BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Kehebohan Yuni


__ADS_3

" Terima kasih pak Jay." Setibanya mereka di rumah kediaman Wangs Family.


" Sama-sama mbak Yuni."


Yuni pun memasuki Rumah nan besar itu. Dia mengamati suasana rumah yang sepi. Berarti nyonya dan tuan besar belum pulang dari liburan mereka.


Sungguh terasa sangat kosong. Yuni langsung menuju ke dapur tanpa meletakkan bawaannya.


Para pelayan tidak terlihat sibuk, karena majikan mereka tidak di Rumah.


"Mbak Wahmi masak apa ya. ?" tanyanya dalam hati.


Dia melihat wajan yang masih mengepulkan asap. Orek tempe manis dan sup kembang kol.


Mbak Wahmi sudah terpercaya, walaupun bos tidak ada tetapi dia juga masih punya tugas untyk menyediakan makan bagi para pekerja yang ada di rumah ini.


mungkin setelah masak mbak Wahmi mandi dulu atau sholat magrib, baru setelah itu mereka akan makan bersama. Jadi lebih baik Yuni juga ke kamar untuk bersihkan diri sendiri, lalu sholat maghrib.


Yuni menaiki tangga ke kamarnya dan melakukan ritualnya.


huh.. enaknya... Yuni meletakkan badannya di atas sajadah. Lelah yang dirasakan membuat berat kelopak matanya, sehingga begitu mudah bagi gadis itu untuk merajut mimpi.


Bunyi telepon dan notis di WA terabai olehnya. Mandi dengan guyuran air hangat mampu merilekkan bahunya yang tegang. Serasa dipijit sama pijit listrik dolpine.


Air liur mulai menetes dari bibir mungil sang gadis muda.


"tok tok tok....


Berkali-kali pintu diketuk dari luar, namun tidak ada jawaban.


" Yuni...."


"tok tok tok...."


" Yuni.. kamu ngapain di dalam. Ditunggu teman-teman di bawah untuk makan bareng!"


Masih bergeming tanpa sahutan apapun. Kemudian Lastri membuka pintu kamar. Alangkah terkejutnya melihat Yuni tergeletak di atas sajadah. Lastri tidak berani bertindak gegabah dia langsung turun memanggil orang-orang yang ada di bawah.


Dari atas tangga Lastri sudah berteriak.


" Pak Jay... mbak Wahmi... tolong... tolong...." teriak Lastri terbata-bata.


" Ada apa Lastri... bikin jantungan saja." kata pak Jay, Selaku orang paling tua di rumah itu. Dia dibebani tanggung jawab mengurus rumah dan isinya, termasuk para penghuni rumah ini.


" Tolong pak..pak. Yuni pingsan di atas sajadahnya..."


" apa.. pingsan?" Tanya wahmi dan bergegas naik tangga di susul pak Jay.


" Tadi baik-baik saja, pulang Kuliah aku yang jemput. Tidak terlihat ada masalah.." kata Jayus.


" Apa yang terjadi. bos bisa marah ini jika tahu si yuyun pingsan."


" Mungkun kelelahan dia. lupa makan mungkin." kata Lastri.


"kita langsung masuk kamarnya.


"Biar aku yang lihat."kata Wahmi.

__ADS_1


" Yun... Yuni... bangun Yun.." Kata Wahmi sambil mengguncang tubuh Yuni.


Yuni menggeliat merenggangkan tubuhnya.


" uuugh.... Mbak Wah" Dia menoleh dan melihat wajah-wajah rekan kerjanya yang tampak kuatir.


" Alhamdulillah...kami kira kamu pingsan Yuni..." Kata lastri


"Kalian, ke sini bareng-bareng..?" tanya Yuni bodoh.


" iya.. tadi lastri yang saya suruh naik panggil kamu, karena kamu tidak muncul-muncul untuk makan."


" Kamu tak panggil ga krungu. tak baleni panggil masih tak ada jawaban. Pas aku buka puntu lihat kamu teronggok di atas sajadah tak kiro kamu pingsan." jelas Lastri.


" Aku capek banget mbak. Se lesai sholat tak kuat nahan ngantuk. langsung tidur di sini." kata yuni tanpa rasa bersalah.


" oalahhhh... dasar. kamu juga lastri. bikin orang panik. Besok lagi pastikan dulu sesuatunya. Belum cek secara betul langsung teriak heboh dan bikin panik. untung nyonya dan tuan bos tidak ada. kalau ebggak, bisa jantungan nyonya Gracevdengar teriakanmu las..!" kata Wahmi.


" Maafkan aku, kalian semua jadi kalang kabut karena menghawatirkan aku. terima kasih mbak Wah, pak Jay dan sampean juga mbak Lastri." kata Yuni sambil bangun dan melepas mukenanya.


" Yo uwis. ndang mudun dienteni konco-konco kae nangisor. kita makan bareng." kata mbak Wahmi.Dia berdiri dan .eninggalkan kamar diikuti Lastri dan Jayuz di belakangnya. Yuni menyusul mwreka setelah merapikan mukenanya. Dia turun tanpa mengecek hp nya.


******


"Sudah lupa ya pesanku..?" Kata David dalam video call mereka. Sudah disepakati antara Yuni dan David jika harus berkirim kabar jika selesai aktifitas di luar.


Berpuluh panggilan masuk terabaokan di ponsrl Yuni, membuat David meradang.


"Dasar tukang tidur. Harusnya kau mengabariku sebelum memejamkan matamu, dan bikin heboh seluruh rumah." Yuni hanya bisa mesem sambil memandang layar ponselnya.



" Eh.. tunggu dulu. kok Koko tahu kalau rumah heboh karena aku..?" Tanya Yuni.


" Aku telpon rumah. mbak Wah yang cerita, gara-gara kamu semua jadi heboh. Besok lagi diulangi ya.." kata David.


" Kok diulangi Koh..?"


" Iya, biar kujitak kepalamu !". kata David di seberang.


Yuni merengut. tentu tidak dapat dilihat oleh David.


" koko kok jahat, main jitak saja. aku ketiduran kan tidak sengaja.. kecapean koh..? Dari kantor langsung kuliah dengan jadwal yang padat. rasanya bahu kaya manggul semen sekantong." Kata Yuni.


" kaya kuli bangunan dong kamu Yuni.."


" Ya enggak gitu juga." jawab Yuni.


" koh.. kapan Nena pulang..? Aku kangen." tanya Yuni.


"Kamu tidak kangen sama aku Nyun..?"


" Aku lebih kangen sama Nena Koh.."


" Nenna berlibur di tempat sahabatnya di Jepang. Mereka menginap di hotel mereka. Rencananya akan menghabiskan waktu musim semi ini di sana."


" Yahh lama ya. terus apa ya ng harus ku kerjakan jika tak ada kakek nenek..?"

__ADS_1


" Tenang,, kau bisa mengurusku Nyun-nie." Kata David.


" Tidak mungkin mengurusmu saja. Kau kan terus beredar kokoh.. Seperti meteor." Kata Yuni.


" Meteor garden. itu kan filmnya Dylan Wang dan Shen Yue kan..? Kamu nonton Nyun?" Tanya David nyelewar jauh dari tema pembicaraan.


" Yo mesti nont on Koh. Film yang Tokoh prianya sangat mirip dengan Koko itu to?" Kata Yuni.


David garuk-garuk kepala. Tspi Yuni tidak tahu, karena mereka bicara melalui kabel telpon.


" Sudah malam koko Tao ming tse..! Sana pergi istirahat !. Aku juga mau istirahat, ngantuk."


" Berani sekali ya sekarang..?"


Awas saja besok saat aku sampairumah." Kata David.


" Bukan berani kokoh....


Tapi kita ngobrol sudah lama loh. emang koko sudah makan? Sudah mandi? Sudah makan vitamin? Sudah telepon Nenna di Jepang?... " Kata Yuni.


" Ya sudah aku tutup telpon. Kamu tidur yang bener. Awas saja ketahuan begadang ."


" Ngancem terus..!"


" Pokoknya aku mau tahu semua aktifitasmu, dan kamu wajib memberitahukan padaku lo." kata David.


" Ribet ya orang ini." kata Yuni dalam hati.


" Lapor. koko. Saya siap pwrgi tidur. mohon matikan panggilan telepon. Laporan selesai." kata Yuni Tegas seperti komandan upacara.


" Tidak begitu juga kali.."


Aku hanya ingin memastikan kau aman, tidak ada seorangpun yang mengganggumu, dan kamu tidak kekurangan sesuatupun... kata David dalam hati.


Kau menjelma menjadi mahluk istimewa di hatiku Yunita Suryani.


Jangan pernah membantahku, karena akan melukai hatiku.


" Selamat malam Yunita Suryani.." kata David mengakhiri percakapan mereka.


" Malam Koko..." Jawah Yuni.


Akhirnya perasaan rindu itu terobati. David bisa meneruskan kerjanya dengan tenang. Dia membawa dokumen perjanjian yang baru di acc tadi sore.


Semoga besok sudah mencapai kesepakatan, dan sore bisa langsung pulang. Batin David.


...*****...


...To be continue...


...💜💜💜💜...


Terima kasih sudah membaca dan memberikan like pada cerita ini. Mamak Author membutuhkan dukungan kalian untuk terus berkarya.


love you much much much..


💓💓💓💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2