelaskan di mana letak kesalahan saya?!"


"Kamu menghamili putri saya!" sahutnya penuh penekanan.

__ADS_1


Farhan menjambak rambutnya kasar. Andaikan waktu bisa diputar kembali , dia tidak akan pernah mau mengikuti permainan licik keluarga Sarah. Dia harus cepat pulang sebelum semua masalahnya semakin runyam. Namun baru satu langkah dia berjalan, tubuhnya sudah limbung karena obat bius yang diam-diam Sarah suntikan. Tubuh Farhan jatuh tak sadarkan diri dan langsung ditangkap dengan sigap oleh ayah Sarah.


▪To be continue▪


__ADS_2