BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Calon suami...?


__ADS_3

...jika ada yang melihatmu dengan penuh cinta, maka jangan pernah lrpas kan. Karena dialah orang yang rela mengorbankan apapun untuk dirimu dan dialah orang yang cocok untukmu...


...Cintailah orang yang mencintaimu karena kau akan dapatkan segalanya darinya...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Yunita melipat bukunya dan mengemasi alat-alat tulisnya. Tugas kuliahnya selesai dengan lancar. Tentu saja dengan bantuan David.


" Makasih Koko.." Katanya kemudian berlalu dan menuju kamarnya.


" Dengan senang hati calon Istri..." Yuni menjulurkan lidahnya mendengar gombalan David.


David juga ikut berdiri dan menuju ruang kerjanya. Ada beberapa berkas yang harus dicek ulang sebelum besok dibawa ke kantor.


Surat bermeterai yang berisi perjanjian kerjasama dari pihak pengembang. Surat ijin pendirian bangunan juga surat kerja sama dengan penyedia bahan baku.


yang paling alot ialah dari pemerintah daerah. mereka meminta jatah lebih untuk pembebasan lahan juga untyk perijinan. Sungguh melelahkan.


Setelah semua beres David memasukkan semua berkas ke koper kerjanya. Dia hendak beristirahat , rasanya badan remuk semua.


" Yunnyun... kamu bisa tolong aku ga..? Tanya David pad Yuni saat dia melihat Gadis itu melewati ruangannya.


" Apa koh. Bantuan apa?"


" Mengurut kakiku rasanya penat banget." kata David.


" Bisa lah koh. Mau pakai minyak urut apa tidak?" Tanya Yuni. lalu dia turun ke bawah. mengambil minyak urut yang ada di kamar pembantu.


Tak lama kemudian dia datang bersama Lastri.


" Kok Lastri juga kesini..?" Tanya David.


" Dia jago untuk urut mengurut Koh.." kata Yuni.


" Ooh... " David hanya bisa melonggo. lalu merebahkan tubuhnya di atas matras yang sudah Yuni persiapkan sebelumnya. Ia tidak mau kasurnya kotor oleh minyak urut.


" Kamu duduk di situ Yun. Jangan keluar sebelum Lastri selesai mengurut." kata David sambil memejamkan matanya.


Lastri menurut, dia membuka televisi yang tergantung di dinding, lalu duduk di atas Sofa yang ada di kamar tersebut.


Sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh malam baru Lastri menyelesaikan pijatannya di kaki bos mudanya tersebut. Pria muda yang sangat tampan dan baik itu sudah tertidur rupanya, dengkuran halus keluar dari bibirnya yang menganga.


" Bos muda tidur ngowoh saja ganteng. ..." kata Lastri. Dipandanginya wajah bosnya sejenak. Kemudian membangunkan Yuni yang juga sudah tergeletak di Sofa.


" Westah. Tidur kok koyo kebo. Susah men digugah.. ( tidur kok seperti kerbau, susah dibangunkan) " kata Lastri. lalu dibiarkan saja yuni tertidur, diapun keluar dari kamar bosnya. Sengaja tidak ditutup pintu kamar itu.


****


Sampai dini hari barulah David terjaga dari tidurnya, udara dingain dari luar kamar membuatnya terbangun.


Dia melihat sekeliling, ternyata dia masih tertidur di atas matras yang digelar di atas lantai. Pandangannya menyapu seisi ruangan. Tivi masih menyala, dan dilihatnya sosok gadis mungil tergeletak di sofa menghadap ke arah televisi tapi matanya sudah terpejam rapat.


David menuju ke kamar kacil. Beberapa saat kemudian keluar dengan wajah yang dibasuh air dingin. Lebih segar walaupun masih sangat ngantuk.

__ADS_1


Dia mendekati tubuh mungil Yuni, kemudian mengangkatnya ke kasur miliknya. Diselimutinya gadis itu dengan selimutnya. Lalu melangkah ke arah pintu untuk menutupnya.


Lalu David mengambil selimut lain dari dalam lemari pakaiannya. Dia merebahkan dirinya di atas matras yang tadi digunakan untuk pijat.


Mereka terlelap dan terbuai oleh mimpi masing-masing. Hingga suara adzan Subuh di Mushola terdekat membangunkan mereka.


" Kok aku bisa tidur di sini..? Kurang ajar Lastri, dia tidak bangunkan aku." Kata Yuni berdesis.


"Koh.. koko.. Bangun.. "


" Eeeeh." . David menggeliat.


" Koko pindah ke kasur sana. Di sini pasti dingin koh.." Bisik Yuni lagi. kali ini dia mengguncang lengan David.


" Sudah pagi to Yun. "


" Iya. Jika masih ngantuk Koko pindah di kasur. Maaf ya semalam kok malah aku yang tidur di kasurnya Koko. Koko kan bisa bangunkan aku dan aku pasti akan pindah ke kamarku sendiri." kata Yuni.


" Coba, gimana jika Koko jadi demam atau Flu karena tidur di bawah kaya gini? Pasti aku yang merasa bersalah sudah menjadi penyebabnya."


" Sudaaah.. belum juga jadi istri. Sudah cerewet kaya gini." kata David sambil merem.


" sana keluar. aku mau tidur lagi." David menarik selimutnya lebih tinggi.


" Yo wis nek moh pindah." kata Yuni sambil melipat selimut milik David yang ia pakai semalam. Lalu dia keluar kamar bosnya menuju kamarnya sendiri untuk melakukan ibadah padi.


******


" Salahmu to. Kenapa aku tidak dibangunkan. Kasihan itu Bos harus tidur di atas matras. " Kata Yuni.


" Loh. Kalian tidak tidur bersama ti..?" Tanya Muna.


" Hush.." Wahmi memberi isyarat diam pada anak buahnya.


" Ngawur kamu Mun. Kita bukan penganut kebo ya.. tidak mungkin kumpul kebo sebelum nikah." Kata Yuni agak tensin.


" Tapi tidurmu kaya Kebo Yun. Aku bangunin berkali-kali, tapi kamu tidak respon sama sekali. Ya sudah tak cokke wae to. Kalao pak Bos mana berani aku bangunin. Begitu selesai mijit yo aku langsung turun wae." Kata Lastri.


" Yo wis. rasah ribut. Toh Yuni dan pak Bos sama-sama bisa jaga diri. Tidak mungkin melakukan hal tidak bermoral." Kata pak Jayuz.


" Kamu mau kopi apa teh Yun..?" Tanya Wahmi.


" Boleh minta air panas saja mbak. Aku mau peres jeruk saja rasanya tenggorokanku agak seret. Takutnya radangku kumat mbak." Kata Yuni.


" iyo. iki air panase, tak campur dingin biar anget-anget kuku." Wahmi menyodorkan gelas berisi air hangat kepada Yuni. Kemidian Yuni menuju kulkas untuk menambil lemon.


Diperasnya lemon yang sudah dibelah, kemudian dia tambahkan madu, supaya tidak terlalu kecut.


" Nyonya besar akan pulang minggu depan. katanya sudah kangen dengan mawar-mawarnya. Takut jika Yuni lupa mengurus tanaman gara-gara menyimpan rindu pada koko. eh maksud saya ..."


"Apa sih pak Jay.....!!" Yuni memotong ucapan Pak Jayuz yang sengaja meledeknya.


" Bapak ini. Tidak usah meledek Yuni toh. Nanti baru nyesel jika Yuni benar-benar jadi nyonya Bos.."Kata Wahmi.

__ADS_1


" Memang kenapa jika aku jadi Bos. Pasti kalian tetap jadi orang-orang terbaik di rumah ini." Kata Yuni.


" Hari ini aku libur kuliah Pak Jay. Jadi tidak usah repot antar jemput aku." kata Yuni.


" loh wingi kamu sudah bolos to? kok swkarang libur lagi?" Tanya Pak Jay.


Eh ternyata Pak Jay perhatian juga sama aku coy..


"Siapa yang mbolos pak..?" Suara merdu milik siapa yang antuaias dengan percakapan kelas asisten ini.


" Eh Koko... Sudah bangun Koh?" Tanya pak Jay salah tingkah.


" Buk. Koko dibikinkan minum dulu." Kata Pak Jay.


" Siap. koko mau Jus buah atau minuman hangat? " Tanya Wahmi.


"Boleh minta teh susu mbak?" tanya David.


" Boleh dong.." balas Wahmi.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan di ruang dapur kediaman Wang memang sudah terbiasa terjadi. Hampir tidak ada sekat. David lebih sering menghabiskan waktu berasama mereka ketika di rumah.


" Pak Jay, hari ini minta disopiri boleh ga. ?" Tanya David.


" Tentu Koko ganteng. Pak Jay siap mengantar Koki sampai kemanapun." kata pak Jayus mantab.


" Iya. hari ini kok rasanya capek banget. "


" Iya koh. biar bapak anter. koko bisa duduk sambil istirahat."


" iya. kita berangkat sekitar jam delapan. ada klien yang janji bertemu agak siang. Yuni nanti.bareng saja." David menoleh ke arah Yuni. Dan gadis itu hanya mengangguk.


" Jadi kemarin kamu bolos kuliah Yunita Suryani..? Pasti karena ingin mwnyambut kepulanganku kan...? " Bisik David pelan, tidak ingin percakapanbya dwngan Yuni didengar payan lain.


" Apaan ya Koko ini.. pasti salah mengira ya. Aku tidak bolos kuliah, hanya saja mata kuliah kemarin ada yang kosong, jadi ya gitu lebih baik pulang awal kan..?" tanya Yuni berargumen.


" ya ya ya... lebih baim pulang gasik dan menyambut kemulangan calon suami." kata David sambil cengar-cengir.


...****************...


...To Be Continue...


...^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^...


Salam kangen dari koko David dan Yuni.


Mamak Author juga rindu. di kasih like dan dukungan pasti bikin mamak Aothor seneng ya.


Semoga semua sehat wal afiat.


Kepoin terus ya, bantu share jika kaluan suka.


Love you much much much..

__ADS_1


__ADS_2