
setelah ketemu Babang ganteng. Ternyata dia orang baik guys
Dia menawari untuk memberi tumpangan di mobilnya.
🤎🤎🤎
Nah lo...
Apa pesan ibuk...?
Janan bicara sembarangan sama orang asing. Lah ini malah mau numpang.
Tapi.....
Kemana dia harus pergi...?
🖤🖤🖤🖤
"Haaah.." Yuni terperanjat dari lamunannya. Dia tidak menyangka jika pemuda ganteng setengah dewa itu mau menyapanya.
Yuni mendongakkan kepalanya. Menapat pria bertibuh tinggi yang menjulang tinggi di depannya.
" Maaf, saya nitip barang sebentar. Mau anter kakek nenek dulu. Nanti saya balik lagi." Kata si ganteng.
" Eh.. iya. boleh-boleh. Silahkan.." Jawab Yuni terbata-bata.
"Masyaalloh.. ganteng banget.. mana harum lagi". Gumam Yuni.
" Ya Alloh... mau dong aku dikasih suami macam begitu". Kata Yuni sambil mengusap kedua telapak tangan di muka.
" Aamiin..." katanya pelan
Saat membuka mata didepannya sudah berdiri sang pujaan.
"Terima kasih dik. Adik dari desa juga to..?"
" kulihat dari tadi di sini terus. nunggu jemputan ya." tanya sang manusia setengah dewa.
" Iya mas. Saya satu bus dengan nenek kakek yang tadi. Nunggu teman jemput tapi malah telponnya diputus terus. Belum tahu mau kemana." Yuni malah curhat.
__ADS_1
Pemuda itu mengulum senyum ramah. entah mengapa dia suka melihat gadis kecil ber sweater kuning, rambut dicepol di atas. sungguh asli dan tidak dibuat-buat.
Jarang ada wanita seusia dia yang masih senatural ini di kota metropolitan setingkat jakarta.
" Mau bareng saya.. biar saya antar ke tempat temanmu..?" pemuda itu menawarkan.
Yuni masih terbengong. tak mengira durian jatuh di depannya.
"Apa... Mas ganteng mau mengantarku..?" Tanya Yuni terbata-bata.
"iya.. kemana tujuanmu. biar kami antar. tak baik gadis kecil macam kamu sendirian di tempat kayak begini." kata pemuda itu kekeh.
Ternyata ketika menganter kakek neneknya ke mobil tadi, Nenek minya David untuk membantu Yuni. Rupanya mereka memperhatikan Yuni dari kemarin. Dan ketika melihat Yuni tidak berpindah dari mushola, tampak gelisah memandangi poncellnya terus, nenek yakin jika Yuni butuh bantuan.
" kok mas bisa tahu.." jawab Yuni ragu.
"Nenek yang menyuruhku bertanya padamu. butuh tumpangan apa tidak..?" nada suara pria itu masih setenang yang pertama.
"Dia orang baik ga buk..?" Tanya hati Yuni
"Aku bukan penculik. ini kartu nama saya jika kamu ragu." David berusaha menjelaskan siapa dirinya.
"Direktur Utama. David Wang" Yuni mengeja kartu nama ditangannya.
Bagai dilem pakai alteko, Yuni nurut saja ketika David mengambil tas jinjing dari tangannya.
Mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Sopir sudah menunggu dan langsung membuka bagasi mobil sebelum kemusian mengambil alih barang-barang yang ada di tangan tuannya.
David membuka pintu mobil belakang. masih muat untuk satu orang. mobil mewah ini memiliki interior yang mewah dan luas. Bau pengharum ruangan yang lembut menyapa hidung Yuni.
" Kamu duduk depan. Berikan alamatmu pada Samu. biar kita antar kamu dulu ketujuan kamu." Kata David setelah Yuni masuk ke dalam mobil. duduk di samping Samudra. Si Sopir klimis.
Kamu bisa bayangkan tampang Samudra. mirip dengan yayang ismet di salah satu serial tivi.
Yuni melihat sekilas pria klimis di sebelahnya, kemudian menyalami kakek nenek yang sudah mau memberi tumpangan padanya. Yuni memperkenalkan diri, menceritakan tujuannya datang ke Jakarta.
"Orang tuamu sudah bekerja keras. kamu harus maklum dengan keterbatasan mereka Nduk.." kata sang nenek, menanggapi cerita Yuni.
"Iya Nyonya.." Jawab Yuni
"Panggil nenek saja. kamu seumuran cucuku yang paling kecil. " Nenek memandang lembut wajah Yuni.
__ADS_1
mobil membelah kemacetan kota jakarts. Samudra mengemudi dengan tenang tapi cukup kencang. Mereka menuju daerah Cakung. Tempat yang menjadi tujuan utama Yuni. Rumah kontrakan ika.
"Alhamdulillah... aku dipertemukan dengan orang baik." kata hati Yuni bergumam.
Hampir setengah jam mobil mewah berwarna hitam itu mengukur jalanan kota. Akhirnya sampai juga di perkampungan betawi. ya rumah itu berada di pinggiran kota.
Rumah kecil yang berhimpitan dengan rumah lain.
"kamu yakin ini tempat yang kau tuju..? Tanya David yang duduk berhimpitan dengan kakek neneknya.
"eh Nena... bukannya kamu butuh pengasuh untuk menemanimu sehari-hari. Gimana kalau Yuni saja yang kau jadikan pengasuh. Toh dia butuh pekerjaan." sang Opa tiba-tiba mengeluarkan suara saat melihat Yuni memandang bingung rumah yang ditunjuk sebagai rumah kontrakan Ika. temannya.
Rupanya kegalauan hati Yuni terbaca. Ika pernah kirim foto saat dia berada di depan rumahnya. Bukan rumah ini. tapi alamat yang dia kasih alamat ini..? Yuni masih bertanya-tanya. ada apa swbenarnya sengan Ika. mengapa dia tega membohongiku..
Yuni bermaksud membuka pintu mobil
" Apa kamu tidak mau mempwrtimbangkan tawaran opaku.." Tanya David.
Diurungkannya membuka pintu. kemudian Yuni menoleh ke belakang dimana ketiga orang itu rela duduk berhimpitan demi dirinya.
" Apakah nyonya yakin mau mwmpwrkerjakan saya..?" tanya Yuni
" Jika kamu mau mengapa tidak. aku butuh teman. Cari pengasuh yang cocok tidak mudah. Aku yakin kita bisa menjadi teman baik." jawab Grace Wang. wanita berwajah oriental yang masih menunjukkan kecantikannya.
" Aku ini bisa membaca wajah lo
." bisik Grace dibahu kanan Yuni.
"H h h.." Yuni mengerurkan keningnya.
Dia pernah baca di google tentang kemampuan beberapa pesohor tanah air yang menggunakan jasa pembaca wajah untuk mencari pegawai yang akan dijadikan sebagai orang keperecayaan. karena bagi golongan orang berduit seperti mereka tidak mudah mempercayai seseorang.
🤍🤍🤍
Tuh kan... Grace pasti bukan wanita sembarangan deh. Masak langsung ngajak orang tak dikenal berada satu mobil dengannya.
Terus ikuti cerita kacangan dariku ya..
Penulis akan terus berusaha untuk up tiap hari.
Sambil memilih kata yang cocok untuk disematkan diantara titik-titik rindu mas David. Yuni masuk sebagai Strowbwrry yang manis tapi kecut.
__ADS_1
visual mas David cocok ga ya..?