BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Mancing Mania


__ADS_3

"Tak perlu di bungkus Yuni..." kata David pada Yuni yang sedang menyiapkan bekal untuk David. Rencananya David akan bersepeda, dilanjutkan mancing bersama teman-teman masa SMAnya.


" Oo la biar rapi to Koh, "


"Tidak usah. Sudah ada tas kok mijar di bungkus lagi. gelem temen re pot to kamu iki."


" Aku Ketemuan sa ma tem an SMA, bukan sa m a klien atau persiden."


"Disana ada nona Lily juga ya Koh..?"


" yo mesti ada to. Lily kan juga teman SMAku."


" oooo"


" ngopi kok ooooooo"


"biasa wae koh bunyi oo nya. Aenggak sambil manyun gitu kok."


"la perempuan juga ikut mancing po koh.." tanya Yuni pinisiri.


" kamu kepo banget ya...Yuni."


"Bukan kepo Koh, Cuma penasaran. Acara begituan pasti asik." Yuni menundukkan kepala. Tak ingin bos mudanya mengetahui perubahan warna mukanya.


" kalau penasaran kamu ikut saja Yunni.."


"Emang boleh Koh? Emang koko tidak malu gitu ngajak aku..?"


" ya boleh lah. aku kan panitianya.


Memang sebenarnya kami harus membawa pasangan. Biar kami yang memancing dan pasangan kami yang bikin bumbu dan membakar perolehan kami."


Yuni menampakkan wajah polosnya, dia tampak bahagia, sesaat kemudian menekuk mukanya lagi.


" Sana ganti bajumu Yuni.


Biar aku yang minta ijin ke Nena." David mengambil alih bekal yang dari tadi dipegang oleh Yuni.


" koko beneran mau ajak saya?" tanya Yuni setengah tak percaya.


" Apa aku tampak bercanda Yuni..? jangan sampai aku berubah pikiran. cepat ganti baju, aku tunggu lima menit." kata David sambil membulatkan matanya. Membuat Yuni berlari ke kamarnya sambil tergelak.

__ADS_1


"Terima kasih Koko....." teriak Yuni dari balik pintu kamarnya.


--bocah Kuprut... kata David lirih.


******


" Came on Dav... kamu bawa asisten nenek kamu...? memangnya tidak ada gadis lain yang selevel denganmu...?" Pandangan Lily melekat pafa sosok Yuni yang sedang mengeluarkan bekal dari bagasi mobil mewah milik David.


" Memang kenapa dengan Yuniku Lily..?


" Apa..Yuniku..?" lily tampak kaget dengan panggilan yang disematkan oleh David pada asisten pribadi neneknya itu.


"Iya, dia Yuni kami. aku yang membawanya ke sini, jadi dia Yuniku. aku sengaja mengajaknya untuk menjadi pasanganku. dia yang akan memasak perolehanku menemani kalian. kaluan nanti akan tahu jika Yuni jago bikin pepes ikan."


" Oh David.... mengapa bukan aku saja yang kamu jadikan pasangan. padahal aku menunggu saat srperti ini begitu lama." Batin Lily.


kenapa harus gadis kampung itu..? Lily pergi meninggalkan David yang asyik menata jorannya dan sepedanya.


Cuaca minggu pagi ini sungguh indah, matahari hangat menyapa bumi, angin berhembus sepoi, langitpun cerah dan ditambah kicauaan burung yang hinggap di pepohonan tepi danau buatan ini.


David mengambil sepedanya


Acara diawali dengan bersepeda bersama mengelilingi danau. Beberapa wanita tinggal untuk menyiapkan piknik. menggelar tikar, membuat perapian untuk membakar jagung dan kentang.


Sungguh pemandangan yang indah. Taman dan danau ini memiliki manfaat yang besar untuk masyarakat sekitar.


Piknik murah meriah, dekat dengan hunian, berada di tengah kota dan menjadi paru-paru kota. Pedagang makanan berjejer rapi di pinggiran trotoar tanpa mengganggu pejalan kaki.


Banyak ibu muda yang juga datang untuk mebawa putra-putri mereka untuk bermain di playground yang tersedia.


" Kau, kau Yuni kan..? asisten nyonya Grace..? mengapa kau bisa berada di sini Yuni...?" Tanya Lily pada Yuni.


" Koko David yang mengajakku nona.." Jawab Yuni, dia tidak suka lily memandangnya seperti itu. Tatapan merendahkan.


" Bagaimana David bisa mengajak orang luar ke acara ini..? harusnya dia tahu acara ini khusus alumni terutama geng kami." Kata Lily sengaja dengan volume suara yang dikeraskan agar terdengar oleh Yuni.


"Nona bisa tanyakan langsung ke Koko David" Yuni bergeser menjauhi Lily yang masih terbakar emosi.


apakah orang itu cemburu?.. bukankah koko tidak pernah menyebutnya sebagai pacar atau kekasih. Dia hanya menyebut bahwa semua adalah teman. tapi mengapa dia bertindak seolah dia kekasihnya koko David?...pikir Yuni.


" Koh...." panggil Yuni ketika David sudah selesai bersepeda. " minum dulu koh.." Disodorkannya botol berisi air mineral dari kotak bekal.

__ADS_1


" minum infuse woter akan lebih baik untukmu Dav.." tiba-tiba Lily berada diantara mereka dengan menyodorkan sebotol infuse woter berisi potongan buah apel dan sayur sawi.


David menerima kedua botol pemberian dari kedua wanita di depannya. Lalu dia meminum air mineral yang diberikan oleh Yuni.


" Air kamu segar Yuni. ini sudah aku habiskan. " David minum sangat cepat dan sengaja membasahi muka dan dadanya dengan air tersebut.


Lily menelan ludahnya, terpesona dengan ketampanan David yang memikat. Wajah glowing, tulang rahang yang kuat, hidung mancung, bibir tipis memerah dan tentu saja jakun yang naik turun saat David meminum air. Sungguh indah... pikir Lily.


Yuni memandang ke arah Lily.


--- benar, dia memang menyukai koko--- lihat saja matanya seperti ingin menelan koko begitu..--- Yuni memanyunkan bibirnya. Hatinya tidak suka melihat Lily memandang David seperti ingin menelanjanginya.


" kamu akan merasa lebih segar jika minum infuse woter Dav.." Lily kembali mengingatkan.


" Tidak apa-apa, kamu minum saja Lily saya sudah cukup dengan air mineral." kata David malah berdiri dan melangkah menuju tikar dimana teman-teman yang lain berada. mereka menikmati jagung manis bakar. Sebagian teman yang lain sudah mulai asik memancing.


" kamu duduk sebelah Riyan sana yang kosong Dav..." Seru Alex. Temannya itu yang paling jago saat strik dan memasang umpan. pasti ikan besar yang menjadi tangkapannya


Di danau ini yang terkenal ialah Brascape dan guraminya. tapi yang paling banyak ikan Nila dan mujahir. Alek membuat taruhan sama Riyan, siapa bisa ngumpulin braskap paling banyak dia berhak makan dan minum gratis di kafe " Telaga" yang ada disamling danau ini, biaya ditanggung oleh pihak yang kalah.


Dua temannya itu maniak Joran. saat hari libur pasti menghabiskan waktu untuk mancing. bahkan bisa menghabiskan waktu berhari-hari diatas kapal demi mendapatkan tangkapan yang diinginkan.


" Kamu ikut taruhan Dav.." Tanya Riyan.


" Tidak ah. Ditandingkan sama kalian berdua aku pasti ka lah." Jawab David.


"setriiiiikk.." teriak alex kencang membuat mata teman-temannya tertuju padanya. benar saja braskap ukuran panjang tiga puluh cm dan berat dua kilo ber hasil dia naikkan.


"kampret lo Lex. baru juga mulai taruhan, sudah langsung streik.." Kata Riyan.


" Ya..mau gimana lagi kadung cintrong tuh braskap sama joran gua..ha ha ha.." Alek meleyakkan ikan di nampan yang sudah disediakan oleh kekasihnya, Lisa, pacarnya itu sudah terbiasa dengan binatang laut, akibat dari seringnya menemani sang pujaan mancing.


****


lomba mancing akhirnya dimenangkan oleh Alek. dengan tangkapan tiga braskap, lima mujahir, satu gurami dan beberapa ikan Nila. Sementara Riyan mendapat satu braskap ukuran kecil, tidak genap satu kilo, dan beberapa Nila.


Cukup untuk bakaran satu geng mereka. lily, Lisa ,Rosa bercengkerama membahas masa lalu mereka saat SMA. Sementara Yuni hanya bisa menjadi pendengar.


keakrapan David dengan teman-temannya membuat Yuni tambah salut. ternyata selain penyayang dengan keluarga dan orang rumah yang lain, koko David juga penyayang teman.


Acara usai saat mereka menghabiskan buah nanas yang dicocol sambal lotek. matahari sudah mulai meninggi dan memperlihatkan kekuatannya.

__ADS_1


Peluh yang bercucuran, memberi isyarat bahwa memang sudah waktunya istirahat.


Mereka membubarkan diri, kembali ke kediaman masing-masing. Terlihat kekecewaan lily, misinya untyk berdekatan dengan David gagal. karena selain sibuk memancing ikan, ternyata David lebih perhatian ke Yuni. sang asisten kuprut.


__ADS_2