BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Calon Istri..?


__ADS_3

...Hati yang sudah tertaut tidak mungkin dipisahkan...


...Apalagi jika sudah ada campur Ars...


...Aku tidak pernah mengira bakal dicintai oleh seseorang dengan begitu dalam...


...Yunita...


...\=÷\=÷\=÷÷÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷...


" Menikahlah denganku, dan perusahaan Interior Desain Wang Group langsung jadi milikmu." Kata David.


"Haah..." Yunita melonggo.


" Yunita Suryani... ini bukan "bibir nyiyir" Kamu tidak usah melonggo kaya gitu." Kata David kembali mengusap kepala Yunita.


" Koko jangan ngimpi. kita tidak mungkin menikah. kau ini bosku." kata Yunita.


" Loh kenapa jika aku bosmu. Tidak ada syarat yang mengatakan jika salah satu syarat nikah itu bukan bos dan asisten." Jawab David tidak kalah kencang.


" Dan lagi bapakku tidak mungkin mengijinkan aku menikah beda agama." kali ini suara Yuni mengecil.


Suasana jadi hening. mereka memandang kolam di bawah yang mengkilat karena pantulan sinar lampu taman. Dikejauhan tampak mobil berlalu lalang menghidupkan suasana malam di jalanan kota Cibubur yang basah.


" Kamu harus yakin, kamu bakal menikah dengan orang yang seaqidah. aku bisa pastikan." kata David.


Yuni mengangguk. Tadi bilangnya ngajak nikah, tapi begitu aku ngomong soal beda agama dia langsung bilang begitu.... batin Yuni, hatinya sedikit kecewa, ternyata David hanya sekata-kata bilang nikah dengannya.


" Aku harus meraih suksesku sendiri sebelum menikah. " Kata Yuni pelan.


David mendekatinya dan mendaratkan kecupan di pucuk kepala Yuni. Lalu menarik tangan Yuni. Mereka keluar kamar untuk menuju ruang makan di bawah.


" Koko dan Yuni turun bersamaan...?" Tanya Lastri, salah satu ART muda. Tatapannya tampak menyiratkan rasa iri hati.


" Iya. Koko memintaku membantunya. " jawab Yuni, Dia menyendokkan nasi ke piring milik David.


"Koko mau lauk apa..?" Tanya Yuni. Di meja terhidang steam dorang, sop sawi dengan gurami potong,.oseng sawi campur tahu. Cukup lah untuk makan malam David seorang. Nanti sisanya untuk rebutan para ART di belakang.


" Seadanya saja. Eh ada sup kan, tolong mangkok sup, aku minum sup dulu" kata David.


" Siap, aku cendokkan dulu." Kata Yunita.


Yuni menyendok sup dengan beberapa potong sayur dan daging gurami ke dalam mangkok milik David dan menyerahkan mangkok sup ke arah tuannya.


David menghirup apoma hangat dari sup yang tersaji di depannya. Asap yang mengepul menguarkan aroma jahe yang menghangatkan.


David menyeruput sop sedikit demi sedikit.


" Eemmm... Sedap.."Katanya.


" Kamu juga makan Yun. Aku tidak terbiasa makan sendiri. Sini duduk sebelahan." Nada memerintah seperti biasa.


" Koko saja dulu.." Kata Yuni. Dia tidak enak dengan pelayan yang lain, jika terlalu diistimewakan.

__ADS_1


" Ya sudah. Aku makan dulu. nanti kalau ada duri nyangkut, itu salah kamu." kata David.


" Kok salah aku Koh..?"


" Iya lah. Gara-gara aku mikirin kamu yang ga mau makan bareng, bikin aku makan tidak Fokus, makanya duri nyangkut." kata David sekenanya. dia semgaja ingin membuat Yuni merasa bersalah dan tak mungkin menolak untuk makan bersama.


" Baiklah, aku temani duduk ya.." kataYuni.


" ya. duduk sini.. " akhirnya David tersenyum.


Duh manisnya.. Hatiku menggelepar kaya gurami kehabisan air. Ya Kholiq... kau ciptakan mahluk sebegini sempurna... Kata batin Yunita.


Manusia yang terlahir kaya sih memang beda tampang dan sikapnya..


Tatapan matamu juga senyumanmu... Duh koko...


Yuni melipat kedua tangan di atas meja makan.


" Aakk.." David menyodorkan cendok berisi potongan daging ikan ke arah mulut Yuni.


" Koko apa-apaan.." Kata Yuni sambil menurup.mulutnya dengan telapak tangan.


" Buka mulutmu, aaakk.." DaVid tetap kekeh untuk menyuapi Yuni.


"Koh, biar saya sendiri Koh.." Kata Yunita.


" Biar yang ini aku suapin." Kata David.. membuat Yuni tak bisa menolak dan membuka mulutnya.


Matanya memandang kesekeliling, takut dilihat pelayan lain.


" Kita dua orang yang bebas Yun.. Jadi tidak perlu salting kaya gitu. Lebih baik juga jika mereka semua tau jika kita pacaran.."


" Siapa bilang kita pacaran koh. Aku melayani kokoh sebagai asisten saja. Tidak lebih!"


" Dudahlah, Kamu akan mentetujui lamaranku suatu hari." kata David sambil me nyendok daging gurami ke mulutnya.


Kuharap sampai hari itu tiba kau belum bosan denganku Koko.. Batin Yunita. Hatinya berdegub kencang membayangkan lelaki ini menjadi bagian dari dirinya. Tunggu aku memantaskan diri ya Koh.., supaya saat kita bersama kau tidak akan menyesal atau merasa malu untuk menyandingku. kata hati Yunita.


Mereka makan dengan diam.


*******


"Yuni beruntung sekali ya mbak. Tidak nyonya besar, tuan besar bahkan tuaz n muda, Semua bwgitu memad njakan Yuni. Mereka perlakukan Yuni seperti putri rumah ini saja." Kata Lastri di meja pelayan di belakang


" Hush, jangan keras-keras ngomongnya Tri. Nanti Kokoh dengar baru tahu rasa kamu. " Kata Muna, Salah satu asisten bagian laondry.


" Memangnya kenapa? toh yang didapat Yuni sebanding dengan kerja kerasnya. Kalian tidak lihat kehebohan Yuni untuk menyiapkan keperluan pribadi tuan muda maupun nyonya besar.


Belum lagi jika pelayanan Yuni tidak pas selera mereka, maka Yuni akan kena omel bahkan semprot.


Setelah itu dia harus magang di kantor, tentu dengan tugas yang berbeda dan tuntutan yang berat pula.


Masih lagi Yuni harus kuliah, aku yakin jika kamu atau kamu mungkin tidak akan sanggup dan tidak butuh waktu lama, pasti langsung mengundurkan diri." kata Wahmi sambil menunjukkan telunjuk ke muka Lastri san Muna. Dua gadis muda yang lugu dan sederhana tentu dengan pemikiran yang sederhana.

__ADS_1


" Oo gitu ya mbak..?"


" Kalian hanya tahu enaknya saja."


" Tapi memang kalian tidak lihat sikap Koko David yang seperti terlalu perhatian gitu sama Yunita?" mereka bertiga terdiam


" Kalian salah lihat. Jangan mikir yang aneh-aneh." Kata Wahmi menyangkal pemikiran si Muna.


" Mereka sudah selesai makan. Kalian beresin meja makan cepat. Biar aku siapkan buah potong." kata Wahmi lagi.


" Ya mbak. kami beresin meja." kata Lastri dan Muna barengan.


****


Yuni menghampiri rekannya di dapur sambil membawa piring kotor, sekaligus mencucinya. Dia tidak mau dianggap pwmbantu kurang ajar yang memanfaatkan temannya sendiri untuk melayaninya.


"Yunita, Kamu pasti lelah seharian kerja di luar. sudah sana istirahat. Biar anak-anak yang beresin." kata Wahmi.


"Tidak apa-apa mbak, hanya hal kecil." balas Yunita.


" Ya sudah. ini kamu bawa potongan buah untuk Koko David. Sekalian tanyakan ke koko mau tambah minum apa..?" Kata Wahmi.


" Baik. Sini biar aku bawa ke depan buahnya."


Yunita membawa sepiring buah potong, ada semangka, melon juga nanas. Yuni mengambil sepotong semangka dan memasukkannya ke mulutnya.


David sudah pindah duduk di sofa depan Tivi. Melihat Yuni datang membawa sepiring buah, dia menepuk sofa di sebelahnya.


" Duduk sini calin istri.." katanya.


" Koko ini.. ngomongnya jangan sekenanya gitu. nanti benar kejadian baru bingung. pilih istri yang sepadan Koh.." Yuni lebih santai kali ini. Sudah terbiasa dengan candaan David.


" Sini duduk. Temani aku nonton tv. rasanya lama srkali aku tidak lihat tayangan di televisi." kata David sambil mengganti chanel ke saluran berita.


" Koko pasti lelah. Kerjaan di Ka limantan baga imana..?" tanyabYuni.


" Baik. Semua sudah beres." Jawab David sambil memasukkan potongan buah semangka ke mulutnya, lalu mengambil lagi sepotong untuk disuapkan ke mulut Yunita.


Yunita tanpa sadar menerima suapan tersebut. Mereka tanpa sadar menghabiskan potongan buah tersebut.


" Koh.. boleh ga Yuni minta dibantu untuk membuat rancangan ruang kantor..?"


Yuni menunjukkan tugas kuliahnya.


" Kamu gambarkan apa yang kamu pikirkan. nanti baru aku koreksi dan tambahkan kekurangannya." kata David.


...*******...


...Bersambung...


...×÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷×÷×...


Tolong share jika suka cerita ini ya..

__ADS_1


Salam kangen dari mamak Author. Semoga kalian semua sehat.


__ADS_2