Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Nagita setuju dan tidak masalah tinggal sendirian


__ADS_3

Bagas merasa bahagia sekali karena, pertama kalinya Nagita bekerja di rumahnya, membuat Bagas ingin sekali setiap hari Nagita bekerja di rumahnya, jika tidak ada kegiatan dari sekolah. Bagas mengantar kan Nagita untuk pulang ke rumahnya.


" Ingat yah sayang, harus berhasil, supaya kamu bisa ikut perjalanan dinas selama tiga hari" Ucap Bagas memastikan Nagita berhasil membujuk kedua orang tuanya.


" Itu pasti sayang, selain bisa ikut ke luar kota juga, setiap malam saya bisa tidur di rumahnya om, saya betah om berlama lama didalam kamar om" Ucap Nagita terus terang, Nagita bener bener menikmati kemewahan yang ada didalam kamarnya Bagas


" Boleh saya, oleh karena itu kamu harus berhasil membujuk kedua orang tua kamu yah sayang, sudah sana pulang dan ingat yah harus berhasil" Lanjut Bagas yang tidak ingin rencana nya gagal total


" Tenang saja yah sayang" Lanjut Nagita langsung mencium tangan nya Bagas dan membiarkan Bagas mencium keningnya.


Nagita langsung keluar dari mobilnya Bagas, dan tidak sabar paksa kedua orang tuanya untuk terima Eki bekerja di luar kota.


Dilain sisi, Feni menatap sinis perempuan yang jadi selingkuhan papi nya, dan membawa anak yang masih usia dua tahun.


" Feni ini adik Feni,mulai sekarang Feni harus bisa menyayangi adik Feni yah, dan ini bunda nya Feni juga mulai sekarang harus menyayangi dan menghormatinya seperti Feni menghargai dan menyangi mami yah" Ucap papi nya Feni dengan santai, sudah tidak bisa sembunyikan lagi pernikahannya dengan istri keduanya


" Hallo bunda salam kenal" Ucap Feni berusaha ramah,  Feni bener bener takut kehilangan kemewahan dari papi nya jika tidak menerima istri keduanya.

__ADS_1


" Hallo juga sayang, terimakasih yah sudah menerima kedatangan bunda dan adik Feni di rumah ini, sekarang Feni punya temen main jika di rumah" Ucap ibu tiri nya Feni ramah


" Iyah bunda, senang sekali bisa memiliki adik yang cantik, yah sudah Feni ke kamar yah mau belajar dulu permisi." Lanjut Feni sengaja, karena Feni malas basa basi. Feni langsung pergi meninggalakn papi dan ibu tirinya.


" Sayang, kamar kita bertiga atau beda sayang?" Tanya ibu tirinya Feni


" Mau bunda seperti apa? ayah sih terserah bunda saja?" Tanya Papi nya Feni dengan mesra


" Sekamar bertiga saja sayang, aku tidak ingin, istri pertama mas, merasa semakin kurang perhatian dan kasih sayang dari mas, kalo kita beda kamar" Lanjut ibu tirinya Feni, berusaha tidak egois, karena bujuk rayuannya akhirnya luluh dan menerima di madu dan pernikahannya disembunyikan selama tiga tahun lebih.


" Baik sayang, sekarang kita ke kamar yah, aku akan ganti kasur lebih luas dan lemari lebih lebar. supaya kita bisa tidur bertiga dan barang barang bunda juga muat sayang, soal si cantik ini, kita akan pakai jasa bebysister untuk terbiasa tidur dikamar nya sendiri.: Lanjut Papi nya Feni, yang tidak ingin waktu istirahat kurang karena suara tangin anaknya


Papinya Feni  merasa bahagia sekali, karena istri keduanya, bener bener baik dan pengertin sekali, tidak membuat pusing untuk menjalankan kehidupan poligami, berharap rumah tangganya selalu harmonis bersama dua istri.


Dilain sisi, Kedua orang tuanya Nagita, menceritakan tadi siang ada yang menawarkan bekerja di luar kota sebagai tukang kebun dan gajinya lumayan besar.


" Nagita setuju dan tidak masalah tinggal sendirian, selama ayah dan bunda disana, Nagita kan bisa susul kalian saat liburan sekolah nanti, sudah terima saja ayah kapan lagi mendapatkan tawaran bekerja sebagai tukang kebun dengan gaji yang besar kan? Nagita tetep sekolah disini, bisa mengurus semua kebutuhan Nagita, dan insya allah selalu jadi anak yang baik selama tinggal sendirian disini" Tegas Nagita, yang berusaha membujuk kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Apa Nagita ikut pindah juga? karena tidak tega membiarkan Nagita sendirian di rumah, selama kita ada di luar kota?" Tanya ibu nya Nagita yang tidak tega menginggalakn anaknya sendirian di rumah, apa lagi jaraknya sangat jauh


" Tidak mau bunda, sudah sekarang telefon orang yang menawarkan bunda dan ayah kerja, dan bilang kalian mau bekerja di perkebunan ' Lanjut Nagita berusaha paksa, karena waktu keluar kota sebentar lagi, Nagita tidak mau kehilangan kesempatan untuk bisa menikmati jalan jalan gratis, sekalian bekerja selama ikut perjalanan dinas bersama Bagas


" Baik lah, jika Nagita bisa tinggal sendirian disini, ayah akan telefon pak Eki untuk bersedia tinggal diluar kota dan bekerja disana, Nagita akan nyusul setiap liburan sekolah yah?" Tanya ayah nya Nagita memastikan anaknya akan nyusul setiap liburan sekolah


" Beres ayah" Lanjut Nagita berusaha memastikan kedua orang tuanya, supaya tidak usah kwatir meninggalakan Nagita sendirian di rumah.


Ayah nya Nagita  langsung telefon Eki dan bilang jika siap bekerja diluar kotaa, dan tanya waktu yang pasti untuk berangkatnya, Bunda nya Nagita berusaha menyakin kan Nagita, tapi keputusan Nagita tidak bisa diganggu sama sekali.


Dilain sisi, Mami nya  Feni berusaha santai dan menerima madunya dengan senang hati, karena tidak ingin kehilangan kemewahan yang selama ini dinikmati selama menikah dengan papi nya Feni.


" Terimakasih yah mba, mau terima kehadiran saya dan anak saya di rumah ini, maafkan saya jika saya jadi istri kedua suami mba. kita bisa menjalankan rumah tangga ini dengan berbagi dan saling peduli." Ucap ibu tirinya Feni dengan santainya.


" Enak sekali kamu bilang, tapi yah sudah lah sudah terlanjur juga, jika saya harus pergi kasihan Feni kehilangan kasih sayang papi nya, begitu sebaliknya. perpisahan orang tua yang akan menderita anak karena harus kehilangan sosok ayah kandungnya." Ucap Mami mami nya Feni yang mau bertahan demi Feni dan demi harta kekayaan suaminya, karena berpisah tentunya gaya hidupnya akan menurun tidak seperti sekarang sebagai istri, yang punya kewajiban menerima uang dari suami sepenuhnya.


Ibu tirinya Feni langsung peluk ibu kandungnya Feni, berterimakasih karena mau menerimanya tanpa syarat apapun, karena jika ditolak tentunya akan kembali di kontrakan, dan akan dibully lagi oleh tetangganya, karena statusnya istri simpanan punya anak lagi,.

__ADS_1


Diam diam papi nya Feni senyum bahagia, karena melihat kedua istrinya bisa akur, dan berharap selamanya bisa akur seperti ini tanpa ada keributan sama sekali


__ADS_2