Bismillah Aku Memilihmu

Bismillah Aku Memilihmu
Part 29 | Pergi Kondangan


__ADS_3

"Kebahagiaan itu diciptakan bukan malah dicari, cukup dengan hal-hal sederhana saja jika kita bersyukur pasti akan merasakannya."


▪▪▪


Tak terasa kini kandungan Shandra sudah menginjak usia kelima bulan, perut ratanya pun sekarang sudah kelihatan membuncit. Hubungan Farhan dan Shandra juga hari demi hari semakin terlihat normal seperti pasangan lainnya. Saat ini mereka sedang bersiap untuk menuju ke pernikahan sang sahabat yang letaknya di luar kota.


"Shan mending kita jangan ke sana aja yah, gue takut loe kecapean karena perjalanannya cukup jauh," bujuk laki-laki yang sudah tampan dan gagah dengan balutan pakaian formal khas orang kondangan.


"Sahabat saya menikah dan saya harus ke sana. Pada saat kita menikah dia memaksakan dirinya untuk hadir, apa salah jika saya ingin melakukan hal serupa dengan yang Siska lakukan?" balas perempuan berbadan dua yang tengah bingung memilih khimar yang akan digunakannya.


Pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu menghela napas berat. Berdebat dengan istrinya hanya membuang-buang waktu saja. "Ya udah terserah loe aja, tapi kalau di sana loe kecapean dan ngerasain sesuatu yang ganjal buru-buru bilang gue," putusnya yang disambut anggukan kecil oleh sang istri.


"Lebih bagus yang mana?" tanya Shandra meminta saran, sedari tadi dia tak bisa menentukan pilihannya. "Yang mana aja terserah loe, udah lah Jangan banyak mikir pake yang paling pas sama baju yang loe pake," sahut Farhan yang membuat wanita hamil itu mendengus tak suka. Selalu saja seperti itu.


"Buruan nanti kita telat datang ke acara nikahannya," peringat sang suami pada istrinya yang masih saja duduk manis di depan meja rias, perempuan itu masih belum menentukan pilihan. Pria itu mengembuskan napas kasar, semenjak hamil istrinya selalu dipusingkan dengan model pakaian yang harus dia gunakan. Hal itu membuat dia sedikit kesal dan tak suka, mengapa setiap perempuan selalu ribet dalam segala hal?


"Udah pake yang ini lebih cocok dan pas buat loe," tutur Farhan akhirnya menjatuhkan pilihan pada khimar terusan berwarna biru langit terang.


"Terima kasih," ucap Shandra yang dengan senang hati langsung menggunakannya. Farhan sedikit menepuk-nepuk puncak kepala sang istri gemas. Istri kakunya itu sekarang sedikit manja, tapi jujur sih dia lebih suka sang istri yang sekarang dibanding dulu yang kelewat dingin.

__ADS_1


"Yuk," ajaknya seraya menyodorkan telapak tangan kanan ke arah sang istri, dia ingin bergandengan tangan dari kamar menuju parkiran apartemen. Tapi respons yang diberikan oleh istrinya sungguh membuat Farhan malu dan sedikit kesal, istri kakunya itu justru meninggalkan dia sendirian dengan tangan mengambang di udara. Ok, sepertinya untuk hal bermesraan di depan umum masih sangat enggan wanita itu lakukan. Padahal Farhan ingin menunjukkan pada seisi dunia, bahwa dirinya sudah berhasil menaklukan wanita kaku yang kini tengah mengandung buah hatinya.


"Cepat Mas!" Ucapan dingin Shandra menyadarkan Farhan dari lamunan singkatnya. Dengan cepat dia mengikuti langkah pelan sang istri yang berjalan di depannya. Terlihat sesekali wanita itu memegang perut buncitnya, dan juga pinggang bagian belakangnya. Hal kecil semacam itu tak pernah luput dari pandangan Farhan.


"Ada yang sakit?" tanyanya penuh perhatian. Gelengan dari sang istri membuat laki-laki itu sedikit lega. Akhirnya setelah sekitar lima menit berjalan, keduanya pun sampai di parkiran.


Farhan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk permaisuri hatinya, namun dengan cepat dicegah oleh Shandra. "Saya bisa sendiri," katanya yang membuat laki-laki itu mendengus kesal. Setiap kali dia ingin memanjakan sang istri, pasti istrinya itu menolak mentah-mentah. Tapi jika mood dia sedang berantakan istrinya itu malah menunjukan sifat manjanya yang terkadang membuat dia jengkel bukan kepalang.


▪▪▪


Akhirnya setelah menempuh perjalanan berjam-jam mereka sampai juga di kediaman Siska yang sudah dipenuhi dengan tamu undangan. Pernikahannya digelar secara sederhana dan diadakan di kediaman mempelai perempuan, sesuai permintaan dari keluarga Siska tentunya.


"Gak sia-sia juga perjuangan si Irfan buat dapetin Siska, akhirnya mereka duduk di pelaminan," cetus Farhan yang diangguki oleh istrinya.


"Hati-hati dong, Sayang. Rusuh amat jalannya," peringat seorang laki-laki pada istrinya yang kini sedang berbadan dua.


Namun peringatan sang suami tak dipedulikan oleh istrinya. Perempuan dengan perut besar itu terlihat sudah mulai mendekat, ke arah pasangan pengantin yang tengah duduk di kursi pelaminan.


Terlihat sepasang kekasih halal itu sedikit meringis melihat aksi kejar-kejaran di antara Farhan dan Shandra. Siska melirik sekilas sang suami yang juga tengah melihat ke arahnya. "Kalau nanti kamu hamil jangan lari-larian kaya gitu yah," tutur Irfan yang berhasil membuat semburat merah tomat terpatri apik di wajahnya.

__ADS_1


"Kamu terlalu jauh mikirnya," sahut Siska malu-malu. Irfan hanya **** senyumnya sebagai respons.


"Untung gak jatoh. Loe itu harus inget kalau ada satu nyawa lagi di dalam perut loe," tutur Farhan saat berhasil menangkap tubuh besar sang istri.


"Buktinya saya tidak terjatuh, bukan? Saya sudah tidak sabar ingin memberikan ucapan selamat kepada Siska dan Irfan," sela calon ibu muda bernama, Shandra.


"Iya, tapi pelan-pelan. Mereka juga gak bakal kabur ke mana-mana," ujar Farhan yang begitu mengkhawatirkan istri dan calon bayinya.


Setelah perdebatan kecil itu, Shandra dan Farhan naik ke atas pelaminan dengan bergandengan tangan. Beruntung kali ini pria dewasa itu tidak mendapatkan penolakan, jika sampai hal itu terjadi dia pasti akan malu tujuh turunan.


"Selamat yah, Bro akhirnya melepas masa lajang juga," ucap Farhan yang lebih dulu memberi selamat pada Irfan.


"Thanks, ini juga karena bantuan loe sama Shandra," sahut Irfan begitu berterima kasih. Berlangsungnya pernikahan dia dan Siska tidak lepas dari campur tangan Farhan dan Shandra.


Farhan tersenyum semringah. "Gue turut bahagia atas pernikahan kalian berdua," ungkap Farhan setelah mengurai pelukannya.


Shandra yang memang sedari tadi sudah antusias, dengan segera memberikan pelukan hangat kepada sahabatnya. Ucapan dan doa mengalun indah dari sela bibirnya. "Selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga Allah senantiasa memberkahi rumah tangga kalian."


"Aamiin," satu kata itu keluar dari mulut mereka secara bersamaan.

__ADS_1


Mereka berempat menyempatkan untuk berfoto terlebih dahulu. Shandra yang berada di sebelah Siska dan Farhan di sebelah Irfan. Senyum dan rona bahagia terukir indah di wajah mereka. Bahkan, khusus untuk hari ini Shandra tersenyum dengan begitu lebar dan tak menampakkan wajah datar.


▪To Be Continue▪


__ADS_2