BOS BUCIN_KU

BOS BUCIN_KU
Yuni Sakit


__ADS_3

" Yuni....." Suara lembut nenek Grace dari balik pintu kamarnya mengisi genderang telinganya. Pagi ini entah mengapa badan Yuni terasa sangat lemah. Jangankan untuk bangun, mau membuka mata rasanya berat banget. Dia merasa menggigil, tenggoeokannya serasa panas.


Matahari bersinar cerah, bahkan pancarannya sudah menyusup ke sela-sela gorden kamarnya. Suara gaduh dari para pelayan yang sedang merapikan ruangan di depan kamar Yuni juga mengisi kesunyian pagi ini.


Yuni tidak dapat menggeakkan kakinya. rasanya lemas dan tungkai serasa hilang kekuatan.


" Nenna, silahkan masuk.." Katanya setengah berteriak.


" Kamu lupa jadwal kita..?" Tanya Grace, tapi dia tidak meneruskan kata-katanya melihat wajah Yuni yang merah padam.


" Kamu sakit..?" tanya Grace.


" Badanku serasa hilang tenaga Nnena.. jika boleh saya ijin tidak ikut ke kantor. kaki tak kuat menyangga badan." dengan lemah Yuni berkata.


" Sudah-sudah. tidak usah banyak bicara. kamu tiduran dulu, aku panggilin Orang untuk bawa kamu ke dokter." kata Grace.


Yuni hanya mengangguk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang lagi. Menyelimuti tubuhnya dengan selimut, karena rasanya dingin sekali. Ndodog.!!!


.


.


.


Grace mendekati lastri yang sedang menyalakan vakum dan siap menyedot debu karpet di ruang teater di lantai dua tersebut.


"Tri lastri.. kamu panggil Jayuz untuk siap bawa Yuni ke dokter. Yuni sakit. kamu nanti ikut ya, biar bisa nemani dia. !!!" Perintah Grace. Lastri mengiyakan dan segera memanggil Pak Jayuz.


Semwntara itu Wahmi tergopoh-gopoh naik ke lantai atas tempat Yuni. Dia melihat keadaan Yuni yang sangat lemah." Kamu sarapan dulu sebelum ke dokter ya Yun..! Biar aky ambilkan dulu."


Tanpa menunggu jawaban dari Yuni, wahmi kembali berlari menuju dapur. Di depan pintu dia berpapasan dengan David yang baru pylang lari pagi.


" Ngopo kok lari-lari mbak..?" Tanya David. Wahmi menjelaskan kondisi Yuni. Belum selesai Wahmi menjelaskan, David sudah meninggalkannya dan membuka pintu kamar Yuni.


David memasuki kamar dan mendekati ranjang dimana Yuni terbaring lemas.


" Apa yang kamu Rasakan Enyun..?" Favid memegang kening Yuni dan terasa sangat panas. Tapi Yuni tampak menggigil dan tidak sadar. Suara giginya berkeletuk saking kencangnya.


David sedikit gugup melihat kondisi Yuni yang seperti tidak sadar. tanpa pikir panjang dia angkat tubuh Yuni. Dia berlari menuju lantai satu. Tampak mobil Sedang diaiapkan oleh Jayuz. pak Jay yang melihat bos mudanya datang dengan seseorang di gendongannya, langsung membukakan pintu belakang.


"Pelan-pelan Koh." kata Jayus.


" Iya lah. Pak Jay tolong suruh orang bawakan selimut atau jaketnya Yuni. Suruh lastri atau Muna ikut kita. " Siap.


David duduj di jok belakang

__ADS_1


Yuni direbahlan memanjang di jok sementara kepalanya dia letakkan di pangkuannya.


Yuni menggigil lebih hebat, sementara badannya panas.


" Ibuk... ibuk.. Yuni di sini buk..."


Rupanya gadis ini mengigau. Batin David. Apa mungkin dia kangen kedua orang tuanya? Tapi dia cukup sering telepon rumahnya, David swring melihatnya menelpon adiknya.


"Ibuk.. Yuni pulang ya... Jangan marah..... Yuni cari uang bayak ya.


Yuni mau pulang . .. Yuni kangen ibu." Kata gadis mungil itu tapi matanya terpejam.


"kalian cepat..." Bentak David pada Lastri dan Pak Jay.


"Iya koh. mari kita berangkat..." Kata Jayu langsung pegang kemudi dan menwmbus jalan menuju rumah sakit langganan keluarga Wang.


"ini ada W A dari Nyonya besar. Kita bawa Yuni kemana..?" kata Lastri.


" Bilang saja ke Wang Hospital. Yuni demam tinggi dan kejang. jadi harus segera mendapat pertolongan dokter. kemungkinan harus rawat inap." jawab David.


" Iya. " lastri mengetik WA balasan.


" Kamu telepon saja, pusing nanti jika ngetik saat mobil jalan kaya gini." kata David pada Lastri.


" Iya Koh. saya telapon nyonya besar." jawab Lastri.


" Kamu sama siapa saja?" tanya suara di seberang.


" Ada Koko, saya dan pak Jay."


" Keadaan Yuni bagaimana?"


"Masih panas sekali, ini malah menggigil dan tidak sadar." balas Lastri. Dia menoleh ke belakang di mana David memangku kepala Yuni sambil mengusap-usap rambut gadis mungil itu.


David membetulkan selimut kecil yang menutupi tubuh Yuni, keadaanya tidak berubah membaik. Mata Yuni sedikit terbuka dan dari mulutnya terdengar bunyi gemeletuk gigi yang saling bertemu.


" Lastri, kamu tahu apa yang Yuni makan atau lakukan kemarin setelah kita pulang dari Monas..?"


" ee. kayaknya tidak ada yang aneh Koh. Dia mencuci baju, terus ikutan muna dan pak man merapikan taman belakang."


" Aneh. apa Yuni pernah sakit seperti ini saat aku tidak di rumah..?" Tanya David lagi.


" Tidak Koh. selama tinggal bareng di Rumah ini semua baik-baik saja." kata Lastri.


" Kata pak Man sehabis beres-beres kebun mereka minum es timun, mereka duduk-duduk di bawah pohon." Kata Pak Jay. "Muna sempat menuangkan secangkir untukku dan rasanya sangat segar." Pak Jay menambahkan.

__ADS_1


"es..?apakah Yuni punya radang.. ? sehingga kesehatannya terganggu saat minum es..?" Tanya David. Mungkin karena kehausan Yuni tidak menyadari kalau dia tidak boleh meminum es.


Orang dengan radang tenggorokan tidak boleh terkena makanan yang memicu radang itu untuk kambuh.


Syukurlah mereka sudah sampai di rumah sakit.


Mobil memasuki pelataran Rumah sakit yang cukup luas. Wang Hospital merupakan salah satu rumah sakit besar di Daerah sini. Rumah sakit swasta yang sangat ramah pengunjung.


Makanya pengunjungnya mulai dari kelas bawah sampai orang berduit.


Mobil berhenti di depan unit gawat darurat. Perawat siaga langsung menyambut pasien Yuni dengan bangkar khusus UGD. Beruntung dokter jaga juga standby sehingga begitu turun Yuni langsung dapat penanganan.


" Apa yang terjadi dokter..?" Tanya David.


" Diagnosa sementara ada peradangan di tubuhnya sehingga menyebabkan panas yang begitu tinggi. Dan untuk memastikan kita tunggu hasil test laborat dulu. " Jawab dokter muda tersebut.


" Kapan hasil tesnya muncul Dok.?" David sangat ingin tahu.


"Kita tunggu lima belas menit Tuan. Nanti kami beritahu. Yang jelas pasien ini harus menjalani rawat inap. minimal tiga hari untuk pemulihan dan mengantisipasi jika terjadi kejang lagi."


" Siapa walinya. ikut kami untuk selesaikan administrasi dan penandatanganan berkas.?" salah satu perawat bertanya pada kerumunan orang-orang itu. Mungkin David tidak memasang fotonya di struktur jajaran direksi Rumah Sakit ini sehingga salah satu pegawainya tidak mengenalinya.


" Baik. lastri. Tolong kamu jaga Yuni. Kalau ada apa-apa langsung panggil aku." kata David. lalu dia mengikuti perawat yang tadi menyuruhnya untuk mengikutinya. David menandatangani berkas rawat inap untuk Yuni. mendaftarkan ruang VVIP yang ada di Rumah Sakit itu. Hanya orang khusus yang bisa memesan kamar tersebut. Dan sifatnya terbatas.


Perawat tersebut terkejut mendapati David memiliki kartu member VVIP. Yang berarti David adalah salah satu orang penting di Rumah Sakit ini. karena katru itu hanya untuk keluarga Owner dan keluarga para pemegang saham .


David sendiri memiliki 10% dari saham, pemberian dari kakeknya..Nominalnya sama dengan saham milik sang Nenek. Sementara Tuan besar Wang memiliki 30% saham. 10 % atas nama pegawai yang sudah mendedikasikan diri mereka untuk kemajuan Rumah sakit, dan Sisanya dijual untuk Umum.


Wang Hospital sudah menjadikan pegawai mereka sebagai mitra, ini dilakukan untuk menambah loyalitas mereka. Dengan sistem ini mereka juga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk aset mereka sendiri. Secara otomatis mereka akan menjaga kinerja mereka untuk menghasilkan kualitas kerja yang baik.


David menuju ke ruang rawat Yuni. Disana ada perawat yang membawakan hasil labnya Yuni.


Hasil Lab itu menerangkan jika Yuni mengalami radang Usus. Pencernaannya terganggu dan harus diet makanan tertentu untuk sementara waktu. Paling tidak harus makan makanan bertekstur lembut sementara ini. Pedas dan asam tidak boleh.


Yuni sendiri sudah mulai tenang. Mungkin cairan infus dan vitamin yang disuntikkan, membantu kondisinya membaik. David merasa sedikit tenang.


" Lastri. Kamu di sini saja. jangan kemana-mana. nanti Pak Jay yang antar makananmu dari rumah. Saya ke kantor dulu." Kata David.


" Baik Koh.." Jawab Lastri.


Sebelum pergi David memastikan keadaan Yuni lebih dahulu. Dipegangnya kening Yuni, di benarkan selimutnya. Lalu David mengajak Pak Jay untuk pulang ganti baju dan berangkat ke kantor.


...\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷...


...Bersambung lagi.....

__ADS_1


...×+×+×+×+×+×+×+×+×+×+×+×...


__ADS_2