BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Gadis Yang Manis


__ADS_3

David bersiap untuk lari pagi. sebuah kebiasaan yang jarang terlewat. lelaki keturunan itu memiliki tubuh yang atletis. kesukaannya main basket mengharuskannya untuk selalu memiliki kebiasaan hidup sehat. selain rajin olah tubuh, makanan sehat, istirahat cukup. juga memiliki pola hidup sehat yang selalu ia jaga.


Dalam memilih teman David juga sangat hati-hati. Tidak ada teman dugem atau teman wanita malam. hidupnya cukup bersih untuk ukuran pengusaha muda. Yang mana banyak rekan kerja yang mengajak atau mempengaruhinya untuk belok kanan-kiri. Tapi David tetap memilih untuk lurus.


Hidup bersama kedua kakek dan neneknya membuat dia menjadi anak yang penurut. Hati neneknya yang rapuh harus dia jaga. Sudah cukup nenek kehilangan anak dan menantu ysitu kedua orang tua David. dan meninggalkan cucu yang masih merah.


Kematian orang tua David adalah luka tersendiri bagi sang Nena.


" Selamat pagi Nena sayang. Aku lari dulu ya... Nena baik-baik di rumah." David menghampiri nenrknya yang sedang asyik memotong pucuk tananam bunga yang ada di taman depan.


Senyuman menghiasi wajah sang nenek. Tapi terpancar ketegasan dan kasih sayang di sana. Wajah tua itu masih terlihat cantik. karismanya jiga masih kuat.


Banyak pelayan, ada dua tukang kebun yang khusus merawat taman bunga milik nenek. tapi beliau masih suka turun tangan sendiri.


Seperti saat di kantor. Nenek masih memrgang komando. Menjabat sebagai vice president directur di perusahaan yang memiliki sayap di seantero benua asia. Ibarat kakek adalah kepala maka nenek adalah lehernya. keputusan perusahaan lebih banyak dalam kendali nenek.


" Kamu lewat taman kota to Le....?" tanya sang nenek. Dijawab anggukan kepala oleh David.


"Nena mau apa. mau dibelikan sesuatu..?"


" Di sebelah timur taman kota itu ada penjual sarspan asal Weleri to. nah tolong belikan Tapak belo kinco untukku. sekalian untuk anak-anak itu".

__ADS_1


Anak-anak yang dimaksud adalah asisten rumah yang ada di sini. Nenek menyayangi mereka sebagai keluarga sendiri. Semua asisten ini berasal dari kota kelahiran nenek yaitu Weleri. Sebuah kota kecil di jalur pantura.


Tapak belo adalah makanan yang terbuat dari ketan. dibungkus daun pisang. cara makannya dicocol dengan kinco, yaitu dadaran gula merah. kadang juga dimakan dengan serundeng. Makanan itu sangan populer di Weleri.


"Kamu ikut koko David Yun. Kasihan Koko kalau disuruh antri." Yuni yang baru muncul dari salah satu sudut rumah mengangguk hormat.


Dua hari tinggal bersama mereka sudah memberi kesan baik di hati Yuni. Nenek Grace juga cocok dengan kepolosan Yuni yang apa adanya.


" Langsung berangkat saja. ga usah ganti baju."


"H h h.."


Yuni memandang dirinya yang memakai celana selutut dan kaos oblong warna kream. Belum bau asrm sih. untung dia selalu mandi sebelum subuh. jadi sewaktu-waktu disuruh kemana dia siap.


" iya ko... saya sudah catat kemarin." jawab Yuni.


"kamu duduk di depan. jangan biarkan aku kaya sopirmu." Kata David saat Yuni mau buka pintu belakang mobil. dan segera Yuni pindah pintu depan mengiyakan perintah bosnya.


" Gimana Dik. kamu kerasan..?"


"iya ko.. kalian orang baik. Yuni sudah ditolong, diberi kerja dan tempat tinggal, mana mungkin Yuni ga kerasan. Nenek nyonya juga sangat baik. sering cerita tentang Weleri di masa kecilnya. "

__ADS_1


"Kami serasa teman beda generasi". jawsb Yuni sambil cengengesan.


" iya. kemar in pas bareng kamu di bus itu juga baru mengunjungi kampung halamannya. nyekat di makam kedua ibu bapaknya yang berada di desa."


Mereka sampai di taman kota yang memeng jaraknya tidak terlalu jauh dari hunisn keluarga Wang.


David segera cari parkiran setelah menurunkan Yuni.


"Gadis yang manis..." batin David.


🤎🤎🤎


Koko olah raga dulu ya nak... biar otot lengan sama otot perutnya lebih berbentuk.


Ingat vote, like juga komen ya..


Yuni sama Koko baru menyimpan kekaguman masing-masing. Masih terlalu awal untuk ksta cinta.


nikmati saja alurnya ya. yang pasti happy ending


Ada bau kopi goreng nak..

__ADS_1


Ternyata mamak Author endut dan ndeso ini nulis sambil nggoreng kopi..


☕☕☕☕


__ADS_2