BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
keputusan Yuni


__ADS_3

visual Yuni


Shen Yue sebagai Yuni.


Anak desa yang merantau ke kota untuk meraih cita-citanya, kuliah yang baik dan meraih gelar sarjana. pekerjaan impiannya yaitu sebagai Desainer interior. Dia sangat menyukai tata ruang.



Karena kekurangan ekonomi menyebabkan Yuni harus mengalah dengan keputusan orang tuanya.


Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, adik-adiknya lebih membutuhkan biaya sekolah.


" Kamu harus ikhlas mbak. Ibu dan Bapak hanya petani kecil. Penghasilan dari sawah mana cukup untuk biaya kuliah dan hidup mbak di kota. Mana kedua adikmu masih butuh banyak biaya." kata-kata ibunya yang selalu terngiang di telinga Yuni.


Yunita Suryani. Anak sulung dari tiga bersaudara. dua adiknya Yanti Suraya dan Yudi Baskoro. mereka hanya selisih umur dua tahun. jika sekarang Yuni berumur sembilan belas tahun, Yanti umur tujuh belas tahun maka Yudi umur lima belas. Mereka berdua sedang menempuh pendidikan di SMK.


memang benar. mereka berdua sedang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


" jika mau kuliah mbak mesti cari kerja. paling tidak bisa untuk tambahan biaya hidup mbak di kota." kata ibunya lagi.

__ADS_1


"kita orang susah mbak. kita harus tahu menempatkan diri." Yuni hanya bisa diam. tidak berani melawan ibunya.


"inggih bu. mbak manut. mbak tidak akan memaksa untuk kuliah. Mbak bakal cari pekerjaan saja.Jadi ijinkan Mbak untuk berangkat ke kota ya buk, pak." Kata Yuni memohon ijin


Kedua orang tua Yuni hanya bisa mengiyakan keputusan putri sulungnya.


Berbekal uang tabungan dan beberapa perhiasan pemberian ibunya, Yuni berangkat dengan bus malam dari kota kecil mereka.


Yuni berencana tinggal bersama temannya yang sudah lebih dulu tinggal di Jakarta dan bekerja di salah satu pabrik garment.


" Kebetulan bus sepi penumpang, aku jadi bisa selonjoran." kata hati Yuni bicara.


"hi hi. sok tau aku ki lo. jare sopo dua orang itu mau tengok cucu..? siapa tahu malah mau pulang setelah bepergian..


" Tapi mereka sangat mesra. bikin iri hati orang muda saja". Yuni masih bermonolog melihat pasangan paruh baya itu tidur sambil bersandar bahu satu sama lain.


Tak terasa kantuk menguasai mata Yuni. Dan tenggelamlah Yuni di alam mimpi yang indah.


Di atas tanah lapang yang luas beralaskan rumput tebal dan bunga-bunga liar bermekaran. Yuni berlarian mengejar Yanti dan Yudi. Ketiga anak kecil itu saling mengrjar dan teriak kegirangan, mereka tampak sangat gembira. Sementara ibu dan bapaknya berada di tengah sawah yang penuh dengan tanaman sayuran.

__ADS_1


Mimpi masa kecil mereka yang indah masih sering muncul disetiap tidur Yuni.


"Baru juga mau berangkat, aku sudah merindukan mereka". Gumam Yuni dalam keheningan malam.


***


Tak terasa perjalanan sudah membawanya ke terminal tujuan.


"Jakarta aku datang. sambutlah cah ndeso ini dengan baik. Jakarta oh Jakarta." Dihirupnya udara pagi ini dalam-dalam. Yuni merentangkan tangan dan menengadahkan mukanya ke langit.


" Ya Alloh.. mudahkanlah jalanku.. Aamiin." diusapkan kedua telapak tangannya di wajahnya.


"Aku harus menelpon Ika, temannya, untuk ngabari jika aku sudah sampai terminal." Yuni mengeluarkan benda pipih warna silvernya. Android usang miliknya, dibelikan ibunya saat dapat arisan bulanan. Android murahan pun sudah bersyukur. orang tuanya tak mungkin mampu membelikan benda mahal itu.


menunggu di terminal hampir satu jam. Karena masih pagi buta. Mungkin Ika masih tidur dan telponnya ga di jawab. Sampai waktu subuh datang telpon Yuni belum ada jawaban. Yuni memutuskan untuk sholat dulu di Mushola yang ada di terminal Kalideres.


*******----****


Episode1 segini dulu ya teman... silahkan tulis komentar

__ADS_1


__ADS_2