
ART nya Bagas membawa semua barang barangnya Nagita masuk kedalam kamarnya Bagas, membuat Nagita ngajak Bagas bersantai berdua di halaman belakang rumahnya sambil makan cemilan.
" Sayang, kok tahu halaman belakang rumah saya sih?" Tanya Bagas penasaran, Bagas peluk Nagita dari belakang
" Kemarin om sayang, pas menunggu om, saya jalan jalan ditemani bik Sum, dan diajak ke kolam renang juga sayang" Ucap Nagita menikmati pemandangan halaman belakang rumahnya Bagas
" Oh pantasan tahu, apa kamu mau menikmati olahraga air berdua sayang, apa lagi kolam renang dirumah ini luas dan sepi.ART disini tidak akan berani kebelakang jika saya melarangnya" Lanjut Bagas yang ingin menikmati olahraga air berdua Nagita
" Tentu mau dong om sayang, olahraga air berdua lebih romantis dan sensasinya juga luar biasa, saya sudah mencari di goggle betapa serunya olahraga air berdua." Lanjut Nagita membiarkan Bagas meluknya dari belakang
"Hayo tunggu apa lagi sayang" Lanjut Bagas, melepaskan pelukannya dan langsung gandeng tangannya Nagita untuk jalan ke kolam renang
Bagas memerintah kan ART nya untuk tidak kekolam renang, karena Bagas akan ngajak Nagita untuk melakukan olahraga air berduaan saja.
Dilain sisi, Feni yang penasaran asal usul papi nya ketemu dengan perempuan yang sekarang jadi istrinya, akhirnya memberanikan diri untuk tanya langsung dari pada penasaran.
" Oh jadi bunda itu janda dan digoda oleh papi yah, jadi anak bunda bukan anak kandung papi? kasihan sekali bunda ke guguran terus?" Tanya Feni senyum sinis melihat ibu tirinya, ternyata seorang janda yang pasti centil duluan karena mau dengan suami orang
" Iyah, sampai terakhir akhirnya bunda di nyatakan bunda tidak bisa hamil lagi sayang, tapi alhamdulillah papi kamu masih mau mempertahankan pernikahan kita sampai sekarang dan masih mau menyayangi anak bunda, bunda bersyukur sekali bisa bertemu laki laki seperti papi kamu" Ucap ibu tirinya Feni, tidak bisa membayangkan kehidupannya jika tidak ketemu laki laki sebaik papi nya Feni
__ADS_1
" Tapi bunda kan tahu papi sudah punya istri dan anak? kenapa bunda mau dideketin oleh papi dan menerima lamaran papi? apa bunda tidak memikirkan perasaan keluarganya? maaf yah bunda jika Feni tanya seperti ini, soalnya penasaran saja?" Tanya Feni dengan santai, tidak ingin marah selama ngobrol, bersama ibu tirinya
" Maafkan bunda, yang sudah luluh dengan rayuan papi kamu dulu, papi kamu selalu ngeluh pusing dan kesel setiap pulang ke rumah melihat kamu dan mami belanja yang tidak pernah memikirkan banyak atau tidaknya, dan sering ketemu, sering curhat akhirnya ada kenyamanan dari papi kamu ke bunda, begitu akhirnya yang bikin bunda mau menerima lamaran papi kamu, dan papi kamu mau hidup sederhana setiap didekat bunda sayang" Lanjut Ibu tirinya Feni, sejujurnya merasa bersalah sudah merebut perhatian dan waktu papi nya Feni sampai akhirnya memutuskan menikah secara diam diam
" Walaupun Feni kecewa dan malas, tapi yah sudah lah sudah kejadian juga, soal boros itu wajar sih gaya hidup disesuaikan dengan keadaan juga, Feni harap bunda jangan sakiti perasaan mami lagi dengan sikap dan ucapan bunda selama dirumah ini, jika mau menjalankan rumah tangga dengan harmonis, tolong jaga perasaan mami jangan egois yah" Tegas Feni, yang tidak ingin melihat mami nya nangis dan sakit karena sikap dan ucapan madunya.
" Insya allah bunda akan menjadi istri yang baik, dan jadi saudara yang baik untuk mami kamu, sekali lagi terimakasih sudah menerima bunda dengan baik di rumah ini" Lanjut ibu tirinya Feni, yang tidak menyangka anak tirinya sebaik dan seramah ini.
Feni ngangguk dan mau bersikap baik selama ibu tirinya tidak menyakiti perasaan ibu kandungnya, selama semuanya baik baik saja tentunya Feni akan menghargai ibu tirinya, walaupun tidak menerima adik tirinya yang ternyata bukan anak kandung papi nya.
Dilain sisi, Bagas melihat Nagita mencoba baju barunya, Bagas tidak menyesal membelikan baju banyak untuk Nagita apa lagi sesuai pilihannya, karena Nagita terlihat cantik dan manis pakai baju barunya.
" Bahagianya jadi orang kaya, bisa beli baju sebanyak ini tidak memikirkan harga sama sekali, bajunya juga lebih bagus lagi,bersyukur sekali bisa deket dengan om Bagas, bisa beli baju sebagus ini." Batin Nagita bahagia, karena akhirnya bisa memiliki baju yang bagus bagus.
"Tentu siap dong sayang, oh yah panggilannya diganti dong, jadi aku dan kamu jangan saya lagi" Ucap Nagita melihat Bagas yang duduk di sofa dari tadi
" Oke sayang, oh yah aku mau lihat buku sekolah kamu dong, mau lihat jawaban setiap soal yang sudah kamu isi" Lanjut Bagas, penasaran sepintar apa Nagita di sekolah, terlihat dari isi sal soal yang sudah dikerjakan oleh Nagita
" Tentu boleh sayang, aku ambil kan satu saja yah, supaya tidak merapihkan banyak buku" Lanjut Nagita sengaja ambil buku matematika, dan memberikannya ke Bagas
__ADS_1
Bagas menerima buku yang dikasih oleh Nagita dan melihatnya satu persatu dari setiap halamannya, membuat Bagas senyum bangga melihat jawaban yang sudah diisi oleh Nagita.
" Apa boleh om tes sebentar sayang? om mau lihat sendiri jawaban yang kamu isi?" Tanya Bagas penasaran, dengan jawaban yang diberikan Nagita.
" Tentu boleh sayang, dengan senang hati di tes langsung oleh om sayang" Lanjut Nagita, langsung kasih buku tulis ke Bagas
Bagas langsung nulis soal matematika, yang sudah diisi oleh Nagita dan minta Nagita isi ulang soal yang dikasih.Nagita dengan fokus mengisi soal yang diberikan oleh Bagas dengan fokus
" Sayang sudah selesai, alhamdulillah aku hafal dengan jawaban yang sudah aku isi sayang." Ucap Nagita langsung kasih buku tulisnya ke Bagas, untuk Bagas periksa jawabannya.
' Coba om periksa sekarang" Ucap Bagas penasaran, karena Nagita terlihat percaya diri sekali, Bagas dengan teliti periksa jawaban yang dikasih oleh Nagita, Bagas senyum bangga setelah membaca jawaban yang diberikan oleh Nagita.
" Kamu memang pantes mengembangkan pendidikan kamu sayang, saat om kerja siang kamu bimbel yah sayang, saat om pulang kerja akan periksa hasil bimbel kamu, kamu mau bimbel di rumah saja atau di tempat bimbelnya langsung?" Tanya Bagas, yang bersedia membiayai bimbelnya Nagita langsung
" Di tempat bimbelnya saja sayang, supaya aku punya banyak temen, dan aku dijemput sama siapa?" Tanya Nagita, yang tidak ingin banyak yang tahu dimana Nagita tinggal.
" Supir sayang, aku pastikan temen temen bimbel kamu bukan anak anak julid, jadi aman soal tempat tinggal kamu yah" Lanjut Bagas, menjamin rahasianya Nagita dari siapapun.
" Terimakasih sayang, aku tidak akan mengecewakan om sayang, aku akan mempertahan kan prestasi aku, supaya om selalu bangga ke aku" Lanjut Nagita langsung peluk Bagas, Nagita perlahan mulai nyaman didekat Bagas, walaupun Nagita sadar hubungannnya bersama Bagas,suatu saat akan berakhir tapi Nagita tidak bisa menghilangkan perasaan nyamannya begitu saja.
__ADS_1
" Istirahat yuk sayang, besok kan kita berangkat subuh, soalnya aku ada meating siangnya." Lanjut Bagas melepaskan pelukannya Nagita,dan ngajak Nagita untuk istirahat supaya besok bisa fresh karena tidur dengan cukup.