Brandal Couple

Brandal Couple
*Episode 31


__ADS_3

Sebenarnya Rosyi malas sekali harus ikut ke bandara untuk menjemput Vico, ia benar-benar tak ingin melihat wajah pria itu.


Entahlah, Rosyi tak tahu sejak kapan ia mulai muak melihat wajah pria yang dulu sempat ia idolakan. Mungkin semua itu bermula seja Vico mengaku sebagai ayah kandungnya.


Tak...Tak...Tak...


Suara langkah kaki seorang pria yang tampan dan berwibawa mendekati Rosyi dan Nathan.


Pria itu melepas kacamata hitam yang bertengger manis di hidung mancungnya. Nathan segera memberikan pelukan sebagai sambutan atas kembali nya sang kakak.


Rosyi hanya memutar bola matanya malas, apalagi ketika Vico tersenyum kepadanya, terlihat seperti om-om pedofil jika kalian tahu.


"Kamu tidak ingin memeluk ayahmu, hmm?" Vico sudah merentangkan tangan, berharap sang anak akan berjalan ke pelukannya.


Namun, seperti dugaan. Rosyi hanya memalingkan wajah, enggan melihat senyuman Vico yang terlihat aneh dan tak biasa di mata Rosyi.


"Baiklah jika kamu tidak ingin memeluk daddy, biar daddy saja yang memeluk mu."


Rosyi ingin menghindar ketika Vico akan memeluk nya, namun mendengar pria itu yang memohon, Rosyi luluh. "Daddy mohon."


Grep...


Tak bisa Rosyi pungkiri jika pelukan itu terasa begitu hangat. Baru kali ini ia merasakan pelukan tulus seorang ayah setelah sekian lama. Oh, sepertinya malah tidak pernah karena ayah dulu tidak pernah menyayangi nya. Pria itu hanya menghidupi Rosyi dan ibunya tanpa memberikan kasih sayang yang layak.


Sangking nyamannya pelukan itu, Rosyi sampai memejamkan matanya. Nathan yang melihat itupun tersenyum tipis. "Ponakan gue mulai luluh nih?"


Lama, sangat lama keduanya berpelukan sampai Nathan harus pura-pura batuk untuk menyadarkan sepasang anak dan ayah itu bahwa mereka harus segera pulang karena kakek dan nenek Rosyi pasti sudah menunggu mereka dirumah.


Rosyi dan Vico yang mendengar batuk Nathan yang di buat-buat itupun langsung melepaskan pelukan satu sama lain. "Ayo, kita pulang sekarang."


Vico hendak menggandeng tangan Rosyi namun anak gadisnya itu malah langsung pergi tanpa mengatakan apapun.


Jelas Vico merasa bingung, apakah ia baru saja berbuat kesalahan? Kenapa Rosyi terlihat kesal?





Grandma Arin sudah menyiapkan banyak sekali makanan untuk menyambut kepulangan putra tertuanya. Ia memasak sendiri, khusus untuk putra yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Vico, akhirnya kamu pulang juga. Mommy merindukan mu sejak kemarin," Ungkapnya dalam bahas China yang, Rosyi tak tahu apa artinya. Gadis itu hanya diam menyimak apa yang ayah dan neneknya lakukan.


Ibu dan anak itu berpelukan, melepas rindu untuk satu sama lain yang tanpa sadar membuat Rosyi teringat akan Tari.


Rosyi jadi berpikir, apakah ibunya tengah mencarinya sekarang? Atau malah berpesta karena anaknya menghilang.


Melihat Vico yang sangat di sayang oleh Arin, membuat Rosyi iri. Ia jadi merindukan sosok ibunya yang dulu, yang selalu menyayangi nya. Ibu yang lembut yang akan memaafkan segala kesalahan anaknya.


Sadar atau tidak, sekarang Rosyi sudah menitihkan air mata, dan Kelvin tentu menyadarinya.


"Hei, my beloved grandson. Why are you crying?" Kelvin memeluk cucu kesayangan nya itu, dan mengusap air matanya.


"Is there something that makes you sad?"


Rosyi menggeleng pelan. "No grandpa, i'm fine."


Arin menghampiri Rosyi lalu mengusap kepala gadis itu dengan lembut. "Don't hide


anything from us, we are your Family."


Rosyi hanya mengangguk pelan, lalu memejamkan mata ketika Arin mengecup keningnya. "Jadi begini rasanya memiliki keluarga?"





Tari sudah hampir gila, begitu banyak beban yang memberatkan pundaknya dan ia hampir tak bisa menanggung itu semua.


Masalah perusahaan karena salah satu karyawan penting korupsi, serta masalah pembangunan yang terancam di berhentikan. Tari begitu pusing, terlebih masih ada masalah Rosyi yang saat ini ia yakini ada bersama Vico dan keluarganya.


"AKHH!! AKU LELAH!"


BRAK...


Wanita itu membanting barang-barang yang ada di sekitarnya, tak peduli akan kerugian yang akan dia dapatkan setelah ini.


Setelah puas melampiaskan amarahnya, wanita itu pun berjongkok sambil menjambak rambut nya sendiri dan menangis. "Kenapa dunia ini kejam hiks... Tidak ada kah keadilan untuk ku? Aku lelah...Aku hiks..."


Tari menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang di lipat.

__ADS_1


Tiba-tiba, ingatan-ingatan tentang bagaimana dulu ia selalu menyiksa Rosyi terputar di kepalanya. Ia menyesal, ia menyesal telah melakukan semua itu kepada anak satu-satunya yang ia miliki. Rosyi, anaknya, satu-satunya nyawa yang membuatnya bertahan.


Sekarang Tari sudah kehilangan nyawanya itu. Ia sadar, memang lebih baik Rosyi bersama Vico yang sudah pasti akan menyayangi dan menjaga Rosyi dengan baik.


Tari sadar jika selama ini dia sudah keterlaluan, dia sudah menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri.


"Mungkin memang lebih baik aku melepaskan Rosyi kepada nya saja. Aku berharap, semoga anak ku bahagia tanpa ibu si*lannya ini."





Keadaan Reyn semakin membaik. Laki-laki itu bertekad akan mencari Rosyi sendiri, dan untuk itu, ia harus sembuh terlebih dahulu.


Flo senang karena anaknya sudah memiliki semangat hidup lagi, namun Reyn terlalu memaksa diri dan itu membuatnya cemas.


Setiap hari yang Reyn lakukan adalah mencari informasi tentang Zavico Freins karena ia tahu, pasti Rosyi ada bersama laki-laki itu, ayah kandungnya.


Hari ini Reyn sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit, dan hari ini juga dia langsung menyiapkan keperluannya untuk terbang ke China secepatnya.


"Reyn, kamu baru saja sembuh dan boleh pulang kerumah. Istirahatlah dulu sebelum terbang ke China." Flo menatap cemas sang anak yang tengah terburu-buru membereskan barang-barang nya yang ada di rumah sakit.


"Tidak mom, Reyn akan berangkat siang ini juga. Mommy tenang saja, Reyn tidak sendiri. Ada teman-teman Reyn yang akan ikut dengan Reyn."


Reyn memeluk sang ibu, mengusap bahunya supaya wanita itu tenang.


"Daddy mendukung kamu Reyn, bawalah menantu Daddy pulang kembali." Jay menepuk bahu sang anak untuk memberikan semangat.


"Thanks dad."


"Untuk masalah Cecilia dan keluarganya, daddy akan urus mereka. Berani sekali mereka ingin mencelakai menantu kesayangan ku."


Ya, kejadian pembajakan mall waktu itu adalah ulah Cecilia yang tak senang akan kabar kembali nya Rosyi. Namun sayang sekali, gadis itu tidak tahu bahwa apa yang ia lakukan bisa memancing kemarahan singa-singa lapar yang sedang tertidur.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...



Kebiasaan setiap Subuh selalu jalan-jalan.

__ADS_1


__ADS_2