BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Langit biru


__ADS_3

...BIARKAN RASA MENGUASAI JIWA...


...*Jangan dengarkan jika ada yang berbisik padamu dan mengata kan " mimpimu terlalu tinggi." Bermimpilah karena mimpi itu gratis....


...Biarkan mimpimu melambung tinggi sampai pengap dipenuhi awan dan kesandung pesawat*...


...__________________&________________...


Hari Senin yang cerah, langit begitu biru dan tinggi. keusrekan di dapur keluarga Wang masih terdengar. Mbak Wahmi selaku chef dan nutrisionis keluarga, mengomando anak buahnya dalam menghasilkan menu sarapan untuk majikan mereka.


Nenek Grace yang memiliki kelebihan gula darah, sang master Wang yang mengidap asam urat dan trigliserid lebih, juga tentang bos muga yang diet kalori. Sungguh permasalahan yang kompleks yang tiap hari harus mereka hadapi.


Semua harus dipastikan baik-baik saja. Semua anjuran dokter menjadi patokan kerja mereka dalam memyiapkan hidangan. Sebenarnya membosankan, dia tidak bisa memesak sesuai selera dan rasa lidah jawa mereka. Ya... masakan Jawa yang cenderung manis dan pedas.


Ada takaran dan timbangan untuk setiap menu yang disajikan.


Yuni menunggu bekal yang akan dibawa ke kantor Nena, Dia hanya menatap dari meja dapur, apa yang dilakukan rekan kerjanya tersebut. Menyiapkan sarapan sekaligus bekal untuk makan siang.


Setelah selesai Yuni membantu menyiapkan sarapan di atas meja malan. Ruangan yang sangat luas itu menghadap langsung ke taman belalang dimana ada kolam renang dan gazebo. Mawar berbagai warna menyajikan keindahan dan bau wangi yang segar.


Yuni bergegas naik ke lantai atas untuk memberitahu Nena dan Opa jika sarapan sudah siap.


" Nennnaaa...


Sarapan sudah siap ya..." Yuni mengetok pintu kamar majikannya.


" Yo. sek diluk neh." jawab Grace


" Yun.. bawa tasku sekalian, pagi ini kita ke Salon yang ada di Pejaten lebih dulu, setelah acara disalon selesai baru kita ke kantor. Kasih tahu Jayus rute kita, biar dia siap." kata nenek Grace.


Grace memintanya untuk sekalian membawakan uborampe milik Opa yang akan dibawa ke kantor.


Yuni sendiri membawa beberapa modul dan peralatan kuliahnya. Hari ini dia akan berangkat kuliah dari kantor Nena. Lebih dekat dari.pada berangkat dari rumah. Dia juga menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri.


.


.


" Opa, Nena.. David berangkat lebih dulu, ada klien yang minta ketemu sambil sarspan. Ada beberapa hal yang harus kami diskusikan." Kata David pamit sambil mencium kedua orang lanjut usia itu.


" Koko dengar ya. Opa sudah lelah dan ingin penaiun. kamu segera persiapkan diri. Awal bulan depan saat rapat dewan direksi dan pemegang saham, akan Opa umumkan tentang pergantian jabatan Presiden Direktur. Tanggung jawabmu akan lebih besar." Kata tuan besar Wang.


David terpaksa duduk dan meminum minumam yang sudah tersedia sambil mendengarkan arahan kakeknya. Makananya pun akhirnya disantap juga, karena Opa tidak cukup sampai di situ. Beberapa nasehat masih beliau sampaikan untuk cucu kesayangan. Pewaris tunggal kerajaan bisnisnya.


Setelah beberapa saat kemudian baru David berani pamit untuk berangkat lebih dulu. Sementara Grace ditemani Yuni di sopiri oleh Pak Jay ( Jayusman) Suami dari mbak Wahmi yang juga berasal dari kampung yang sama.


Yuni yang duduk di samping pak Jay sudah ngantuk. Dengkuran halus terdengar keluar dari bibir mungilnya.


" pruk..."


Suara kertas ditipukkan ke kepala Yuni.


Pak Jay cekikikan dan menatap ke kedua majikannya yang duduk di jok belakang.


Yuni terperanjat dan gelagapan. " Eh eh... ada apakah pak Jay.. kenapa ada yang menimpuk kepalaku ya...?" tanya si cuprut Yuni.


" Cah wedok kok pagi-pagi dah ngorok. pamali tahu..? rejekimu bisa digondol ulat lo." kata nyonya Grace.

__ADS_1


"oh.. jadi Nena to yang mengagetkanku..." kata Yuni lemes.


" Ojo males-malesan. " kata Grace singkat. Sementara opa hanya diam tidak berkomentar.


" Semalam kurang tidur Nena... bikin makalah untuk kuliah hari ini. Baru selesai menjelang pagi. boleh ya aku ngantuk dulu. Nanti tolong dibangunin kalau sudah sampai pak Jay.." Pak Jay hanya mengangguk.


" Bocah sodroun... dinasehati malah tambah deres ngilernya..." Grace akhirnya membiarkan Yuni tidur. Bocah itu ngowoh dan ngiler. sesekali menyesap air liurnya. Cih macam big bos aae...


Yuni merasakan kepalanya agak berat dan butuh tidur meski cuma sejenak. Yuni pun meminta ijin untuk memejamkan mata barang sekejap, das n dia kembali terbuai mimpi.


Buaian Ac nan sejuk itu sangat mendukung suasana.


Grace menyelesaikan urusannya di salon cabang Pejaten yang berada di claster mewah hunian kekinian. Tower apartemen yang menjulang tinggi dengan jajaran toko-toko barang branded. Salon milik Grace adalah salah satunya.


"Pasti unit di sini sangat mahal" jiwa missqueen Yuni meronta. Melihat bangunan nan indah dan mevvahh. Mata Yuni melihat kemana-mana.


Jika nonton drama "meteor garden" atau drama korea "panthouse" kalian bisa bayangkan, kemewahan impian semua orang. Kali ini Yuni cukup menjadi pengagum.


" Aku pasti bisa memiliki istana seperti ini.." pikir Yuni.


*****


Grace menyelesaikan urusannya dengan managernya. "Grace beauty" sudah sangat lama beroperasi. Sejak bangunan di tempat itu masih berujut ruko lama. sampai dipugar dan dibangun apartrmen seindah ini.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di base man "Wang Group Tower". Gedung pencakar langit dengan desain mewah dan elegan, berada di tengah kota pula.


*****..


"Sudah selesai makalah elo Yun..?" Tanya Elen. teman sejurusannya.


"Punya elo gimana? Sudah rampung..?" Tanya Yuni balik.


" Ya sudah lah. Takut jika mr. William marah. Dosen ganteng itu menyeramkan jika marah, gantengnya langsung terbang ke planet mercurius." Kata Ellen. Gadis Sunda itu memiliki jiwa humor yang tinggi. Kadang Yuni harus loading dulu untuk mencerna banyolan Ellen.


Sahabat barunya selain satu jurusan dan juga sama-sama mahasiswa beasiswa. Yuni merasa senasib dan sepenanggungan.


Sama-sama anak rantau. Elleh tinggal bersana buliknya yang tiggal di pinggiran Jakarta.


Mereka berjalan berdampingan menuju kelas. Suasana ruangan sudah penuh mahasiswa lainnya. Tersisa tiga bangku kosong di belakang. mau tak mau mereka menuju bangku tersebut.


Mr. William masuk dan mengisi materi sebentar, kemudian be liau meninggalkan kelas setelah me mberikan tugas tambahan. Sementara tugas membuat makalah dikumpulkan oleh komting, yang akan dibawa ke kantor Mr. William.


" Kamu langsung pulang Yun..?" tanya Ellen.


" Tidak. masih siang, aku mau ke perpustakaan. mau lihat contoh desain. kamu mau bareng atau langsung pulang?" Yuni balik bertanya ke Ellen.


"Gua langsung pulang deh ya. lumayan bisa nyusul bulek gua ke kios, bisa bantu-bantu jualan." Jawab Ellen.


" Iya deh. kamu hati-hati ya.."


" Ok, gua duluan ya Yun..."


"Ok, sampai jumpa besok."


mereka ber pisah di ujung lorong. Ellen menuju halte yang berada di de pan kampus. Yuni memandang temannya, lalu kemudian berjalan menuju ke perpustakaan.


" Sstt... ciuus amat, Sedang baca apa..?" Bisik Yuni mengejutkan temannya. Yuni melihat temannya Nur Aeni sedang duduk di bangku yang ada di pojok ruangan, dan mendekatinya.

__ADS_1


" Eh kamu Yun, bikin kaget. duduk sini." Nur gantian berbisik takut mengganggu pengunjung lain.


" Aku mau cari buku yang memuat berbagai desain ruangan. untuk referensi.." kata Yuni.


" Emang ga ada kelas ya, kok jam segini udah nongkring manjah di sudut kayak gini?" tanya Yuni lagi. Sengaja menjahili temannya yang sibuk dengan bukunya.


" Ya udah. sana cari buku dulu. nanti kalau sudah dapat balik sini. Kita baca bareng." Kata Nur Aeni.


" Ngusir ...." Yuni memanyunkan bibirnya.


"udah sono... keburu sore lo. contoh desain ada di sayap kiri. kamu langsung saja, aku kasih tahu biar cepet kamu dapetnya."


" iyo makasih. " Yuni ngeloyor menuju rak sesuai petunjuk Nur.


Mereka menghabiskan waktu, terdiam tenggelam dalam dunia yang disajikan oleh penulis di buku masing-masing. Sampai senja datang dan langit berubah jadi kelabu, baru mereka beranjak dari kursi perpus. Berjalan bersama menuju jalan raya.


" Yuk makan somay dulu Yun, laper aku.." ajak Nur. Gadis cantik asli Jawa, berkulit kuning langsat dan berambut ikal. Memiliki tatapan mata yang lembut dan teduh. Tinggi badannya sekitaran seratus tujuhpuluhan, sebenarnya cocok untuk jadi brand ambassador atau model.


"Ayo. biar aku traktir, tadi dapat uang saku dari bu bos." kata Yuni. Mereka mendekati pedagang somay langganan mereka yang berada di dekat halte.


" Makasih deh. semoga bos kamu baik terus dan sering kasih kamu bonus. Biar aku kecipratan mujur." kata Nur.


" Aamiin..." balas Yuni.


Yuni sampai di kediaman Wang ketika magrib menjelang. langsung membersihkan diri dan memunaikan ibadahnya, srlanjutnya nimbrung kesibukan para pengabdi di dapur.


.


.


To Be Continue.


💕💕💕Love dari mamak AuthorEndut


Ada salam dari Tao ming tse (DilanWang)


Apa kabar semua?,


Apa kabar pula koko David..?



Duh glowingnya...


Ayo.. Siapa yang mulai jatuh cintrong sama babang ganteng..?


Teryata kejailan babang semakin menjadi di episode-episode selanjutnya Membuat Yuni terkibas-kibas dibuatnya.


****


Ikuti terus dan dukung karya Author dengan kasih vote. like dan komen di setiap bab ya..


Syyayaaang reader semua..


Follow akun milik mamak Author ya


@ningsriw25

__ADS_1


__ADS_2