BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Menikahlah denganku


__ADS_3

David berjalan menyusuri lorong pesawat. Kedatangannya dari Kalimantan tanpa sambutan dari siapapun. sengaja dia tidak mau dijamput. Biarlah naik kedaraan angkut bandara. Toh nyaman juga kendaraan milik salah satu agwnsi yang cukup terkenal di Bandara SUtta


Dengan mobil Mersedez keluaran lama yang ia sewa untuk mengantarkannya ke rumahnya di daerah Cibubur, Depok.


.


.


Yuni hari ini ijin tidak kuliah. Selain badannya yang terasa meriang, dia juga ingin menyambut kepulangan Koko David hari ini. Tadi sengaja dia kweuar dari kantor lebih awal.


Tidak ada orang yang curiga jika ternyata keluarnya Yuni tidak untuk kuliah, melainkan untuk menyambut kepulangan bos mereka. Meskipun David tidak mengatakan detail kepulangannya jam berapa, tapi Yuni sudah punya felling jika bos mudanya bakal pulang di jam-jam.sore.


Sedapat mungkin Yuni mematut diri, bukannya dandan menor. Melainkan hanya mandi bersih, ganti baju yang bersih dan rapi. Dan


tentu saja parfum lembut yang pernah diberikan oleh David dulu saat pulang dari Tokyo Jepang. Parfum lembut beraroma bunga sakura yang menjadi salah satu aroma favorit David.


Yuni sedikit gelisah, karena hampir magrib tapi yang ditunggu belum juga muncul.


.


.


Beberapa menit kemudian.....


.


.


Wajah Yuni kembali memerah, antara terkejut dan bahagia. Lelaki bertubuh tinggi, rambut di tata rapi, jas hitam tanpa dikancingkan dan tas jinjing untuk menyimpan dokumen penting.


Sementara ada pak Jay mengikuti dari belakang sambil menarik koper milik tuannya.


" Harusnya Koko telpon saya, paling tidak ngabari jika akan pulang hari ini. Tidak perlu sewa mobil rental koh." Gerutu Pak Jay. Mbak Wahmi dan juga beberapa pelayan berjejer menyambut kepulangan Cucu kesayangan rumah ini.


" Tolong siapkan air mandi saya Yuni.." kata David begitu dia masuk rumah dan melihat Yuni di hadapannya.


" Baik Koh.." Kata Yuni sambil meminta tas kerja David. Dia hanya berani melirik wajah bos mudanya yang terlihat lelah.


Yuni berjalan ke lantai dua. Demi apa coba hatinya berdebar begini hebat. Yuni menujubruang kerja David, meletakkan tas dan jas milik bos mudanya.


Sesuai perintah Yuni menyiapkan air mandi untuk David, harus pas sekitar 40⁰c, hangat-hangat singkong rebus.. Ditambahkan segenggam garam himalaya, setetes aroma terapi harum lavender.. gitu ya kira-kira. Yuni mengetes air di dalam bathtub, takut kepanasan. Setelah dirasa pas diapun hendak ker luar dari kamar mandi.


Suhu ruangan kamar mandi sungguh lembab karena kerpulan asap dari heater.


" Yunita Suryani, kamu sengaja ya lama-lamain di kamar mandiku, mau mandiin aku..?" Tiba-tiba David muncul dari balik pintu.

__ADS_1


"Sebentar Koh, aku ini baru sa ja selesai nyiapin air. Jangan salah sangka dulu ngopo!" Judesnya Yuni menjawab bos mudanya.


Nanti tidak pas kena omel. ngepas-ngepasin dikira sengaja. Dasar mas bos anek.. Gerutu Yuni sambil ngeloyor keluar kamar mandi. Dilewatinya David yang berfiri di pintu masuk.


" Bisa ga berdirinya tidak di pintu. pamali loh... " kata Yuni ketus.


" Eh. Yunita Suryani, boleh sekalian siapin baju gantiku ya. aku mau kaos dengan celana pendek saja." Kata David sambil menutup pintu kamar mandi.


Rumangsamu aku bojomu po. kok kon nyiapke baju ganti mbarang..


Tak ayal Yuni tetap mematuhi perintah bosnya. Dia menuju walk in closed yang ada di dalam kamar David. Diambilnya sepasang baju casual. diletakkanbya di atas ranjang milik David yang berukuran king kong tersebut.


Lalu dia keluar kamar. sengaja tidak turun dulu, takutnya sang bos memanggilnya untuk perintah lainnya.


Yuni mengambil buku yang ada di meja kopi di depan kamar Nyonya Grace.


Buku berwarna merah bergambar bunga mawar yang sedang mekar, berjudul CARA BERCOCOK TANAM BUNGA MAWAR. Sebuah buku karya seorang penulis muda. Hebat, diusianya yang masih di bawah tiga puluh sudah menerbitkan banyak buku. Best seller pula. Karya apa yang bisa aku hasd ilkan sebelum usiaku tiga puluh ya..pikir Yunita.


" Yunita Suryani....." Sebuah teriakan muncul dari dalam kamar bos mudanya.


Ehh apalagi ini... suaranya bikin ikan jadi budeg.


kemudian muncul kepala berwajah ganteng, tapi badan separo telanjang dan hanya berbalut handuk mandi. Duh... sungguh tak tahu malu. Tak nyadar apa, di depannya gadis lugu yang belum berdosa, harus melihat aurat diumbar laya begini...? Mata yang masih cirgin harus terkontaminasi oleh dosa zina mata.


Ya Afuwu... ya Salam... tolong ampuni mata dan hati hamba.. Sungguh ini mata juga keganjenan. lihat dada dan perut rata begini, tak mau juga menundukkan pandangan malah melotot tak karuan....


" Eh. Iya Koh.... Ada yang kurang..?" tanya Yuni.


" Kokoh ganti baju dulu dong. kan kasihan mata Aku harus menanggung dosa Zina mata." Kata Yuni.


" Gimana mau ganti baju. kamu tidak ambilin aku baju dan ****** *****.!" Bentak David.


" Ah mosok..?"


" Opo ah mosok. lihat sendiri sana..!"


"Koko bisa ambil sendiri. Aku kan risih koh... mosok suruh nyiapin pakaian dalam juga." Kata Yunita manyun.


" Eh Yun-yun... kamu kan harus membiasakan diri. entar juga t iap hari mesti siapin, bahkan juga bakal kamu yang kucekin cd aku."


" hah... maksudnya..?"


" iya lah. kalau kita dah nikah" Kata David.


Yuni berlalu menuju lemari milik David yang berisi aneka pakaian dalam. Diambilnya cd ukuran M berwarna coklat tua.

__ADS_1


" Nih, " Yuni melerakkan cd di atas kasur.


" kamu mau kemana..?"


" kan koko sudah selesai, aku siapin makan malam dulu."


" Di sini saja. Pasti sudah disiapin mbak Wah."Kata David.


" Kamu tidak kangen ya sama aku..?" Tanya David setelah selesai berpakaian.


Yuni hanya diam dan menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah muda.


" Gimana kuliahmu..?"


" Baik koh. Aku banyak mendapat referensi dari Yuni Kim. Dassiner hebat asal Singapare yang jadi kebanggaan Indodesain itu loh. Ternyata dia juga berasal dari nol. mulai semuanya hanya dari sebuah goresan dan kepercayaan diri." Yunita tiba-tiba sangat bersemangat.


Dia telah menemukan tokoh idola dibidang desain interior. kebetulan nama depan mereka juga sama. ini tentu menjadi pemicu kebangkitan Yunita. Semua orang bisa sukses, meskipun itu dirinya yang bersilsilah seorang buruh tani, event itu dirinya yang gadis kampung, termasuk dirinya yang memulai dari menjadi seorang asisten, yang jelas pintu sukses terbuka untuk mereka yang percaya dan bersungguh-sungguh.


" Oh ya..Jadi kau sudah temukan tokoh idolamu..? Wajahmu sungguh berbinar. Auramu sungguh keluar. Kau bisa mempengaruhi orang lain dengan kehangatanmu Yuyun." Kata David.


" Kenapa komentar koko tidak nyambung gitu siiih..!" Yuni menekuk lehernya.


" Mana yang tidak nyambung..? Aku komentar saat melihat perubahan wajahmu." David berusaha mengusap kepala Yuni. Tapi Yuni mengelak.


" Koko tidak boleh sembarangan menyentuh aku, kita ini bukan mahrom loh.." Yuni memberi pengertian.


" Lagian tidak pantas koko bersikap begitu pada seorang asisten macam aku." Tambah Yuni.


Gadis kuprut ini....


Rupanya kata-kataku dulu dianggapnya tidak serius. Apakah dia tidak percaya padaku..?


Dia tidak melihat kesungguhanku.


" Yun. libur semester kamu kapan..?" David mengalihkan topik yang dibahas Yunita.


" Masih beberapa minggu lah, setelah test semesteran baru lubur. kenapa Koh..?" Tanya Yuni, kini mereka berdiri di balkon yang menghadap ke taman belakang.


" Kita liburan di kampung kamu yuk. Sekalian aku mau nengok kebon kopi di sana." kata David.


" Memangnya Kokoh punya waktu..?" Tanya Yunita.


" Ya kita cari waktu yang tepat lah..." kata David.


" Yunita Suryani, menikah saja denganku, dan perusahaan desain interior ini langsung jadi milikmu.".

__ADS_1


........ hah?


...-.-.-.-.-.-.-.-.-.-....


__ADS_2