BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Perhatian David


__ADS_3

...Aku tidak meminta perhatianmu...


...Aku tidak juga merayumu...


...Aku hanya berada di sampingmu...


...untuk setia sebagai pengagummu...


...------Yunita Suryani------...


...-----‐----------------------------------...


" Kamu makan bubur ini Yun..." kata Lastri dengan setia menemani temannya yang terkapar lemas di atas ranjang pasien. Selang infuse masih tertanam di lengan kirinya. Radangnya sampai ke usus. Menurut dokter ini berbahaya, harus dijaga asupan makanan yang dikonsumsi.


" Rasane pahit Lastri. " kata Yuni yang masih sangat lemas dan terbaring.


"iya.. tapi kamu harus makan biar cepet pulih." kata Lastri yang memegangi piring berisi bubur. makanan khusus pasien dengan masalah radang usus. Yuni menerima suapan demi suapan yang lastri berikan. Baru suapan ketiga Yuni sudah menggelengkan kepala.


" Ayolah.. jangan paksa aku. Nanti makan lagi, sekarang cukup."


" Yo wis.. mau langsung minum obat.. ?" tanya Lastri..dijawab dengan anggukan kepala oleh Yunita. Lastri mbantunya mwnyiapkan obat apa saja yang harus dimakan siang hari.


kriiiiing.. kriiing.. Suara ponsel Lastri berbunyi.


"Hallo, Kokoh..?"


" Iya sudah, barusan saya bantu dia minum obat."


Kemudian lastri menyerahkan ponselnya kepada Yuni. " Tuan Muda mau ngomong langsung sama kamu Yun."


" Hallo.."


" Kamu sudah mendingan Yun..?"


" Iya. ini sudah bisa duduk. "


"Makan yang benar. Mau makan apa..? nanti.aku auruh pak Jay anterin ke situ." kata sang bos bucin.


" Aku makan makanan yang ada saja. Toh rasanya semua tidak enak. Mau pesan makanan reatoran juga sama saja. Pahit. kan memang lidahku yang belum baikan." kata Yuni.


" Iyo sih."


" Kokoh belikan makanan untuk lastri kan. jika tidak biar dia sendiri ke kantin." tanya Yuni.


" Tidak, tidak boleh. Dia tidak boleh meninvgalkanmu sendirian. Biar pak Jay bwlikan dia makanan dan anterin ke tempatmu." kata David.


" Ya sudah. ini hampir jam satu loh. Suruh pak Jay cepat. Kasihan Lastrinya lapar, tadi pagi pasti belum sarPan."


" Kan gara-gara kamu sakit. Semua jadi repot karena kamu sembarangan makan es. Tahu sendiri badan tidak bisa kesentuh es. ini malah nekat makan es. " omel suara dari seberang.


" Aku lupa jika punya radang usus. kemarin rasanya gerah banget. jadi lihat Es rasanya kalap." Yunita tidak membela diri. memang dirinya salah dan menyebabkan orang lain repot mengurusinya.


" Maafkan saya Koh. .." katanya lirih, hampir tidak terdengar. Rasa bersalahnya membuatnya tidak berani meninggikan suara.

__ADS_1


" Ya wis. sana istirahat. Buat rebahan saja. Awas kalau kamu angil dibilangi. Aku pasang Lastri untuk mematai kamu jadi aku pasti tahu setiap gerak gerikmu." kata David.


Yuni menyerahkan ponsel kembali pada Lastri. ponselnya sendiri entah masih di rumah atau di mana..sejak kemarin sore dia sibuk merasakan sakit yang tiada tara di perut sebelah kanannya. serasa ada yang melintirnya. Sampai tengah malam dia baru bisa terlelap.


Dia juga tidak sadar saat orang-orang membawanya ke rumah sakit ini.


" Bos kita yang gendong kamu ke mobil. kamu tahu.. di dalam mobil juga dia tidak mau melepaskanmu. Dipangku sendiri. Aku tawarkan untuk menggantikannya. tapi Dia menolakku." kata Lastri. Menceritakan kronologis sampai Yuni di Rumah sakit ini.


" Nyonya yang menemukanmu pertama kali. Mungkin beliau sudah ada jadwal yang kau lupakan..?" Tanya Lastri lagi. kali ini membuat Yuni menepuk Jidad.


" Astaghfirulloh aku lupa. Nenna hari ini ada jadwal ke Dokter Jantung. Sini lastri aku pinjam ponselmu." kata Yunita.


" Tidak usah. Tadi nyonya sudah kasih saat kau masih pingsan. Beliau langsung ke dokter Jantung. sebenarnya dokter praktek sore. Tapi dokternta ada operasi siang ini jadi Nyonya disuruh sekalian konsul.


" Oh Syukurlah. " Yuni menarik nafas berat.


" Eh, tapi Lastri. tetap aku harus menelpon Nenna. memastikan beliau baik-baik saja."


" Yo. iki dinggonen hp ku. " Kata Lastri.


"Hallo Nenna.. Sekarang dimana?" tanya Yunita saat telepon sudah tersambung.


" Ini baru ketemu dokter Yuda. Kamu sudah membaik Yunita Suryani...?" Tanya sang nyonya besar lebih menghawatirkan keadaan asisten kecilnya tersebut.


" Sudah Nenna. Maafkan saya tidak bisa menemani Nenna periksa."


" Sudahlah. kamu sehat dulu saja. semua bisa dikendalikan. Toh ada Jayus yang bisa menggantikanmu." kata Grace.


"Iya. syukurlah."


" Baik Nenna." jawab Yunita.


Yuni mengakhiri panggilannya dan mwngembalikan hp milik Lastri.


Mereka saling diam. lastri sibuk.dengan game nya. sementara Yunita sudah diambang mimpi. Obatnya sudah bekerja dan bereaksi pada tubuh Yuni. Tak berapa lama dengkuran halus terdengat dari mulut Yunita yang sedikit menganga.


***


" Nino.. kamu bereskan berkas-berkas ini ya. aku mau pulang dulu." Kata David pada asistennya. Dia hanya datang ke kantor untuk menui klien yang sudah menunggu untuk perjanjian kerja dengan pengembang rusun. ingin segera ke rumah sakit melihat keadaan Yunita. Meskipun tadi sudah sempat video call namun rasanya kurang tenang jika tidak melihatnya langsung.


David memacu mobilnya menuju rumah. Dia ingin lebih dulu mandi dan ganti baju, baru setelahnya menyusul Yunita ke Hospital. David masuk ke dalam kamar Yunita , gadis itu melupakan Hand phone nya. DaVid ingin mengambilkannya dan sekalian mengecek layar pipih tersebut, dia hanya ingin melihat kontak masuk, ada sedikit rasa penasaran tentang siapa saja yang sudah menghubungi gadisnya.


Ternyata hanya beberapq panggilan dari Nur Aini, teman kuliahnya..David tidak meneruskan untuk melihat panggilan maupun pesan masuk dari Hp milik Yunita. Dia masukkan benda pipih itu ke dalam kantong tas kecilnya, lalu dia menuju parkiran. Dan ternyata pak Jay sudah menunggunya.


" Berangkat sekarang Koh..?" Tanya pak Jay pada bos mudanya.


"Iya pak Jay. langsung ke Hospital saja dari pada kesorean." jawab David.


pak Jayusman pun menurut kata bos mudanya. Dia memacu mobil dengan kecepatan lebih sedikit. supaya kecemasan bosnya menurun. Dia tahu bahwa Bos mudanya ini punya perhatisn ysng lebih terhadap Yunita. Dia tidak menganggap Yunita sebagai pelayan tapi memiliki makna tersendiri baginya. Bahkan saat keluar kota atau keluar negeri selalu Yunita yang lebih dulu ditanyakannya. Bukannya menanyakan nenek atau kakeknya. Dan kedua orang tua itu juga tidak keberatan saat cucunya memberi perhatian pada asisten pribadinya.


Pak Jayus sebagai orang yang paling dituakan diantara para pelayan dan yang paling dekat dengan para bosnya. Dia tahu kalau bos mudsnya tidak suka bermain-main dengan wanita. Bahkan wanita yang dekat dengannya hanya cie-cie Lily. itupun sebatas urusan kantor. Bosnya tidak pernah menaruh hati pada teman sekolah sekaligus teman kantornya tersebut.


Baru kali ini bos mudanya menaruh perhatian lebih. sepertinya ini cinta pertama untuk David.

__ADS_1


Pak Jayus akan mendukung Koh David jika memang benar ini yang terbaik. Yunita pasti akan hidup enak jika berjodoh dengan bosnya. Selain ganteng, kaya raya, pewaris tunggal dari Wang Group, juga baik hati dan selalu memperlakukan orang lsin dengan baik. Ibarat parcel, koko David adalah paket komplit.


itu yang dipikirkan Pak Jay. makanya dia bersemangat kapan saja bosnya itu memerintahnya untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Yunita, dia ingin kedua orang itu berbahagia.


Mobil Ranger hitam itu memasuki kawasan parkir Wsng Hospital yang luas. pak Jay memarkirksn mobilnya di tempat yang khusus disediakan untuk owner dan family dari Wang Hospital.


" Pak Jay mau ikut masuk atau mau tunggu di bawah..?" tanya David.


" Saya tunggu di bawah saja Koh. Mangu ngisep." pak Jay memberi tanda dua jari di bibirnya. Maksudnya dia mau merokok.


" ingat kesehatan psk Jay. Merokoknya sedikit saja..!" kata David berusaha mengingatkan sopir yang sudah begitu setia pada keluarganya itu.


" Iya Koh. hanya untuk ngilangin kecut. paling sebatang." katanya.


" ini untyk beli minum.." David mengulurkan uang seratus ribu untuk sopirnya." cari makan jika laper. Saya mungkin agak lama ya.." tambahnya.


"Sie-sie Koh. saya siap nunggu pokoknya. Jika koko kehilangan saya. Telpon saja. mungkin saya ketiduran di mushola atau di taman." kata pak Jay.


" iyo. wis aku naik ya.." tambah David. yang kemudian menghilang ke balik bangunan rumah sakit yang begitu megah.


David mensiki lift menuju ruang rawat Yunita yang berada di lantai atas .


Perawat yang mengenalinya segera verdiri dan menyapanya. David hanya membalas dengan menganggukkan kepala Dia sudah tidak sabar untuk sampai lantai atas dan melihat keadaan Yunita.


...***********...


...Bersambung...


...*^^*^^*^^*^^*^^*^^*^^*



...


Ini visual Lily,


Jika pembaca kurang sreg boleh bayangkan mbak Lily versi masing-masing ya..


Lily, dia sababatnya David sejak jaman sekolah dan sampai sekarang kerja satu kantor di Wang Group.


********


wah.. saingan Yunita cukup berat. Selain kaya raya, mapan secara ekonomi, mandiri, Lily juga cantik dan lembut. menantu idaman pokoknya.


Bakal seru karena Lily juga menaruh hati pada Koko David.


Bagaimana kelanjutan kisahnya...?


Pembaca boleh kasih saran. Haruskah Yunita mengalah atau harus perebutkan posisinya di hati dan hidup David..?


Apakah Yunita kuat bertahan seandainya dia tetap di sisi David..?


Cobaan apa yang bakal dihadapi oleh Yunita..?

__ADS_1


Yuk... simak terus kisah David dan Yunita ya...


Terima kasih yang sudah baca dan kasih Vote-nya. Semoga dilancarkan segala usahanya.


__ADS_2