Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
kenapa pulang? merasa bersalah sudah mengabaikan suami kamu selama ini?


__ADS_3

Bagas langsung masuk kedalam kantornya, melihat Natasya yang sibuk periksa berkas berkas yang ada dimeja kerjanya.


" Lagi apa kamu Natasya?" Tanya Bagas merasa aneh melihat tingkahnya Natasya


" Sayang, maaf yah aku bosan yah sudah lihat lihat pekerjaan kamu saja sayang " Ucap Natasya langsung jalan menuju Bagas yang masih berdiri didepan pintu ruangannya.


" Bosan bukan berarti acak acak meja aku seperti itu sayang, kenapa pulang? merasa bersalah sudah mengabaikan suami kamu selama ini?" Tanya Bagas ketus, karena Natasya jarang pulang ke Indonesia karena lebih memilih pekerjaannya yang ada di luar negeri.


" Maaf sayang, aku pulang karena kamu sudah beberapa hari ini tidak memberikan kabar sama sekali, dan aku rindu dengan suami aku yang gandeng ini." Lanjut Natasya langsung peluk Bagas, dan mencium Bagas.


" Rindu? sekian lama kamu bilang rindu? tapi aku sama sekali tidak rindu dengan kamu, kalo rindu kamu seharusnya bisa meninggal kan pekerjaan kamu disana, dan tinggal di Indonesia bersama suami kamu selamanya.apa bisa meninggal kan pekerjaan kamu demi suami kamu? dan rasa rindu kamu bisa terobati?" Tanya Bagas dengan tegas, Bagas melepaskan pelukannya Natasya begitu saja.


" Aku tidak bisa sayang, banyak orang yang membutuhkan aku disana sayang, bukannya kamu setuju kita LDR menjalan kan pernikahan ini? aku ke Indonesia setiap liburan?" Tanya Natasya menatap heran melihat Bagas, kenapa sudah mempermasalah kan pekerjaannya sekian lama

__ADS_1


" Memang awalnya setuju, tapi lama kelamaan aku keberatan, mana ada pernikahan seperti ini? mau kapan kita punya anak? mau kapan rumah tangga kita utuh?" Tanya Bagas, yang sudah lelah menjalani rumah tangga yang tidak ada komunikasi, kontak fisik, dan masa depan pun tidak jelas seperti ini.


" Tolong sayang, jangan bahas soal anak sayang, aku masih belum siap untuk punya anak sayang." Lanjut Natasya sedih, karena Bagas membahas soal anak.


" Sudah lah, aku malas sekali melihat kamu pulang selalu seperti ini." Lanjut Bagas, yang langsung jalan menuju kursi kebesarannya.


Bagas berusaha memahami Natasya memprioritaskan karirnya, tapi lama kelamaan Bagas merasa kesepian, butuh juga kontak fisik bersama istri, romantis dan menjalan kan rumah tangga seperti orang lain juga. bukannya rumah tangga yang dijalani dengan LDR seperti ini.


Natasya yang melihat Bagas marah jadi sedih, berharap pulang ke Indonesia bisa saling kangen kangen, bukan seperti ini. Natasya melihat Bagas yang sibuk dengan pekerjaan nya ijin untuk pulang ke rumah, membiarkan Bagas bekerja dengan sibuk dan menunggu Bagas di rumah.


" Aku akan menunggu kedatangan kamu di rumah, kalo begitu permisi." Ucap Natasya pasrah, melihat sikapnya Bagas yang cuek dan tidak ngajak ngobrol Natasya dengan baik baik


Natasya dengan perasaan sedih mengalah untuk keluar dari ruangannya Bagas, membiarkan Bagas sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Dilain sisi, Nagita melihat apatemernya Eki sangat luas dan terlihat mewah, Nagita duduk di ruang tamu, melihat Eki berdiri di depan pintu masuk.


" Apa sebaiknya saya mundur yah om, saya tidak ingin di cap sebagai perebut suami orang om." Ucap Nagita merasa bersalah ke Natasya, karena Nagita sudah menjadi pengganti Natasya di kehidupannya Bagas.


" Jangan, karena kehadiran kamu membuat Bagas kembali bahagia, terlihat jelas sekali Nagita, Bagas menikmati kebersamaan dengan kamu kok, walaupun usia kalian beda lima belas tahun, tapi tidak masalah bagi Bagas, karena ada kamu sekarang Bagas bisa melupakan kesepiannya jauh dari istrinya." Ucap Eki terus terang, Eki tahu bagaimana kesepiannya Bagas selama ini.


" Tapi sampai kapan om, saya jadi simpanannya om Bagas? saya butuh kepastian om? walaupun saya masih sekolah tapi saya butuh masa depan yang jelas om. maaf kalo saya bahas soal ini, tapi saya juga manusia biasa om?" Tanya Nagita membahas nasipnya kedepannya bersama bagas.


" Iyah juga sih, baik lah akan saya bahas ke Bagas bagaimana nasipnya kamu di kehidupannya Bagas, seandainya Bagas ajak nikah kamu, apa kamu bersedia menjadi istri nya Bagas? ada ataupun adanya Natasya sebagai istrinya Bagas?" Tanya Eki serius, Eki tidak ingin Nagita merasa sedih yang terjebak didalam masalah rumah tangganya Bagas dan Natasya.


" Om Bagas harus mencerai kan Tante Natasya, jika mau melanjutkan hubungannya bersama saya. saya tidak ingin menjadi istri ke dua, dan semakin jadi bahan omongan jahat orang orang om. tolong tanyakan ini ke om Bagas, saya tidak bisa menjalan kan kehidupan digantung seperti ini terus." Lanjut Nagita terus terang, Nagita membutuhkan kepastian, membutuhkan suami halal dalam kehidupannya, dan tidak selamanya hidup dalam kebebasan.


" Baik lah, saya akan bahas ke Bagas, selama Natasya ada di Indonesia kamu akan tinggal di apartemen saya bersama ART saya, jika kamu butuh apa apa bilang saja, soal besok ke sekolah akan dikasih tahu Bagas enaknya bareng siapa, dan jangan telefon Bagas duluan biarkan Bagas yang hubungi kamu oke." Lanjut Eki yang akan turutin keinginan Nagita untuk sampaikan bagaimana kelanjutan hubungannya Bersama Nagita kedepannya.

__ADS_1


" Iyah om Eki, yah sudah saya ke kamar dulu, saya mau belajar untuk besok kan mulai masuk sekolah lagi." Lanjut Nagita berusaha santai, walaupun hatinya sedih, memikirkan nasipnya dikehidupannya Bagas.


Nagita langsung jalan menuju kamarnya Eki, untuk istirahat, sedangkan Eki pamit pulang dan minta ART nya untuk menjaga Nagita baik baik selama ada di apartemen nya


__ADS_2