
...*Mall*...
Sudah cukup Lala Rosyi, Amira dan Nadia memutari mall untuk mencari baju yang cocok untuk Rosyi, namun mereka baru menemukan 2 stel pakaian saja.
Lelah mencari, ketiganya pun memilih rehat di salah satu restauran yang ada di dalam mall.
"Udah ah, gue capek. Ini dua juga cukup. Lagian gue disini gak akan lama, kalau Reyn udah pulih nanti gue bakal pergi ke Singapure nyusul mommy."
"Lo beneran Ros? Lo gak kasihan sama si Reyn? Dia bisa jadi mayat hidup kalau lo pergi." Amira memegang tangan Rosyi, menatap sahabatnya itu dengan tatapan melas. "Gue mohon, demi sepupu gue, lo tetep disini ya."
Rosyi menggeleng. "Gue juga pengen tetep disini, tapi gue udah janji sama nyokap gue. Gue gak bisa ingkar janji karena nyokap gue bisa berbuat nekat."
Kini Nadia ikut memohon pada Rosyi dengan turut menggenggam tangan gadis itu. "Ros, aku mohon. Aku gak bisa jauh dari kamu, nanti aku kangen."
"Gue gak__"
DOR...DOR...DOR...
Suara tembakan terdengar di dalam mall itu, beberapa orang dengan pakaian segera masuk dan langsung menyandra seisi mall termasuk Rosyi dan teman-temannya.
"HEH!! APA-APAAN LO PADA HAH?!" Amira memberontak ketika seseorang menangkap tangan nya ke belakang dan mengikatnya.
"Eh! Kalian siapa?! Lepasin!!" Nadia memberontak ketika dirinya di ikat bersama dengan kursi yang ia duduki.
BUGH...
Rosyi menendang seseorang yang mendekati dan hendak mengikatnya juga.
"Siapa kalian?! Lepasin teman-teman gue!" Teriaknya marah.
"Kami akan melepaskan mereka jika kau mau menyerahkan dirimu."
Dahi Rosyi berkerut dalam. "Gak akan!"
Bugh...BRUAK...DUGH...
Tidak sia-sia Rosyi belajar taekwondo sejak usia 9 tahun, ia jadi bisa menghabisi orang-orang itu dengan mudah.
"Ck, kalian lemah banget sih. Ayo serah dia! Kita harus membawa dia pergi atau bos akan marah besar!" Ucap salah satu dari mereka yang masih belum tumbang.
Orang itu bersiul, dan dalam sekejap mata, begitu banyak orang berbaju hitam dan bersenjata masuk ke dalam restauran dan mengepung Rosyi.
"S*al, apa-apaan ini?"
Rosyi segera mengambil ancang-ancang untuk menyerang, namun ia tetap kalah jumlah.
BUAGH...
"ROSYI!!" Teriak Amira dan Nadia bersamaan ketika seseorang memukul tengkuk Rosyi hingga gadis itu pingsan.
•
•
__ADS_1
•
Prang...
Reyn terkejut ketika gelas di tangannya tiba-tiba terjatuh, jantung nya pun berdebar dengan kencang.
"Reyn, kamu gapapa?" Flo datang menghampiri sang anak yang terdiam di atas ranjang.
"Ini kok gelasnya bisa jatuh?"
Yang di tanya menggeleng, terlihat seperti orang yang sedang bingung.
"Mom, Rosyi belum balik? Perasaan Reyn gak enak."
"Heleh, bilang aja lo kangen Reyn," Cibir Liam yang saat itu sedang bermain kartu dengan Orion di atas sofa.
"Iya tuh Reyn, santai aja. Cewek itu kalau beli baju emang lama banget, paling besok baru balik tuh mereka," Ujar David dengan santainya.
"WOY ANDREW! LO TUH MUSUH APA TEMEN SIH?! INI GUE TOLONGIN ANJIR, GUE DI KEJAR SAMA ANJING GILA!" Teriak David pada Andrew yang duduk di sampingnya. Kedua remaja itu tengah bermain game.
Walaupun David dan Liam mengatakan seperti itu, perasaan Reyn tetap tidak enak. Ia takut, takut jika Rosyi akan pergi lagi meninggalkan nya.
Flo yang peka akan perasaan anaknya pun mengusap lembut kepala Reyn. "Sudah, jangan khawatir. Rosyi sebentar lagi juga balik. Kamu tidur aja gih, biar mommy panggil suster buat bersihin pecahan gelasnya."
Reyn mengangguk, pasrah ketika Flo membaringkan dirinya dan menutup tubuh Reyn dengan selimut. Reyn pun memejamkan mata masih dengan perasaan yang tidak tenang.
•
•
•
"BERHENTI!" Tiba-tiba seorang Pria datang menghadang mereka semua. Pria itu adalah Nathan.
"Siapa lo? Minggir, atau lo udah siap buat mati hah?!"
Nathan tersenyum miring. "Kayaknya kalian yang cari mati dengan berusaha untuk menculik keponakan kesayangan ku."
"Oh, jadi dia keponakan lo? Sayang banget, keponakan kesayangannya lo sudah membuat nona muda kami marah dan kami akan memusnahkannya," Ucap penjahat itu angkuh.
BUGH...
Sejujurnya Nathan kurang suka kekeras, namun orang-orang seperti ini tidak bisa jika hanya di selesaikan dengan uang karena sepertinya mereka semua adalah orang-orang yang setia kepada tuannya.
Dor...
"Ups, meleset ya?" Nathan tersenyum mengejek pada penjahat itu.
DOR...
"Akh!!" Salah satu dari mereka tertembak tepat di dada dan langsung tewas di tempat.
"Kalian pikir cuma kalian yang punya senjata api? Gue juga punya kalik. Nih, rasain senjata buatan gue.
__ADS_1
Dor...Dor...Bugh...Bagh...
Hanya butuh waktu yang sangat singkat untuk Nathan membereskan mereka semua.
"Ck, orang kayak gini berani mau culik ponakan gue," Sinis Nathan dengan bahasa China.
Nathan pun segera mengangkat tubuh Rosyi dan membawa keponakannya itu pergi. Sebelum itu, anak buahnya sudah berpencar dan melumpuhkan semua anak buah dari orang yang ingin menculik Rosyi.
•
•
•
Drettt...
"Bentar, gue angkat telfon dari my love dulu." Orion mendengus kesal ketika Liam menunjukkan raut wajah menjijikkan ketika mengatakan my love.
"Halo sayang, gimana? Udah selesai belanja nya? Mau di jemput gak?"
"............"
"WHAT?! ROSYI DI CULIK?!" Liam benar-benar tidak bisa mengontrol rasa keterkejutannya ketika mendengar berita itu.
Reyn yang hampir saja tidur langsung terbangun ketika mendengar suara Liam. "Apa? Ada apa dengan Rosyi?" Tanyanya khawatir.
Reyn ingin turun dari ranjang dan Flo pun langsung membantunya.
"Ada apa Liam?" Jay yang baru saja datang langsung di buat penasaran dengan suara teriakan Liam.
David dan Andrew yang sedang bermain game pun akhirnya berhenti untuk mendengarkan penjelasan Liam.
"Kata my love, tadi mall yang mereka datangi di bajak dan Rosyi di culik sama penjahat nya. Sekarang Liam mau kesana om."
"Gue ikut." Pantas saja perasaan Reyn gak tenang sejak tadi, ternyata benar, ada yang sedang terjadi dengan Rosyi.
"Reyn, kondisi kamu masih lemah." Flo menahan Reyn yang ingin pergi.
"Gak mom, Reyn gapapa. Reyn pengen kesana mom." Reyn memohon dengan ekspresi khawatir yang sudah tak bisa di tahan lagi.
"Ya udah, ayo kita semua kesana saja."
Flo langsung menatap sang suami, malahan kondisi Reyn masih lemah, walaupun sudah membaik.
Jay pun mengusap bahu sang Istri pelan untuk memberikan pengertian. "Gapapa, Reyn kuat kok. Kita juga akan ada disana sama dia."
Flo mengangguk pelan dan Jay pun mengecup kening sang istri tercinta.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Baru juga ketemu, udah pisah lagi aja nih.
__ADS_1