
David bergegas mandi, karena tahu kalau neneknya sudah menunggu. Tidak menyangka saja kalau Nena punya rencana sidak ke showroom yang ada di Kemang. Salah satu bidang usaha keluarga Wang, hadiah untuk Nena dari Opa.
Usaha ini sudah berkembang pesat, Showroom mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Magelang juga ada di Pekalongan.
Nena mempercayakan usahanya ini pada seorang manager yang sudah bertahun-tahun mengabdi kepadanya. "Grace Motor" Dealer resmi mobil keluarga.
Membuka pintu kamarnya menuju ruang kerja. Masih dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
David yang berjalan sambil mengusap kepalanya dengan handuk, tidak menyadari jika dedepannya ada seorang gadis manis yang kebetulan lewat.
" brukkk".. Suara benda jatuh di lantai kayu berlapis pelitur itu.
David menyingkap handuknya dan melihat seonggok manusia bersimpuh di depannya.
"Maaf Koko. Saya yang tidak lihat. " kata Yuni
" Kamu ngapain di sini Dik. Biasanya selalu di dekat Nenai kan.."
kelayaban. Pikir David.
"Nenai menyuruh saya menaruh buku-buku ini di perpustakaan Ko." Kata Yuni sambil mengusap jempol kakinya yang kejatuhan buku.
Jempolmu mleok kuwi.. batin David.
" lain kali hatii-hati yo Dik"
" Iya Ko.."
Memunguti buku yang berjatuhan di lantai.
"Dasar bocah" kata David sambil mengusap kepala Yuni.
main usap saja: batin Yuni
Diusapnya jejak tangan David di kepalanya. Bibirnya reflek menyun ke depan.
Ternyata bekas tangannya saja harum banget: Yuni bermonolog sambil cengar-cengir.
*****
__ADS_1
"Yuni. kamu ikut kita jalan ya" Kata nenek Grace
" hah.. tak kiro saya ndak ikut Nenai. Tiwas ga dandan dari tadi".
"opo sih kowe ki. ga usah dandan. ganti baju yang lebih sopan wae. "
"Iya Nenai. sebentar"
"cepet..." David ikut mengomentari.
"Iya Koko. " Jawab Yuni sambil berlari mwnuju kamarnya.
Sementara menunggu Yuni ganti baju, David mengeluarkan mobil dari garasi.
Mobil khusus sang Nenek. Land Rover keluaran terbaru. dibeli dari hasil tender pertama David tahun lalu.
Kebanggaan tersendiri bagi sang nenek. Ketika bayi mungil yang dibesarkannya kini sudah menjadi pemilik salah satu perusajaan pengembang di Nusantara dengan mega proyek dengan omset milyaran rupiah.
Bukan isapan jempol. Disikan sang kakek menjadikan dia singa penerus keluarga Wang. David mewarisi jiwa pengusaha yang memang secara turun temurun menjadi takdir baik dalam keluarganya.
Mereka berjaya, tetapi tetap memanusiakan semua pekerjanya, mulai dari staf tertinggi sampai tukang kebun di rumah. Semua mendapat perlakuan terbaik dari sang majikan.
Mereka menyambangi showroom yang mana mendapat sambutan hangat dari sang manager.
Tak lama kemudian sanga nenek mengajak mereka untuk mengunjungi mall di pusat kota.
" Nenai biar aku yang gandeng. kamu dorong troly. mungkin banyak yang Nenai bakal beli." Kata David sambil membukakan pintu untuk neneknya.
"Aku masih kuat jalan sendiri Dav. tidak perlu dituntun." Sanggah sang Nenek.
" Baiklah..Sri kandiku.. aku akan mengikutimu dari belakang" Balas sang cucu.
Mereka mwngelilingi Mall tersebut. Tak disangka sang Nenek justru menuju tempat pakaian remaja.
Nenek bilang hanya Koko David cucunya. kok ke pakaian remaja. mana banyak banget yang di beli..: batin Yuni.
" mungkin nenek mau melakukan donasi. tapi kok seukuran ya bajunya." Yuni masih bermonolog penasaran.
" Rausah kokean mikir. nganti koyo opo wae". Kata sang nyonya sambil menepuk bahu kanan Yuni.
__ADS_1
Benar kata orang. Tepukan di bahu seperti pecut yang menyemangati. buktinya Yuni lamgsung sadar dari lamunannya.
" Eeh iya Nenai.. saya cuma heran kenapa membeli baju denga ukuran yang sama sebanyak ini".
"Wis yuk jalan lagi. kita juga perlu beli sepatu dan tas untykmu." jawab sang nyonya.
" Ha a a. apa Nenai.. buat saya? mana ada uang saya belanja sebanyak itu. Bahkan saya belum terima gaji pertama saya nyo..." Ambigu Yuni mengemukakannunek-uneknya.
" Mosok aku nyuruh kamu mbayar sendiri. bocah gemblung" Kata Grace.
" Kamu kan asisten pribadiku to. Mosok Aspriku kumel gitu. Kamu bakal tiap saat berada di sisiku. ada rapat, jamuan, ketemu orang-orang hebat. Maka kamu juga harus terlihat keren dong.." kata Grace.
"Dan kamu tidak perlu bayar untuk semua itu. Cukup lakukan sesuai perintahku. kamu mengerti Yuni?" Grace tampak mengultimatum. Dibalik kasih sayangnya ada penekanan di dalam suarsna. nada tidak suka dibantah.
Setelah selesai belanja kebutuhan Yuni yang dirasa perlu untuk dibeli. termasuk lipstik di salah satu outlet produk dalam negeri yang cukup disegani.
" Kamu coba lipstik ini Nok.." kata sang nenek member'ikan lipstik beberapa warna.
" Saya ga biasa lipstikan bu."
" cobalah, kamu pasti lebih cantik. Aura kedamaian darimu lebih tajam. lipstic-lipstic ini harus jadi koleksimu. " Grace tak mau dibantah.
.
.
.
Setelahnya mereka makan di restoran Jepang yang ada di foodcourt.
🤎🤎🤎🤎
yuk kita ngopi bareng. ..
mata sudah lengket banget. maaf kalau banyak typo
jangan lupa like dan komentarnya ya..
tolong share jika kaluan suka cerita ini
__ADS_1