BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Menemani Nena Belanja


__ADS_3

David menyeka keringat yang bercucuran di dahi dan lehernya. handuk kecil yang dibawanya hampir basah semua. Sudah lebih dari 30 menit David mengelilingi taman kota.


David duduk di bangku besi di salah satu sudut taman. Botol air lemon di tenggaknya sampainmembasahi leher dan dadanya. Akhir oekan yang cerah, makanya David bisa lebih santai dan berlanma-lama berada di taman


Dikejauhan terdengar suara musik, biasa ibu-ibu komplek menggunakan waktu akhir pekan untuk olahraga bersama. Senam aerobic atau zummba. Dengan dalih mrmbakar lemak atau mencari sehat, tapi sebenarnya hanya ajang pamer satu sama lain.


Ada yang pamer gelang baru, Suami yang naik pangkat, atau mobil baru hadiah dari suami. David pernah duduk lebih dekat dan kebetulan mendengar pembicaraan mereka. Kebanyakan mereka para istri karyawan yang punya banyak waktu luang.


"David.." Perhatian David beralih ke seorang gadis yang berjalan mendekatinya.


langkah gemulai gadis model di beberapa majalah dan menjadi endors dari beberapa brand baju terkenal itu semakin mendekat.


" Hai juga Lily, kau juga lari di sini, Sudah lama tidak olahraga bareng..". Jawab David.


Mereka pernah satu angkatan di SMU. Terpisah saat David mrneruskan kuliah management sampai S2 di Stanford Univercity. Dan mereka kembali akrab saat David mulai bekerja di kantor kakeknya dan Lily salah satu kepala bagian di kantor. Papinya Lily salah satu pemegang saham di perusahaan kakek, jadi sangat mudah bagi Lily mendapat jabatan tersebut.


*****


Tanpa diminta Lily duduk di sebelah David. Mereka sama-sama memiliki mata sipit. Kulit Lily sangat putih, rambut panjang sepinggang yang dicat coklat tua, tinggi sederhana, mata dengan kontac lense biru, alis yang disulam.


Cantik... untuk ukuran manusia biasa. Author yang sesama wanita saja bisa jatuh cinta kok. Apalagi lelaki kebanyakan..


Dengan percaya diri Lily mengambil alih botol milik David dan meminum isinya hingga tersisa lemon di dalamnya.

__ADS_1


"Huh.. haus, dan airmu sangat segar. Terima kadih ya." Sambil menyodorkan kembali botol ke tangan David. Dan David hanya melonggo dengan pergerakan Lily yang terlalu cepat.


" Oi... melonggo aja. enggak iklas airnya aku minum.. nanti aku ganti lah.." Kata Lily sambil menepuk lengan David.


" Tidak.. kaget saja. ada bidadari cantik yang tiba-tiba nyerobot minumanku." Jawab David. Sambil menyelonjorkan kaki. Sebabis lari kaki sebaiknya dalam posisi luru, supaya peredaran darah lebih lancar.


" Kamu sendirian Ly.."


" Enggak lah. aku sama calon Presiden Direktur Wang Group ". Jawab lily sekenanya.


Lily lebih kocak orangnya. Pekerjaan sebagai model dan endorse dari beberapa brand membuat pergaulannya lebih bebas. Saat dapat jatah pemotretan dia padti ijin dari kantor. Seperti kantor miliknys sendiri.


David memakluminya selama Lily tidak bertindak diluar batas. Dan selama ini Lily bisa menempatkan diri. Dia hanya menjadikan modeling sebagai hobi. Hanya beberapa brand langganan yang dia ambil, selebihnya dia dedikasikan waktunya untuk kerja diperusahaan, dimana hanya dijadikan media belajar. Nantinya toh Lily akan dicabut untuk mrnjadi penerus di perusahaan milik ayahnya sendiri.


Mereka masih mengobrol santai di kursi panjang di bawah pohon yang rindang ti taman itu. Matagari sudah mulai meninggi. jam dipergelangan tangan David menunjukkan waktu pukul 9.30.


" Bagaimana kalau kita sarapan dulu. aku traktir kau makan sup gurami. di sebelah barat taman ini ada koki sesfood handal. rumah makan milik sahabatku." kata Lily


"Boleh, kebetulan cacing di perutku sudah minta makan. yuk.. Kau bawa mobil ga Ly"


" Enggak. tadi aku bareng papi. dianya mau ma in golf."


" Kalau gitu kita jslan ke parkiran ambil mobil dulu yuk. nanti biar sekalian pulang".

__ADS_1


mereka makan sup gurami pesanan mereka.


Setelah makamn David langsung pamit sementara Lily masih ingin berlama-lama bersama sahabatnya yang pemilik restorsn tersebut.


*****


Sesampainya di rumah sang nenek sudah menunggunya di kursi santainya.


"Nena sudah cantik, mau ada acara keluar..?". Tanya David.


" iya, mau ngecek Show room yang ada di kemang. maunya sih ditemenin kamu. Karena kakekmu sedang ga mau diganggu. ada teman mai golfnya dari Singapura datang."


" Tadi ketemu Lily. katanya sang papa juga lagi main. mungkin barengan sama Opa".


"Paling juga gitu. mereka kan satu team. meskipun paling tua kakekmu paling di kagumi di lapangan."


" Nena tunggu ya le. Kamu bersih-bersih dulu sana." kata neneknya


David mengangguk lalu meninggalkan neneknya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Disebelah kamarnya ada ruang kerjanya, dan diujung ruangan adalah kamar mendiang kedua orang tuanya.


Sementara di lantai tiga hanya dipakai untuk ruang gim dan perpustakaan. Dan ruang terbuka yang diisi ayunan tempat santai dan beberapa tanaman hias kesukasn nenek.


🤎🤎🤎🤎

__ADS_1


__ADS_2