BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Hari Pertama Ngantor


__ADS_3

Yuni berjalan mengekor kepada Grace. Bos nya. mereka memasuki ruang kantor yangl luas. ada dua meja kerja dari kayu yang keras dan mengkilap. Ada sofa besar terbuat dari kulit.


--- entah kulit apa-- tapi warnanya sama mengkilapnya.


Yuni merasa kalau dirinya sangat katrok.


Dia sampai melonggo melihat kemewahan interior ruang kantor tersebut.


--Ruang kantor impianku. Ruang yang selalu ingin ku miliki. desain impian dan perfecto--- batin Yuni berselancar menguak memori yang hanya tersimpan di otaknya dan menunggu dikeluarkan menjadi ide cemerlang dari Desainer Interior Yunita Suryani. --- Aamiin..--- Batinnya.


Yuni mengusapkan kedua telapak tangannya ke muka.


Rupanya suaranya terdengar ke telinga sang Nenek Bos.


"Aamiin nggo ngamini opo Yun..?" Tanya nenek Grace.


"Tidak Nena.. hanya berfantasi saja. pingin punya kantor kaya ini juga." jawab Yuni. Grace tersenyum dan mengamini ucapan Yuni


--- mugo-mugo gusti ngridoni mimpimu Ndok. -- bayin Grace.


Ruangan Exekutif Presiden dan Vice Presiden berada di ruang yang sama. Sementara Yuni di beri meja berdekatan dengan sekertaris milik Kakek bos. Yuanita itu yang tertulis di name tagnya.


---hah... kebetulan sekali. kenapa nama kami mirip-- batin Yuni.


" Perkenalkan. saya Yunita. asisten baru madan Grace. " kata yuni mengulurkan tangan kepada Yuanita.


" wah nama kita mirip. saya Yuanita. Kamu panggil saya Yuan." sambutnya.


" Kalau boleh tahu, kamu masuk melalui test atau re komendasi?". tanya Yuan. Terasa ada ketidak sukaan di nada bicara Yuan.


" Enggak mbak. Saya tidak menjalani test, juga tidak melalui rekomendasi dari siapapun. Saya langsung direkrut jadi asisten pribadi bu bos, Kami menaiki bus yang sama dalam perjalanan ke ibukota. Rupanya itu keberuntungan saya." jawsb Yuni panjang.


"ooo". Hanya itu yang keluar dari mulut Yuan. Agak sinis dan dipaksakan.


Kemudian mereka tenggelam dalam kesibukan masing- masing.


Nenek Grace meminta Yuni memeriksa nota-nota yang sudah menumpuk, terbengkelai saat Grace pulang kampung beberapa hari lalu.


Sebenarnya bukan nota yang berkaitan dengan perusahaan. Hanya nota pembelanjaan untuk beberapa rumah duafa dan panti asuhan di bawah kendali Grace Care. yayasan sosial yang dibangun untuk mengenang kedua orang tua David. bahkan David tidak tahu jika nenek membangun Yayasan tersebut.


*****


Waktu makan siang tiba, Yuni menyiapkan hidangan yang sudah disiapkan oleh mbak Wah.


Sementara sang Big Bos ada janji makan siang bersama dengan klien. Tentu saja Yuan ikut. karena ini acara bisnis.


" Mau pergi mbak Yuan..?" tanya Yuni.


Sementara yang ditanya hanya mengangguk angkuh.

__ADS_1


"Mungkin aku tidak kembali ke kantor karena mau langsung ninjau lokasi. Tolong kamu beresi mejaku ya."


---hih-- Sok sekali kau kakak cantik.. dikira aku jongosmu apa-- batin Yuni menirukan salah satu logat pelawak asal Batak.


 


kalian lebih tahu nama pelawak Batak itu siapa. Maaf Author kurang update nama artis kita belakangan ini.


 


--- Rupanya belum tahu dia kalau aku kesayangan nenek Bos--- batin Yuni sombong.


" Iya mbak, nanti aku beresi jika mbak ngak balik kesini." Jawab Yuni.


loh kok ga jadi dikeluarkan sombongnya. emang boleh ya dalam hati sombong...?


*******


"Nenekku ada Yun.." Tanya Koko David.


Pemuda tampan bermata sipit itu tiba-tiba berada dibe lakang Yuni.


" Eh Koko... Ada ko. Nenai di dalam sedang makan siang." Jawab Yuni terbata


"Kamu tidak menemani Nenai? "


anu.. tadi saya menyelesaikan tugas dari Nenai bos dulu. nanti saya nyusul"


"Baik Ko. segera saya siapkan." jawab Yuni.


Dia kemba li mengambil pentang dari panteri.


Rantang plastik cantik dari Tupp***** yang kesohor .


***


"Yun. itu jatah makan Tuan kamu saja yang makan. Tuanmu makan di luar." Kata nenek pada Yuni. David bergeming ditempatnya, hanya sesekali melirik ke arah Yuni.


--- gadis culun yang manis-- batin David. rupanya baru sadar dengan dandanan Yuni. tadi pagi kemana bang.. ga nyadar keberadaan gadis culun yang manis..? suara batin David.


Yuni mengangguk dan meraih kotak makan yang berisi nasi dan lauk sehatnya.


Kemudian berjalan keluar menuju mejanya sendiri.


" Mau kemana..? " Tanya Grace.


"makan di meja saya Nena."


" Duduk di sini saja. kita makan bareng-bareng. ini juga Wahmi menyediakan banyak potongan buah. kamu juga boleh makan." Suara Grace yang lembut namun tegas tidak mengkompromi penolakan.

__ADS_1


Yuni duduk diantara kedua orang itu. menbuka tepak makan yang berisi makanan sehat. Tidak ada yang memulai untuk bicara, hanya suara cendok dan garpu yang bertemu.


Yuni makan sambil sesekali melirik kepada kedua Bos besarnya. Merekapun mengamati Yuni sesekali. Setelah selesai Yuni mengemasi semua dan mencucinya di pantri.


*****


Waktu menunjukkan pukul 16.30. para karyawan sudah berkemas hendak mengakhiri waktu kerja mereka. David juga berkemas.


Sementara Grace dan Yuni sudah lebih dulu pulang.


"Aku pulang Nin. kalau kamu sudah selesai juga langsung pulang saja. jangan keluyuran." kata David pada Nino, sekretarisnya yang berusia lebih muda dua tahun dengannya. Nino anak yang gesit dan pekerja keran. David suka memperkerjakan Nino.


******


--oh lelah sekali, meskipun tidak banyak kerja, berdiam diri di dalam ruangan ber AC malah bikin badanku pegel semua.-- Batin Yuni sambil merenggangkan tubuhnya di taman belakang kediaman Wang Family.


Baru saja dia sampai di rumah bersama Nenek Bos. Menyiapkan air mandi dan baju ganti sang majikan, kini dia bisa beristirahat menikmati udara sore. Pemandangan dengan bunga mawar dan anggrek kedukaan nenek Bos memanjakan matanya.


Di kampungnya paling banter lihat bunga kenikir. Mana ada uang untuk beli bunga mawar apalagi anggrek yang harganya bisa mencapai ratusan ribu.


Mending untuk beli sayur atau lauk..


Itulah bedanya Sultan dengan rakyat jelata, dari jenis tanaman saja sudah berbeda jauh. Apalagi untuk urusan perut, jelas beda.


Yuni terbiasa makan dengan sambel orek pakai sayur. Paling banter makan mie goreng tambah telur. itupun saat acara khusus, misalnya sang Bapak dapat proyek panen jagung tetangga atau nyangkul sawah tetangga.


Dia sudah bersyukur orang tuanya selalu sehat, walaupun dengan susah payah tetap bisa menghidupi mereka berlima. Orang tuanya selalu mengajari untuk bersabar. Meskipun miskin tapi tetap ada rejeki yang harus disyukuri.


---hik hik hik.. jadi kangen Bapak sama Ibuk..-- kata Yuni pada dirinya sendiri.


Sambil menyeka air mata yang tidak sengaja menggelinding di pipinya, Yuni menuju dapur. Ada mbak Wahmi dan Lastri asistennya yang sedang asik menyiapkan makan malam.


"Mbak... sibuk nyiapin makan malam ya... aku bisa bantu apa nih..?" Tanya Yuni.


" Sini. kita kerjain bareng-bareng." kata mbak Wahmi menyosorkan tampah berisi buncis dan wortel, sementara dia mengiris daging untuk dimarinasi.


" Kesukaan Koko ganteng, daging sapi yang disteak. nanti sayurnya dioseng cepat, ndak boleh sampai layu."


" Gitu ya mbak. mbak Wahmi sudah sangat hafal karakter mereka ya." kata Yuni


"Iya lah. Dari koko masih kecil ibu sudah ngajak aku ikut beliau. dulu yang ngajari aku masak ya msmi Grace". Jawab Wahmi.


"Kayaknya ada yang sedang membicarakan aku... "


Mereka serentak menoleh ke belakang. Sudah ada Nenek Grace dibelakang mereka.


***


Pinginnya bisa update tiap hari. tapi semenjak sembuh dari sakit sikecil nempel terus sama mamak Author, jadi ya selow up jadinya

__ADS_1


semoga pembaca setiaku tidak kecewa ya...


love yuo semua..🤎🤎🤎🤎


__ADS_2