BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Hari Pertama Ngantor


__ADS_3

Dari episode ini kehidupan Yuni mulai berubah ya.


Tanggung jawab sebagai asisten pribadi dari seorang Grace Wang ternyata tidak mudah


Yuk kita lanjut baca, semoga bisa menghibur.


🀎🀎🀎🀎


Pagi yang cerah. suasana hati Yuni juga baik. setelah membantu nenek Grace bersiap lalu dia persiapkan dirinya sendiri.


" Besok-besok kamu ke kamarku dalam kondisi sudah siap Yun. Masih kumel begitu main masuk. " Kata Nenek Grace


"Kalau begini kan jadi aku yang harus nunggu kamu. Kamu tahu maksudku kan?"


"Iya Nenai, Maafkan saya. Besok lagi tak akan kubiarkan Nenai menunggu." Jawab Yunita sebelum berlalu ke kamarnya untuk bersiap diri.


Dasar Asisten ingusan. Salahku sendiri mengapa memilihmu jadi aSisten." gumam Nenek Grace.


πŸ‘΅πŸ‘΅πŸ‘΅


Yuni mencoba sepatu berhak tinggi warna hitam mengkilat ukuran pas dengan aksen pita sederhana.


" E eh.." dia hampir terjatuh


"nek ibuk lihat aku begini cantik pasti ibuk bahagia". batin Yuni.


Diraihnya android usang keluaran China yang menjadi jimat keberuntungannya. eh apaan jimat keberuntungan.


"Jimatku ya diriku ini." kata Yuni pada dirinya sendiri di depan cermin.


lalu dia mengambil fotonya sendiri. Selfi di depan cermin.


lalu memencet tombol berbagi. dibawah foto dia tulis kata-kata untuk ibunya.


" Ibuk... doakan anakmu ya.. hari ini hari pertama masuk kantor. Yuni dapat kerjaan sebagai asisten pribadi. Bosku cantik dan baik bu." Send.


.


.

__ADS_1


.


Yuni bergegas keluar kamar. Dia memilih kemeja lengan panjang warna pink muda dan rok plisket warna hitam sebawah lutut. Sederhana tapi cantik. Yuni menyukain setelan yang kemarin dibelikan oleh bosnya.


Karena paniknya sampai dia tidak melihat ada David berjalan di depannya.


Bruk..


Yuni menubruk tubuh David dari belakang. Sontak membuat David terdorong dan hampir terjatuh. Untung David bisa mengendalikan tubuhnya.


Tapi beda dengan Yuni. Sepatu high hellnya nyangkut di karpet yang ada di lorong tersebut.


Dengan satu kaki dia berjalan mengambil sepatunya yang tertinggal di belakang.


"Pagi-pagi sudah bikin ribut" Kata David agak kasar.


"Maaf Ko"..kata Yuni sambil menunduk ketalutan.


"Beneran saya tidak sengaja. Saya keburu-buru mau nyusul Nenai, tidak tahu kalau Koko di depanku." Jelas Yuni


"Kamu menghinaku Yun. Kamu bilang tidak melihatku. kamu samakan aku dengan dedemit hah". Jarang-jarang David marah dengan hal kecil. biasanya dia mudah memaafkan.


iya, demit ganteng-- pikir Yunita.


" Sekali lagi maafkan saya Ko. ada yang terluka? Biar saya obati."


"Tidak perlu. aku terburu-buru." Sa hut David. Dia lebih dulu sampai di ruang makan.


Didapati nenek Grace sudah lebih dulu duduk menikmati buburnya. Di sebelahnya juga duduk Kakek Wang Senior.


Mereka menikmati sarapan tanpa bicara.


Sarapan khas keluarga Wang. bubur nasi kadang ditambah ketela kadang kacang hijau makah kadang bubur dicampur daging katak.


Yuni yang terbiasa makan nasi memilih sarapan bersama pelayan lain di ruang belakang.


"Kamu enak Yun, datang-datang langsung dijadikan asisten sama nenek bos". kata Rini. Asisten rumah tangga yang seusia dengannya dan sudah lebih lama di rumah ini.


" kamu tetangganya nenek Grace po. kok datengnya bareng waktu itu?" Tanya mbak Mirah. Dia sepupuan dengan Rini. dan dia yang merekrut Rini kerja di sini.

__ADS_1


" Bukan mbak.. aku bareng Nenek Grace di Bus. kemudian bareng lagi nunggu jemputan di mushola terminal. karena kasihan mereka mengajakku pulang dan kasih aku kerja." jelas Yuni.


kedua orang itu hanya mengangguk. sementara dua koki sedang sibuk menyuapkan bekal untuk mereka.


" Yun. ini belak untuk Nenek Bos. dan ini untuk Koko Bos". Kata mbak Wahmi. juru masak ke percayaan Wang Family.


-- hah.. si Demit ganteng bawa bekal to. orang kaya yang ngirit.--- batin Yuni


mbak Wah, sudah bertahun-tahun melayani ke luarga ini. mulai dia bekerja pertama kali sampai sekarang.


ga bisa move on katanya.


Wanita seumuran ibunya. bertubuh kecil berisi. cantik. jika dia melakukan perawatan pasti bisa nyaingi mbak Inul yang jago ngebor itu.


"Mereka bawa bekal mbak?" tanya Yuni


"iya lah. Nenek bos ga suka makanan luar. setiap ngantor mesti bawa bekal." Jawab mbak Wah


"Nanti kamu taroh di mesin penghangat yang ada di pantri. para ob sudah paham ini bekal nenek dan cucu bos."kata mbak wah lagi.


"ok. Siap mbak yu.." jawab Yuni yang kemudian berlalu dari dapur untuk segera menyusul majikannya.


"Kamu ikut mobilku Yun.." kata Nenek Grace


"David mampir ke pabrik dulu Nena. Ada kayu datang kemarin belum sempat David cek. Nanti nyusul ke kantor." kata Davif saat sudah berada di dalam SUV nya.


Mereka maninggalkan rumah dan menuju kr kantor dengan tenang. Yuni duduk di depan bersama Pak Jay, sopir pribadi Nenai sekaligus suama mbak Wah.


Yuni memandang jauh keluar. Gedung-gedung pencakar langit.


pikirannya kembali pada cita-citanya, yaotu desainer ruang. " aku harus nabung biar bis kuliah." Tekad Yuni dalam hati.


*****


To be Continue......


Setelah panas badan nonik kecilku turun baruulah mamak Author bisa up episode ringan ini.


Mohon dimaafken ya pembaca budiman

__ADS_1


Silahkan di nikmati kisah pengantar tidur ini. jangan lupa tebah kasur dulu ya, jangan langsung mapan


Author love you allπŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2