Brandal Couple

Brandal Couple
*Vico dan Tari


__ADS_3

Nathan harus bergerak cepat sebelum sang kakak mengetahui bahwa ia telah membuat Rosyi pergi lagi. Sore itu juga Nathan langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Rosyi di hotel yang ia yakini adalah tempat tinggal Reyn dan teman-temannya.


Drttt...Drettt...


Ponsel Nathan berdering, tanpa ia melihat kontak penelpon nya pun ia tahu siapa yang menelponnya. Ya siapa lagi kalau bukan sang ibu tercinta?


Kini Nathan sedang berada di ambang kebimbangan, apakah ia harus mengangkat telfon dari sang ibu atau tidak?


Namun, akhirnya dengan keberanian yang telah ia kumpulkan, Nathan pun akhirnya memutuskan untuk mengangkat telfon itu setelah menarik menghela nafas berat.


"Ha_halo mom." Oh tidak, tangan Nathan bahkan bergetar ketika menempelkan handphone ke telinga nya.


"Nathan, kamu kemana saja? Kenapa belum pulang sampai sekarang? Dan dimana cucu kesayangan mommy? Cepat pulang, ini sudah hampir larut malam."


"Nathan sama Rosyi sedang berjalan-jalan bersama mom, mungkin besok atau lusa kami baru akan pulang." Percayalah, tubuh Nathan tengah bergetar takut ketika mengatakan kebohongan itu.


"Kalian berjalan-jalan kemana saja? Kenapa lama sekali pulang nya? Kalian membawa banyak penjaga kan?"


"Mommy tenang saja, kami hanya berjalan ke pusat kota, kami juga membawa banyak penjaga. Sekarang Rosyi sudah tidak jadi tidak bisa berbicara dengan mommy."


"Baiklah, bersenang-senanglah kalian, mommy tutup telfonnya ya."


"Iya mom."


Tuttt....Tuttt...Tuttt....


Akhirnya Nathan bisa bernafas lega ketika panggilan itu sudah tertutup. Senakal-nakalnya seorang Nathan Freins, ini adalah kali pertama ia berbohong kepada sang ibu tercinta, tentu ia sangat deg-degan dan takut ketahuan.


"Sorry mom, aku berbohong demi kelangsungan hidupku," Gumam Nathan lirih.





Tari tidak bisa melakukan apapun, tubuhnya seolah membeku melihat seseorang yang sangat ia hindari sekarang malah duduk dengan santai di hadapannya.


Tadinya mereka, ia dan sekertaris nya akan meeting restauran seafood dengan klien baru dari luar negeri, tapi ia tak menyangka jika klien barunya ini adalah Zavico Freins.


Ya, Zavico Freins, laki-laki yang dulu membuat hidup nya hancur. Laki-laki yang telah mengambil kegadisannya bahkan sebelum sang suami menyentuhnya.

__ADS_1


Tari ingin meninggalkan meeting itu saat ia melihat Vico, tapi laki-laki itu dengan semua otak licik nya berhasil menahan Tari.


Vico tahu jika perusahaan Tari sedang dalam masalah dan sangat membutuhkan kerjasama ini, jadi ia akan menggunakan itu untuk menekan Tari.


"Saya menyetujui ide perusahaan Anda, sangat bagus dan keuntungan nya juga lumayan." Tanpa banyak berpikir lagi, Vico langsung menanda tangani kontrak kerjasama itu.


"Terimakasih tuan Zavico, kami akan berusaha dengan baik. Kerjasama ini pasti tidak akan mengecewakan Anda." Tari berusaha bersikap biasa saja, ia harus menjaga keprofesionalan nya dan tidak membawa perasaan pribadi ke pekerjaan.


"Meeting kita sudah selesai, apakah saya boleh berbicara berdua dengan anda?" Vico menatap Tari dengan intens.


Saat itu juga, lidah Tari menjadi kelu, ia tak tahu harus menjawab apa. Tapi jika ia menolak, takutnya Vico akan tersinggung dan membatalkan kerjasama mereka.


"Te_tentu saja tuan." Tari melirik asisten nya, dan saat itu juga asisten Tari langsung berpamitan begitu juga asisten Zhong.


Kini disana hanya ada Tari dan Vico, berdua saja.


"Aku ingin membicarakan sesuatu yang serius tentang Rosyi, aku akan_"


"Kamu bisa mengambil nya," potong Tari.


"Apa?" Vico mengernyitkan dahi, seperti ia salah dengan, tidak mungkin Tari akan membiarkan ia membawa Rosyi begitu saja kan?


"Asalkan Rosyi bahagia, aku akan rela jika dia ikut dengan mu. Jagalah dia lebih baik dari aku karena aku yakin kamu bisa." Tari berusaha mati-matian untuk tidak menangis dan Vico tentu bisa melihatnya.


Tari menunduk, tak mampu lagi menahan air matanya yang menerobos ingin keluar.


Saat itu juga, Vico terdiam. Tiba-tiba ia mengingat tentang rencananya untuk menjodohkan Rosyi. Apakah sebaiknya ia membatalkan rencananya itu?


"Aku menyerahkan dia kepada kalian, tolong bahagiakan dia, hiks..."


Melihat Tari yang menangis membuat Vico tak tega. Entah inisiatif dari mana, Vico beranjak dari duduknya, membawa Tari berdiri dan memeluknya dengan erat.


"Jangan menangis, aku akan membawamu bertemu Rosyi. Kita bisa memulai semuanya dari awal, Rosyi tidak akan meninggalkan mu ataupun aku, kita bisa bersama."


Tari menggeleng, tubuhnya terasa lemas karena menangis, untung saja Vico bisa menahan tubuhnya supaya tidak jatuh.


Vico mengusap kepala Tari pelan, memberikan beberapa kalimat penenang supaya wanita itu tidak menangis lagi.



__ADS_1



Oh tidak, Reyn tidak menyangka Nathan akan tahu tempat tinggalnya di China secepat ini.. Beberapa anak buah Nathan sudah menyebar di seisi hotel untuk memeriksa semua kamar dan menahan semua orang yang akan pergi meninggalkan hotel.


Untungnya Reyn memesan kamar dengan nama samaran, jadi orang-orang itu tidak bisa menemukan mereka dengan mudah.


"Sekarang kita harus gimana? mereka pasti mengenali kita semua nantinya." David takut, detak jantung nya begitu cepat. Ia seolah merasa bahwa dirinya adalah penjahat yang sedang bersembunyi dari polisi.


"Gimana kalau kita nyamar?" Usul Liam.


"Nyamar gimana?" Tanya Orion.


"Gue sama Amira bakal nyamar sebagai sepasang suami istri, dan kalian semua adalah anak kami."


"Emang bisa gitu? Kita semua kan seumuran," heran Nadia.


"Ya bisalah, gak akan kelihatan, percaya deh sama gue." Amira dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.


"Terus gue sama Reyn gimana? Mereka pasti mengenali kami."


"Lo sama Reyn nyamar jadi sepasang pengantin baru aja gimana? Kita kan ada dua kamar, kamar yang satunya buat kalian berdua aja. Nanti kalian pura-pura lagi ehem-ehem biar mereka percaya."


"What?! Lo serius Ra?"


"Ya serius lah."


"Tapikan__"


"Udah, kalian ke kamar sebelah cepetan, keburu mereka datang!" Amira mendorong tubuh Reyn dan Rosyi untuk keluar kamar dan keduanya langsung masuk ke kamar yang Amira maksud.


"Sini, biar gue atur."


Amira membuka baju atas Reyn, lalu membuka baju atas Rosyi juga. "Ra, lo gila ya?!"


"Udah, dengerin aja apa kata gue. Kalian ganti celana pendek aja. Terus kalian baring ngebelakangi pintu. Kalau ngerasa ada orang masuk, kalian pura-pura lagi nganu-nganu, oke?"


Reyn mengangguk tanpa protes sedangkan Rosyi malah mendengus kesal, kalau rencana ini gagal, ia akan menguliti Amira dan Liam lalu menjadikan mereka makanan singa, lihat saja nanti.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_1


Aduh, cantik banget sih. Andai gue cowok.


__ADS_2