
Rosyi mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan cara matahari yang masuk menyinari kamar yang kini ia tempati.
Rosyi tidak yakin benar dirinya ada dimana, yang pasti ini adalah tempat yang tak pernah ia datangi.
"Gue dimana?" Molognya menatap bingung kamar mewah itu.
Seingatnya ia di culik di mall, lalu kenapa dia tiba-tiba sudah ada di kamar mewah? Apakah orang yang menculiknya berencana untuk memeliharanya sebagai sugar baby dan sebagainya? Oh tidak, Rosyi harus segera kabur.
Rosyi bangun dari posisi berbaring nya, hendak mencari jalan untuk kabur sebelum pintu kamar terbuka oleh seseorang.
*Clek....
Seorang pria yang terlihat masih muda memasuki kamar itu, Rosyi tak mengenalnya, namun sepertinya kalian kenal.
Ya, dia adalah Nathan.
"Selamat pagi keponakan ku tersayang," Sapa laki-laki itu dengan ceria.
Rosyi menoleh kesana-kemari mencari siapa orang yang laki-laki itu panggil 'keponakan' karena tidak mungkin yang dimaksud adalah Rosyi kan?
Seingat Rosyi, ibunya tidak memiliki saudara lain selain ibu dari Orion.
"Kamu mencari apa?" Rosyi tak sadar jika kini Nathan sudah berdiri di hadapannya bahkan menyentuh bahunya.
"AAAAA OWAH, HANTU!!" Rosyi terkejut hingga melompat mundur menjauhi Nathan.
"Hah? Hantu? Mana? dimana? AAA... MOMMY HELP ME!" Nathan menjerit dengan suara melengking, sontak membuat Rosyi menatapnya datar.
•
•
•
Sekarang Rosyi tahu, Nathan adalah adik kandung dari Zavico Freins, seorang pengusaha sukses asal China yang mengaku sebagai ayah kandungnya.
Dan sekarang Nathan sudah membawa Rosyi ke meja makan dimana disana sudah ada sepasang suami yang sepertinya sudah berusia lebih dari 70 tahun.
Senyuman cerah terpancar dari wajah-wajah yang masih tetap menawan walaupun sudah tidak muda lagi. Sepasang suami istri itu menyambut Rosyi dengan senang hati.
"Welcome to my house, darling. I'm Arin, your grandma and he is Kelvin, your grandpa." Sambut wanita itu dengan tatapan hangat.
*Maaf kalau bahasa Inggris ada yang salah atau kurang tepat.
Rosyi melirik Nathan, Nathan yang sadar pun membisiki Rosyi untuk menjawab sapaan sang itu.
__ADS_1
"Hello grandma and grandpa, my name is Rosyi, Rosyi Amelia."
"Rosyi Amelia Freins," Koreksi Nathan.
Rosyi mendelik tak suka menatap sang paman yang terlihat biasa saja, karena apa yang ia katakan memang benar, tidak ada yang salah dengan perkataannya.
"Why? What wrong? Don't you like to wear our Family name?" Melihat reaksi Rosyi yang seperti itu Arin jadi berpikir yang tidak-tidak yang membuat hatinya sedih.
Melihat raut wajah Arin yang sedih, Rosyi pun langsung menyanggah ucapan Arin. "No grandma, i like it, just not used to it." Yah, Rosyi hanya tidak terbiasa memakai marga di belakang namanya, apalagi marga Freins, keluarga paling kaya di China.
Ngomong-ngomong, tuan dan nyonya besar Freins tidak bisa berbahasa Indonesia hingga mereka menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan Rosyi.
"You're from Indonesian, right?" Tanya sang kakek akhirnya membuka suara.
Rosyi reflek mengangguk dan malah mendapatkan respon keterkejutan dari Arin. Benarkah jika cucunya berasal dari Indonesia? Ia pikir Rosyi berasal dari Thailand karena melihat bentuk wajahnya yang tidak seperti orang Indonesia.
"Wah, if that's the case grandma Will take Indonesia lessons so grandma can communicate with you even better," Ucap Arin dengan penuh semangat, ia akan mengikuti les demi bisa berkomunikasi lebih mudah dengan Rosyi.
"I think that's a great idea, thank you grandma."
"You're welcome, baby."
Mereka berbicara dengan akrab menggunakan bahasa Inggris. Sebenarnya Rosyi tak masalah jika Arin dan Kelvin hanya bisa menggunakan bahasa Inggris jika berbicara dengannya, namun akan lebih bagus jika kakek dan nenek nya itu bisa menggunakan bahasa Indonesia.
•
•
•
Dalam waktu semalam, dirinya sudah sampai di China dari Indonesia. Rosyi ingin tak percaya, tapi itu benar-benar terjadi. Padahal, Rosyi masih merindukanmu Reyn, ia masih ingin merawat mantan kekasihnya itu.
Ngomong-ngomong soal Reyn, kira-kira apa yang sedang laki-laki itu lakukan sekarang? Apakah dia juga sedang memandang bintang dan merindukan dirinya seperti apa yang Rosyi lakukan sekarang?
"Sekarang gue harus gimana lagi? Gue mau balik ke Indonesia, mau balik ke mommy juga. Tapi lihat? sekarang gue malah ada di China, di tempat yang sama sekali gak ingin gue tinggali."
Rosyi menunduk, menatap air kolam yang begitu tenang. "Gue pengen balik," lirih nya.
"Sudah malam, ayo masuk dan tidur. Besok kita ke bandara menjemput ayahmu."
"Ck, ogah. Lo masuk aja sana, gue masih mau disini."
Nathan berkacak pinggang menatap Rosyi yang tak bergeming dari tempatnya sama sekali, "Ayo masuk nanti Lo masuk angin. Gue sebagai uncle yang baik harus jagain lo sebelum Abang gue balik, oke?"
Rosyi yang sejak tadi diam, tiba-tiba berdiri dan langsung menuding Nathan dengan jari telunjuknya. "Lo! Lo kan yang nyulik gue? Njir, nekad banget lo."
__ADS_1
"What? Apaan sih, gak nyambut dari apa yang kita bahas tau gak?"
"Alah, jangan coba-coba buat alihin pembicaraan."
Nathan menghela nafas panjang. "Aku gak culik kamu, malah aku selamatin kamu dari penculik itu. Harusnya kamu berterimakasih sama aku."
"Dih, nyelamatin apaan, lo tuh nyulik gue, terus bawa gue kesini, iyakan?"
"Terserah kamu mau bilang apa, sekarang lebih baik kamu masuk sebelum cuaca semakin dingin. Percuma juga jelasin sama anak keras kepala kayak kamu." Nathan langsung pergi meninggalkan Rosyi seorang diri.
"Penjahat mana ada yang mau ngaku."
•
•
•
Kondisi Reyn semakin drop setelah kejadian di culik nya Rosyi siang itu. Ia kembali tak mau makan ataupun minum obat, Reyn selalu diam dan tak mau berbicara.
Jay sudah mengeras seluruh anak buahnya untuk mencari Rosyi namun sampai sekarang belum ada kabar sama sekali mengenai keberadaan Rosyi.
"Reyn, makan dulu yuk, nanti kamu gak sembuh-sembuh kalau kamu kayak gini terus," Bujuk Flo dengan halus.
Reyn menggeleng. "Reyn maunya makan disuapi Rosyi mom, Rosyi dimana? Reyn kangen."
Flo mengusap kepala sang anak dengan penuh kasih sayang. "Rosyi pasti balik sayang, kamu tenang saja. Daddy sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Rosyi. Orion dan teman-teman kamu lainnya juga akan membantu."
"Kalau gitu Reyn juga mau bantu, Reyn mau cari Rosyi." Reyn bergerak ungu turun dari tempat tidur namun Flo langsung mengehentikan nya.
"Sayang, kamu kan masih sakit. Reyn istirahat aja ya? Nanti kalau udah sembuh baru Reyn ikut cari Rosyi."
"Tapi mom..."
"Reyn dengerin mommy ya? Mommy gak mau Reyn kenapa-napa."
Akhirnya Reyn pun mengangguk pasrah, ia juga sadar kalau kondisinya memang tidak memungkinkan saat ini.
"Rosyi, cepet balik ya. Reyn kangen."
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Grandma and grandpa waktu nikah dulu. Ganteng sama cantik ya? Visualnya nurun ke anak dan cucunya.
__ADS_1