BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Dijemput Pak Jay


__ADS_3

Yuni mengaktifkan HP Androidnya. Barang pipih berlogo Mangga digigit kampret itu diberikan oleh David sebelum keberangkatannya.


" Nih buat kamu. Supaya aku tidak susah jika mau perintah kamu ini itu." Kata David ssmbil menyerahkan paper bag dengan tulisan salah satu merk hp ternama di seluruh Asia.


Yuni tidak bisa menolak, karena David tipe orang yang tidak menerima penolakan.


" Kau bisa saja menolak pemberian orang lain. Tapi apakah kamu tega membiarkan ketulusan orang yang ingin berbagi denganmu? kau hilangkan satu kesempatanku untuk dapat pahala..?" kata David saat Yuni menolak pemberiannya.


" Baiklah saya terima."


Sebenarnya butuh sih. Tapi kan perlu ada harga diri yang dilindungi. Apa pendapat koko sendiri jika Yuni langsung menerima. Tentu akan berbeda kesan yang ditimbulkan to..?


Bukan sok jual mahal, atau sok suci. Yuni sendiri juga bukan orang yang terbiasa dengan mudah terima pe.berian orang. Dia akan berusaha dulu untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. jika hp butut saja masih bisa untuk komunikasi, ngapain beli baru? pikirnya.


Tapi karena paksaan halus dari David yang tidak mampu dia tolak..., ya akhirnya inilah yang terjadi.


Deringan Android mahal menggema di ruangannya. Rupanya bukan cuma telpon, tapi malah Video call.


"Macem-macem wae.." Bisik Yuni, kemudian menekan tombol hijau, tanda terima panggilan.


" Holla koko.."


" Kamu sedang apa Yuni..?"


piye siii? mosok ditakoni gek opo. yo mesti gek kerjo to yo. Gumam hati Yuni.


" Sedang Video Call sama Koko yo.." Jawab Yuni.


" Kok gak pernah balas Chatt dariku..?" tanya David.


" Aku takut ganggu kesibukan koko lah."


" Mosok malem juga gak bisa balas?"


" Malam kan harus bikin tugas kuliah koko.."


" Oh gitu..? Ya uwis, aku kerja lagi ya.


Mau oleh-oleh apa dari Kalimantan?"


" Mr. Crab saja. pingin coba yang asli Kalimantan."


"Baik. Kamu baik-baik ya di sana. Jika tidak ada halangan, aku balik besok sore." Kata David.


" Di tunggu kepulanganmu koko.." Kata Yuni.


Kemudian sambung telepon dimatikan. Yuni menyimpan kembali Androidnya ke laci meja kerjanya.


" Cie... yang baru dapat telpon cinta dari pecinta.." Goda Sandra.


" Apaan mbak Sandra. Itu dari pak bos, nanya keadaan nyonya besar." Kata Yuni.


" mmmm,Jadi benar ya kalian ada sesuatu.?"


" Sesuatu apanya? "


"Ya hubungan spesial, antara dua manusia yang terikat hati dan rasa.." Bisik Sandra.


" Ih. Bahasanya sudah kayak pujangga cinta saja" Kata Yuni.


" hei hei hei... Jam kerja. ngobrol terus. makan gaji buta loh..!" Suara Azzia mengagetkan kedua orang itu.


" Julid.." Kata Sandra lalu pergi meninggalkan meha Yuni untuk kembali ke mejanya sendiri.


Mereka melanjutkan kerja masing-masing.


Hari ini Yuni ada jadwal kuliah. Pak Jay menelpon jika dia disuruh mengantar Yuni kuliah, dan kini sudah menunggu di bawah.

__ADS_1


Yuni berkemas dan bergegas menuju parkiran depan.


Dia berpamita dengan para seniornya di devisi desain."Sudah ditunggu pak Jayuz." katanya.


Untung lift yang ditumpangi Yuni kosong, jadi tidak buka tutup, yang membuat lambat perjalanannya.


" Maaf lama pak Jay Bebers dulu sih." ksta Yuni.


" Tidak apa- apa mvak Yuni. ini mau langsung ke kampus.." Tanya pak Jay.


" Iya pak. Langsung."


Pak Jay mebjalankan mobilnya menuju kampus Jakarta rempat Yuni menuntut ilmu. Cuaca panas dan jalanan yang sedikit lengang mebuat Yuni terbuai mimpi.


Dasar tukang tidur... pak Jayus mendapati gadis lugu itu tengah menyandarkan kepalanya di sandaran mobil. dan dengkuran halus keluar dari bibirnya.


Dibiarkan saja gadis itu tidur, pasti kelelahan. pikir Pak Jay.


Pak Jay bersenandung menirukan lagu campursari milik almarhum Ambyar yang mengalun mesra. Pantas saja mbak Yuni langsung tidur. merdu banget suarane bang Di.


" Mbak Yuni.." Pak Jay menggoyang lengan milik Yuni.


" Sudah sampai ya pak...?" Tsnyanya sambil menggosok mripatnya juga ilernya yang ndlewer sampai ke pipi.


" Sudah mbak. Tapi lebih baik kamu lap dulu mukamu pakai tisue deh. kelihatan banget bangun tidur." Kata pak Jay memberi saran.


" He he.. Kelihatan banget ya pak." Tanya Yuni sambil mringis.. Dan hanya dijawsb anggukan kepala oleh pak Jay.


" nanti aku mampir mushola dulu, sekalian sholat Dzuhur." Kata Yuni.


" oh iya pak. Siapa yang suruh bapak jemput saya..?" Tanya Yuni.


" Bos Koki mvak. Tadi trlpon nyuruh saya jemput mbak di kantor dan langsung dianter ke kampus.?" Jawab Pak Jay.


" oooh.." hanya itu yang keluar dari mulut Yuni.


Nyonya besar juga mengiyakan saja ketika saya minta ijin menjemput dan mengantar mbak.


"Benar begitu ya pak..?"tanya Yuni balik.


"Iya. Pak David tidak pernah begitu. Sama mbak Lily yang teman lamanya saja tidak, bahkan sampai mbak Lily mengejarnya, dia tetap bergeming. Kurasa hayi pak bos sudah jafi milikmu mbak."


" Buktinya saya disuruh melayani mbak Yuni. terlihat banget jika koko bos menghawstirkan keselamatan mbak Yuni."


" Pak Jay tidak boleh sembarangan berasumsi, nanti salah atrap gimana. ?"


Sarah menafikan perkataan pak Jay.


" ingat pak Jay jika kelak jadi nyonya besar ya mbak.." kata pak Jay.


" Kita akan besar bersama pak Jay. Doakan Yuni supaya dimudahkan meraih cita-cita Yuni pak.. Yuni masuk dulu ya, kelamaan ngobrol nanti telat." Kata Yuni.


" Silahkan mbak. Saya menunggu di parkiran ya.."kata pak Jay


" loh pak Jay tidak pulang to..?"


" Tidak mbak. Sesuai amanat bos koko. saya harus menunggu."


Yuni hanya mengangguk dan berlalu menuju mushola kampus yang ada dipojok gedung sekertariat.


Membasuh muka dan mengoleskan busa sabun ke muka imutnya. setelah itu baru ambil air wudlu untuk sholat dzuhur yang akan dia jamak dengan asar, karena Jadwal kuluah hari ini berhadapan dengan Dosen yang tidak mudah berbelok atau dibelokkan, alias ketat bingits.


Jadi lebih aman jika Yuni tidak meninggalkan kelas disaat dosen on stage.


klunting..klunting.. hp berbunyi tanda ada WA masuk. tapi tak dihiraukan oleh Yuni. Yuni melanjutkan ritual doa setelah sholat, kemudian mematut dirinya untuk menghadapi dosennya yang keren ala hakim peradilan.


Yuni membuka hpnya, melihat notis.

__ADS_1


"Bos Koko" nama itu tersemat di layar.


Dibukanya aplikasi WA.


" Pak Jay menjemputmu..?"


"Sudah sampai kampus..?"


"Sudah makan apa balum..?"


"Pesan bertubi-tubi. Balas yang mana dulu ya....? pikir Yuni.


" Iya, pak Jay yang jemput saya dan sekarang nunggu di parkiran sesuai perintah Koko. saya sudah sholat dan sekarang mau masuk kelas. Hp saya silent, Dosen killer menakutkan. jadwal harinini selesai jam 17.15." jawab Yuni


" Berarti kamu belum makan..?" tanya David


" Gampang. saya nyangu bekal. nanti pas pergantian dosen bisa makan dulu." jawab Yuni.


" ok. kamu belajar yang baik. "


" Siap Bos.."


" Apa siap bos. katakan Sayang. kita kan sepasang kekasih."


" Belum lah. Saya kan belum setuju untuk jadi kekasihnya Koko. Koh. ini sudah masuk kelas. Saya off tutup telponnya ya Koh.." jawab Yuni.


" Y"


Yuni menutup telpon dan memasang mode silent.


Menuju ke ruang kelasnya Yuni berpapasan dengan Nur Aini.


"Apa kabar Nur.


" Baik. Berapa mata kuliah Yuni..?" jawab Nur, teman Yuni beda jurusan.


" Tiga, hari ini agak padat dan tidak ada dosen yang ijin." kata Yuni.


" Bagus lah. kamu bakal dapat materi langsung dari dosen." kata Nur.


" Keren ya, cara berfikirmu, padahal tadinya aku mulai berfikir buruk lo. "


" Berfikir apa?"


" Pikirku kuliah hari ini bakal memvosankan gara-gara dosen killer. Tapi betul katamu, mereka datang untuk mentransfer ilmu. dan sudah kewajiban kita menyerap ilmu ysng mereka transfer. Makasih Nur, sudah diingatkan, sekarang lurus kembali niatanku."


" yuk mari. Dada Yuni kita jumpa lagi after class ya.."


"ok. see you soon Nur.."


Nur hanya menjawab dengan membentuk jari berbentuk ok, lalu menuju kelasnya sendiri. Mereka terpisah di persimpangan lorong.


...**********...


...to be continue...


...🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭...


...🛴🛴🛴🛴🛴...


Terima kasih sudah baca karyaku kakak....


Mamak Author nulis cerita ringan pada episode ini, semoga suka ya.


Tolong share jika kalian suka cerita ini ya,


Love, vote dan komentar baik sangat mamak Author tunggu..

__ADS_1


#ningsriw25


__ADS_2