
Sudah tiga hari David pergi ke Kalimantan. Selama itu Yuni ke kantor naik ojek online, Sebenarnya ada pak Jay yang siap mengantar. Nena juga menyuruhnya begitu.Tapi Yuni menolak karena merasa tidak enak.
"Tidak perlu Nena.. itu ojolku sudah datang.." Katanya menunjuk seorang driver online sedang berusaha mengintip ke dalam gerbang.
Yuni salim dengan Nena lalu setengah berlari menuju ojolnya, dan berlalu membelah kesibukan jalan raya di ibu kota yang sangat padat. Sudah pe.berlakuan ptm, warga sudah beraktifitas seperti sedia kala. Para karyawan yang sebelumnya Work From Home, kini sudah kembali beraktifitas di kantor masing-masing
Yuni sampai di Wang Group setelah menempuh peralanan padat selama tiga puluh menit. Harusnya dia datang dari awal.
Memasuki kantor dengan sedikit berlari.
" Selamat pagi Yuni.." Sapa receptionis yang sudah standby di balik mejanya.
" Pagi juga mbak.." Jawab Yunita, gadis manis itu terus menuju lift yang akan mengantarnya ke ruangannya.
Beruntung suasana ruangan masih sepi. Ada dua orang yang sudah masuk. Tapi dia beda devisi. Yuni belum begitu hafal dan juga tidak akrab dengan mereka. Terlalu sibuk dengan devisinya, juga dengan David yang kadang tidak berjadwal memintanya mwlakukan hal-hal diluar jatah kerjanya.
Yuni membereskan meja yang kemarin ditinggalkan tanpa sempat merapikan. kertas-kertas gambar berserakan, mungkin OB tidak berani membuang . Di meja seorang desainer sebuah coretan bisa menjadi sesuatu yang berharga, mungkin itu pikiran mereka, dan Yuni tidak menyalahkan. karena memang kadang berhati-hati itu lebih baik.
Yuni yang pada kesempatan itu hanya menjadi mahasiswa magang, merasa beruntung. Para seniornya banyak memberi masukan cara membuat desain, baik desain klasik, modern, maupun minimalis.
Pasar sekarang yang kebanyakan orang muda berpikiran milenial lebih suka perpaduan antara etnik dan modern. Hunian yang simpel tapi memiliki nilai estetik dan membawa unsur budaya.
Para millenial cerdas.
Berangsur-angsur para pegawai berdatangan. suasana hangat muncul, berbagai model manusia ada di Wang Group. Mulai dari yang baik, kecentilan, cuek bebek, sinis, jutek, sampai manusia kepo.
" Duh, Putri cinde kita sudah datang sangat awal. apa kamu bertugas mengabsen kita-kita ya..? Tanya Azzia.
Senior di devisi desain, memiliki mulut yang pedas dan los kontrol. Tidak bisa mengolah kata yang baik untuk bicara dengan orang lain. Yang penting dia kepikiran apa ya itu yang dia ucapkan. Mungkin dulu pas tes pendafaran masuk dia ijin pas pembelajaran etika. sungguh tidah beretika dan sangat seenaknya.
" Kakak... bukankah sudah kewajiban semua karyawan untuk datang tepat waktu..?" kata Yunita menyanggah opini Azzia.
" Kakak bisa datang tepat waktu dan mengerjakan tugas kakak, tidak perlu mengurusi urusan orang lain yang tidak penting." Yuni menambah.
Serasa di tampar mukanya karena anak magang ini begitu lancang menjawabnya, dia naik pitam. Kemarahan menguasai kepalanya.
" Hai bocah. jaga bicaramu ya..!"
Azzia mendekat ke arah Yuni. matanya hampir keluar.
" ingat ya, saya senior di sini. Perusahaan ini sudah banyak mendapatkan servisku. kamu tidak boleh sembarangan bersikap jika tidak ingin di tendang dari Wang Group.
__ADS_1
" Saya tahubkau dekat dengab pemilik Wang Group, tapi jangan harap bisa mengalahkanku!!!."
Kata wanita itu sinis. Yuni sedikit bergidig dibuatnya. wanita itu bicara sangat dekat dengan mukanya, sehingga ludahnya muncrat ke muka Yuni. Dengan jijik Yuni mengelap mukanya dengan tisue.
Yuni berlalu ke toilet. " Aku harus cuci muka, takut jika menulari virus, bagai mana jika wanita itu mengidap penyakit menular.." batin Yuni
" Apa Yuni. pagi-pagi sudah sesewot itu. ?" Tanya Sandra, dia juga seniornys, tapi lebih muda dari Azzia.
" eh mbak Sandrah. ini tadi kecipratan kotoran, takutnya kuman masuk jika tidak segera di berdihkan." Kata Yuni.
" Eh Yun. Dengar kabar kamu dekat ya sama pemilik Wang Group..?".
Yuni menandang seniornya yang begitu kepo. ingin tahu urusan orang,
Yuni menyiapkan potongan-potongan kata yang sesuai agar tidak salah bicara.
" Ya, tentu saja mba Sandra. Saya kan tinggal di rumah mereka.
"Jadi benar, kamu ada hubungan khusus dengan pak David..?" Tanya si kepo.
" Ya bukan hubungan kusus lah mbak..aku kan asisten pribadi milik nyonya besar. hanya kebetulan magang di sini." jawah Yuni.
" Tdak lah mbak....
Pak David pergi demgam devisi keunangan kan. Ada mbak Lily yang menemani Pak David." kata Yunita.
" Kamu tidak takut pak David kecantol sama mbak Lily yang cantik?" Tanya Sandra.
Deg...
Tiba-tiba hatinya sedikit gelusah. Mereka pergi berdua, sepasang manusia dewasa, yang pria tampan yabg putri sangat cantik. mereka juga teman dekat. Ah tidak...
jika koko menyukai Mbak lily pasti sudah dari dulu mereka menjadi kekasih. ia tahu mbak lily menyukai koko, tapi tidak sedikitpun koko menyukainya dan membiarkan lily dekat dengannya hanya sebagai sahabat.
" Ayok kita balik ke ruangan mbak..." ajak Yuni untuk mengalihkan perhatian sandra.
" Eh Yuni. Aku kasih tahu ya.. hati-hati sama Azzia, dia sudah lama naksir pak Dsvid. Dia sangat protektif, tidak membiarkan seorangpun dari devisi ini mendekati pak bos."
"eeh... Saya baru tahu mbak. Agak serem juga, tadi saja melihat ekspresinya sungguh ngeri." jawab Yunita.
" iya, dia terobsesi.."
__ADS_1
" terobsesi untuk jadi kekasih koko David karena ganteng atau karena kaya..?"
" Semua lah. pak bos kan paket komplit, sudah kaya dari orok, ganteng pula." Jawab Sandra.
" kalau mbak Sandra semdiri gimana, secara kan sama-sama singgle. terobsesi sama pak bos juga ga..?: Tanya Yuni.
" ya enggak lah. mana berani. muke pas-pasan. Body triplex, otak sedang-sedang. keturunan rakyat jelata. Ampun deh. mending naksir mas Nino yang asisten bos itu." jawab Sandra sedikit berkelakar.
"Siapa tahu berjodoh mbak.."
" ha.. berjodoh sama mas Nino.. Aamiin.."
"Kalau berjodoh sama pak bos mau ga..?"
" Ya mau lah. Tapi pasti makan hati Yuni. punya suami tampan dan tajir. yang ngincer banyak. lagian takut disantet sama Azzia."
" Hush..ga boleh ngomong gitu. siapa tahu tampang nyeremin tapi hatinya baik."
Mereka tertawa bersama. Meskipun julid ternyata asik ngomong sama Sandra. orangnya tidak mengagungkan diri sendiri kaya Azzia.
Mereka masuk ruangan bersamaan dan menuju meja masing-masing.
Kesibukan Devisi Desain terlihat jelas. proyek pembangunan condominium yang ditangani Wang group membutuhkan desain ruangan dengan tiga tipe. Mewah, sedang dan sederhana. Dalam satu komplek terdiri dari tiga tower tersebut.
kriiiig... telepon di meja Yuni berdering.
" Wang Group devisi desain.. Yuni di disini. ini sia...." Suara Yuni terputus karena penelpon di seberang memotong pembicaraannya.
" Yuni. kok tidak buka Wa.. dari tadi centang satu terus. Aku mau vicall. buka Hpmu." Suara di seberang.
" Koko..."
" Sudah. aku tutup telpon ya. aktifkan Hp sekarang."
" Baik...".
...*******...
...Nyambung lagi...
...¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥...
__ADS_1