
David mengendarai mobilnya menuju kawasan pemakaman yang ada di Cibubur. Memarkirkan mobilnya di dekat makam yang masih rapi dengan rumput gajah mini yang memenuhi tanah pekuburan.
" Kita ke sini..? ini makam kedua orang tua koko..?" Tanya Yuni dan dijawab dengan anggukan kepala oleh David. Tiba-tiba tangan David meraih tangannya dan menggandengnya menuju dua gundukan tanah pemakaman itu.
" mommy, Papi... ini koko datang. koko kangen kalian." Sapa David pada tanah pemakaman kedua orang tuanya.
Dia mengusap pusara milik Bapak ibunya. meskipun bayangan memori mereka sama sekali tidak tersimpan, karena dia masih bayi saat mereka meninggalkan David untuk selama-lamanya. Hanya video-video hasil rekaman saat David dalam kandungan sampai bayi David lahir,. kebahagiaan terpancar dari wajah mereka.
" Mommy... besok David akan ke Kalimantan. Ada urusan. Kali ini urusan koko agak berat. orang pemerintah minta nego ulang soal harga yang sudah disepakati sebelumnya."
" koko punya firasat buruk. ini pasti tidak akan mudah mi.. tolong bantu koko ya. bikin hati koko kuat sehingga bisa melalui semua."
Dia mau berangkat ke kalimantan..?
Apakah urusannya semendesak dan sedarurat itu hingga membuat hatinya begitu galau..?
" Ayok, kita balik Yuni.."
" kau sudah melihat pusara kedua orang tuaku. nanti kita datang ke sini lagi untuk meminta restu ya.. "
" hhh hh...?" Yuni terkesima. opo ae iki to bos-bos. bayin Yuni.
" Besok aku berangkat ke kalimantan"
,
"ooh.." Yuni mengangguk.
" Mosok cuman Oh sih .."Yuni.."
" La aku kon jawab opo..?"
" Lah. mosok gitu aja tanya..?"
" Mbok kasih lihat kekhawatiran, atau nyelidik, Koko pergi sama siapa? atau koko akan pergi berapa hari..? ngono ae kok ndadak diwarai." David pura-pura sewot.
" lah. Aku kan cuma pembantu, a_sis_ten....! mosok disuruh begituan. nanti dibilang kepo. bisa ndrodog aku gegara sakit hati .." jawab Yuni tidak kalah ketus.
" Awas yo kamu, ..."
" Emange koko mau apa..?"
" Sak karepku to, arep opo. tunggu yo. tak bales kamu..!"
" loh-loh kok malah nesu, koko ki aneh tahu ga..."
" Ok, aku tanya. koko ke Kalimantan ada urusan apa..? sama siapa? , mau berapa lama di sana ?" Tanya Yuni.
" la mbok gitu. orang galau ki butuh perhatian Yuni.."
" Maaf pak bos. Bukannya tidak peka, hanya saja takut jika dibilang ga sopan. Pembantu kepo..." Jelas Yuni.
Mereka berjalan menyusuri sisi makam, menuju mobil mereka. David meraih tangan Yuni ke dalam genggamannya.
Yuni tidak menolak. Ada rasa bahagia diperlakukan seperti itu.
" Kau sudah menjadi kekasihku sejak aku menciummu tadi. Jadi kau berhak tahu dimana aku, kemana dan sama siapa. .."
__ADS_1
" Jika kau cuek dan tidak mau tahu, hatiku malah terasa sakit Yuni.." Kata David.
"Ba_ik Koko..., Lalu jawab pertanyaanku tadi." Yuni menatap mata bosnya.
" iya. Aku bersama Nino sekertarisku, berangkat besok menggunakan pesawat komersil, dari jakarta jam sebelas siang. kemungkinan jika negosiasinya bisa cepat, kami di jadwal untuk di sana lebih kurang tiga hari, .?" Jawab David.
" Doakan koko sehat selamat yo..
Wali kotanya yang agak mempersulit perijinan.
Kemarin sudah acc, tapi entah kenapa jadi mentah lagi. Entah maunya apa itu pak Walkot." Yuni yang diajak bicara belum paham sepenuhnya. Hanya manggut-manggut. Nglegani carane orang jawa.
" Kamu mau ikut aku ke Kalimantan po Yuni..?" tanya David.
" lah.."
" tidak boleh to koh. aku kan pegawai ma gang, mesti disiplin kerja, jika tidak bisa di phk, kapiran aku, tidak jadi architec beneran. Blaik."
" Kan calon istri bos, ngapain khawatir phk..?"
" koko bisa berubah pikiran kapan saja, aku ga mau jika nanti koko sudah bosan nggombali aku dan aku di campakkan dan tak punya apa-apa..?"
" Aku bukan play boy gendeng Yuni.. Aku tipe cowok setia dan tidak mudah jatuh cinta. Baru juga ke kamu aku jatuhin hati ini Yuni... Jangan kau patahkan hatiku dengan mulut cebretmu itu..Yunita Suryani..." kata David.
" he he he... koko menyebut namaku dengan begitu komplit. pasti sedang marah ya....?" Goda Yuni.
" iyalah di sini aku serius lo. kok kamu malah seenaknya bilang aku macam bihung delang..!"
" Maaf Koko....
kita dah sampai rumah koko. ".
Habis ini kau bawakan aku jus buah ke kamar.
Aku mau langsung naik." kata David
Mobil mereka masuk ke dalam pekarangan rumah keluarga Wang yang luas dan indah itu. Artistik kayak di film-film Cina jaman dulu.
" Baik koko. Mau buah apa koh..?"
" Sembarang. perbanyak air es nya. pingin yang lebih seger." kata David.
" laksanakan ..." Yuni memegang jidatnya.
mereka turun di depan garasi ada pak Jay yang akan memasukkan mobil ke dalam jika nanti sudah dingin.
Yuni masuk ke dapur mencari keberadaan mbak Wahmi. kemudian dia meminta jus seperti yang diinstruksikan oleh bos mudanya.
"Masuk saja Yuni.." Kata David saat pintu kamarnya di ketuk.
" Ini jus Strowberry Koh. segar dan dipermanis.."
"Makasih...." David menyeruput jus yang dibawakan oleh Yuni
" Yuni apa-apaan kamu. Masak jus rasanya begini..?" Suara David menyeramkan dengan wajah yang membuat Yuni tidak bisa tetsenyum.
" Nih kamu minum dan harus habis." Kata David menyodorkan gelas juice nya yang tinggal separo.
__ADS_1
Yuni menerima gelas dari tangan David.
"Rasanya tadi aku kasih gula deh, bukan micin apa lagi garam.." Batin Yuni, Sementara David meliriknya dan bibirnya sedikit terangkat.
" Habisin ya... awas kalau ga abis"
Yuni menyesap cairan berwarna mer ah muda itu.
lidahnya nenjilati bibirbya, menyesap rasa dari cairan yang k embali ditegukn ya sampai habis.
" Bagus, Cah pinter... cepat besar dan jadi anak yang cerdas ya.." Kata David sambil mengelus pucuk kepala Yunita.
" Kayaknya lidah koko kebelit sama batang kangkung ya. Rasa manis san segar begini di bilang aneh." Gerutu Yuni.
" Aku ga bilang apa-apa kan, hanya menyuruhmu minum sisaku. Biar kamu terbiasa, kita akan sering berbagi nantinya.
Oooo. karan wong aneh. mbok ngomong brayaban ngopo ndadak bikin atiku ndrodog, tak kiro ono sing salah. Bos gemblung.... pikir Yuni sambil memanyunkan bibirnya.
" Ada bau apa ini. ..?
Yuni, kamu sudah mandi kan...?" Tanya David
"Boro-boro mandi koh.. begitu masuk langsung petik setroberry di halaman belakang, karena stok buah tidak ada yang bisa di jus." Jawab Yuni ketus.
" Ya sudah, kamu mandinya nanti saja. kamu bantu aku kerjakan beberapa file yang belum aku selesaikan." Kata David.
ahh. tadi suruh pulang gasik.. tapi mengapa ya sekarang suruh kerja. pikir Yuni.
" Tadi bilang bau kan. Aku mandi dulu saja ya Koh. Tidak enak mau deketan sama bos ganteng kok prenguzh.." Kata Yuni, keluar kamar David dengan baki berisi gelas kosong bekas minum mereka berdua.
" Yo wis.. aku tunggu di ruang kerja yo. ojo suwi-suwi nek adus.." kata David.
" Siap bos..." Yuni menyahut dari balik pintu.
******
"Kamu coba cek dan bandingkan dengan berkas satunya. Kata David memberikan setumpuk dokumen.
Yuni membaca halaman pertama, selesa i dan membuka halaman berikutnya.
Sebuah kertas putih diselipkan di dalamnya. Gambar waru besar tergores di dalamnya. Di bawahnya tertulis " I Love You Yunita.."
" love You too.." Jawab Yuni dalam hati.
Jiwanya menghangat, tidak mengira dapat perlakuan semanis ini dari bosnya yang memang besar.
...********...
...Dewasa tidak perlu menunggu tua...
...jika bersamamu membuatku bahagia mengapa harus memungkirinya...
David sudah menyatakan cintanya, semakin hari semakin bucin sama si Yunita.
Selamat menikmati perjananan Yuni dan David, sejoli yang saling jatuh cinta, yang beda latar belakang status sosial dan economi, tetapi tetap bersatu karena kerendahan hati...
》》》 Simak juga kisah Sarah dan Satrio dalam "Dosen Gondrong itu mantanku" ...
__ADS_1
@mamakAuthorendut
@ningsriw25