Brandal Couple

Brandal Couple
*Balapan


__ADS_3

Ternyata membodohi seorang Arin Freins bukanlah hal yang mudah. Rosyi sudah meminta izin untuk pergi ke mall dengan Nathan, namun tanpa diduga, Arin malah ingin ikut dengan mereka.


"Ayolah mom, aku ingin menghabiskan waktu dengan keponakan kesayangan ku," Bujuk Nathan dengan wajah memelas.


Arin menggeleng kukuh. "Aku juga ingin ikut, mommy sudah lama tidak ke mall. Mommy juga ingin menghabiskan waktu bersama Rosyi dan kamu."


Rosyi dan Nathan saling lirik, mengirim kode lewat tatapan mata lalu keduanya mendengus bersamaan.


"Grandma, kali aja. Rosyi ingin menghabiskan waktu dengan uncle Nathan. Besok Rosyi bakal pergi deh sama grandma, Rosyi janji." Rosyi memajukan bibirnya, memasang wajah paling imut yang ia punya.


Sejujurnya Rosyi merasa jijik ketika melakukan itu, namun ia rela asalkan akhirnya ia bisa balapan.


"Kamu janji ya?" Arin mengangkat jari kelingking nya.


Rosyi langsung mengaitkan jari mereka sambil mengangguk semangat. "Rosyi janji, Grandma."


"Ya sudah, kalian boleh pergi berdua. Tapi bodyguard, Rania dan Riani tetep ikut ya? Jaga-jaga aja."


"Siap mom. Kalau gitu kami pergi ya."


Arin mengangguk. Wanita tua itu tersenyum ketika anak dan cucunya pergi meninggalkan ruang keluarga. "Apakah mereka mulai akur? Baguslah, Nathan memang harus akur dengan keponakannya."





"WUHU! LUAR BIASA." Rosyi sudah lama tak melakukan ini dan rasanya ia senang sekali karena bisa melakukan hal yang paling ia sukai lagi.


Nathan hanya diam membonceng pada Rosyi, ia cukup menikmati bagaimana Rosyi mengemudi dengan cepat, lincah dan cermat ketika melewati rintangan-rintangan yang ada.


Nathan tersenyum miring. Ternyata darah Keluarga Freins mengalir deras di dalam tubuh Rosyi.


Sama seperti dirinya, Vico dan Kelvin. Rosyi juga sangat menyukai balapan. Bedanya hanya satu, Nathan dan Kelvin pecinta balapan mobil, sedangkan Rosyi seperti Vico yang sangat menyukai balapan motor.


Rosyi menaikan badan depan motor nya hingga Nathan harus berpegangan erat dengan gadis itu. "BERHATI-HATILAH, AYAH, GRANDPA DAN GRANDMAMU AKAN MEMBUNUHKU JIKA KAU SAMPAI LECET!" Teriak Nathan dari belakang sana.


Rosyi tak mendengarkan, ia malah semakin nekat melakukan aksi-aksi yang membuat jantung Nathan berdetak cepat.


Nathan percaya kok dengan keahlian Rosyi, tapi tetap saja ia takut jika nanti sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Rania, Riani dan para bodyguard yang melihatnya juga ikut deg-degan, karena mereka pasti akan kena getahnya jika Rosyi sampai terluka.


Namun, mereka semua akhirnya bisa menghela nafas lega ketika motor yang Rosyi tumpangi berhenti di hadapan mereka semua.

__ADS_1


Rosyi membuka helm full face yang ia kenakan. Rambut panjang legam nya bergoyang di terpa angin bahkan sampai terbawa dan menutupi wajahnya.


Gadis itu menyibak rambut yang menutupi wajahnya, lalu menebar senyum yang menawan kepada semua bawahannya. "Gimana? Keren gak?"


Mereka semua terdiam, tidak ada yang bergerak sama sekali sampai akhirnya Nathan yang sudah turun dari motor, memberikan tepuk tangan.


Prok...Prok...Prok...


"Lo keren banget, sama kayak bang Vico waktu masih muda."


Sontak mereka semua tersadar dan langsung bertepuk tangan dengan meriah.


PROK...PROK...PROK...


"Nona besar, anda sangat hebat dan keren. Saya adalah penggemar anda sekarang."


"Nona besar, lain kali tolong ajari kami!"


"Nona besar, anda keren."


Beberapa bodyguard berteriak dengan keras seolah mereka adalah fans dan Rosyi adalah idola mereka.


"Hohoho, terimakasih, terimakasih, aku tahu, aku memang hebat." Rosyi mengibaskan rambutnya penuh percaya diri dan mendapatkan tepuk tangan dari mereka semua sebagai penghargaan.


PROK...PROK...PROK...


"Boleh." Rosyi mengambil kunci itu dengan senang hati.


"Tapi..." Rosyi memutar-mutar kunci mobil itu di telunjuknya. "Aku ingin melihat bagaimana kau balapan dulu sebelum aku mencobanya." Rosyi melemparkan kunci itu yang langsung di tangkap oleh Nathan.


"Of course, let's go."


Rosyi segera mengikuti Nathan menuju tempat mobil laki-laki itu terparkir.




Balapan mobil juga menyenangkan sih, tapi Rosyi tetap lebih suka balapan motor yang lebih menyenangkan karena lebih menantang dan yang pasti bisa langsung merasakan udara segar.


"Bagaimana permainanku? Hebat bukan?"


"Biasa saja," Jawab Rosyi datar membuat senyuman lebar Nathan luntur begitu saja.


"Cih, kau saja belum tentu bisa," cibir Nathan pelan.

__ADS_1


"Meremehkan ku? Mari kita lihat, siapa yang lebih hebat." Rosyi membuka pintu mobil dan keluar, begitu juga Nathan dan mereka langsung bertukar tempat.


"Aku tidak yakin jika kau bisa," Nathan meremehkan.


"Lihat dan rasakan, setelah itu kau bisa menilai."


Rosyi dengan penuh percaya diri mulai menyalakan mesin mobil. Hal pertama yang Rosyi lakukan adalah melewati belokan dengan kecepatan tinggi.


"Hanya segitu? Cih, lemah," ejek Nathan yang membuat Rosyi kesal bukan kepalang.


"Ini hanya permulaan."


Rosyi mulai beraksi, ia melakukan beberapa atraksi yang tadi Nathan lakukan. Selain itu, Rosyi juga melakukan sebuah atraksi yang sulit dan membuat Nathan tercengang.


Ia membawa mobil Nathan menaiki papan dan meloncat melewati sebuah lingkaran. Ini adalah salah satu antraksi yang belum bisa Nathan kuasai, bahkan sampai sekarang.


"W_what?" Laki-laki itu terlihat sangat shock dengan apa yang baru saja Rosyi lakukan.


"Gimana? Keren kan?" Rosyi tersenyum bangga pada dirinya sendiri ketika melihat wajah shock Nathan.





Reyn tidak akan pernah menyerah, sekarang ia akan mencari lokasi kediaman utama Freins berada dengan cara manual. Ia memulai dari jalan ketika ia balapan dengan Nathan kemarin.


"Seharusnya rumah itu ada disekitar sini." Reyn menjalankan mobilnya dengan perlahan untuk melihat satu persatu rumah yang ada disana.


Hari ini Reyn hanya sendiri karena teman-temannya yang lain masih tidur. Semalam mereka begadang jadi mereka semua bangun kesiangan.


WUS...


Reyn langsung menoleh ketika melihat sebuah mobil baru saja melewati mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Mata Reyn menyipit, ia seperti mengenal mobil itu...


Tunggu dulu, bukankah itu mobil yang Nathan gunakan kemarin? Plat mobilnya terlalu mudah untuk di kenali.


Maka tanpa banyak berpikir lagi, Reyn langsung membawa mobilnya untuk mengejar mobil tadi.


"Semoga ini adalah sebuah petunjuk darimu untukku, terimakasih Tuhan, terimakasih."


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1



Kayak mantan ygy.


__ADS_2