Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Saya ingin kita bercerai, sekarang kamu bawa semua barang kamu


__ADS_3

Bagas menatap sinis kearah Natasya yang lagi menikmati sarapannya di ruangannya, Bagas sudah bawa surat perceraian untuk Natasya tanda tangani, membuat Natasya menatap kertas yang dibawa oleh Bagas.


" Kertas apa itu?" Tanya Natasya bingung melihat Bagas memberikan kertas untuk Natasya


"Saya ingin kita bercerai, sekarang kamu bawa semua barang kamu, dan kembali lah ke luar negeri untuk kamu semakin fokus menjalan kan karir kamu, kamu bisa tenang menjalan kan karir kamu, tanpa ada yang ganggu sama sekali, maaf jika saya mungkin kamu anggap sebagai penghalang kesuksesan kamu karena keinginan saya ingin memiliki anak" Ucap Bagas membelikan badan, malas sekali melihat wajahnya Natasya


" Apa bercerai? saya tidak ingin kita bercerai, kasih saya waktu beberapa tahun lagi baru kita fokus memikirkan punya anak, dan saya bisa seutuhnya jadi istri kamu? saya mohon jangan minta cerai," Tanya Natasya kaget dan langsung nangis mendengar keputusan Bagas yang minta cerai

__ADS_1


" Kasih waktu? sepertinya waktu lima tahun sudah cukup saya sabar menerima keinginan kamu, yang ingin fokus berkarir diluar negeri, saya sedih  tidak bisa memiliki anak sama sekali mengerti tidak kamu, dan malu setiap ditanya kenapa tidak memiliki anak dan membiarkan istri kerja diluar negeri, bahkan saya ditawarkan poligami supaya punya anak dan punya istri yang bisa mengurus suami, dan punya anak sendiri. bukan seperti ini. jadi keputusan saya sudah bulat, untuk menceraikan kamu, sekarang kamu pulang lah dan bawa semua barang barang kamu, saya pulang kerja tidak mau melihat kamu ada di rumah apa lagi barang barang kamu, jika masih ada di rumah saya akan paksa kamu keluar dari rumah say!" Bentak Bagas semakin emosi, karena Natasya masih tidak ingin merubah keputusannya


" Jahat kamu mas, baik lah jika itu mau kamu, jangan menyesal sudah minta cerai dari saya, walaupun sedih tapi saya tidak akan minta rujuk lagi, memangnya cuman kamu saja laki laki yang mau dengan saya, wanita sukses pasti banyak yang mau" Lanjut Natasya dengan sombongnya, Natasya tidak ingin diremehkan karena dicerai oleh Bagas.


" Bagus, kalo begitu silahkan pulang dan bawa semua barang barang kamu, tanpa sisa sama sekali di rumah saya, saya tidak ingin menyimpan barang barang perempuan yang tidak bisa bersyukur seperti kamu" Tegas Bagas, Bagas jalan  menuju meja kebesarannya


Bagas melihat Natasya siap siap untuk pulang, merasa lega karena sudah tidak ada lagi perempuan egois dirumahnya dan bisa fokus menjalankan hubungannya bersama Nagita, tanpa ada gangguan sama sekali

__ADS_1


Dilain sisi, Nagita melihat Mia dan Feni sama sama murung, membuat Nagita merasa tidak tega melihatnya melihat kedua temennya sedih masih pagi.


" Kalian kenapa? kompak sekali sedihnya?" Tanya Nagita peduli melihat temennya terlihat lagi sedih


" Pergi sana bukan urusan lo, tidak usah sok peduli karena gue tidak butuh sama sekali" Ucap Feni kesal, karena Nagita dianggap cari perhatian ke Feni


" Kita bukan temen lo lagi, jadi tidak usah sok baik ke gue dan Feni, pergi sana tidak usah cari perhatian ke kita karena kita tidak butuh sama sekali." Ucap Mia dengan sombongnya

__ADS_1


" Baik lah" Lanjut Nagita berusaha cuek, walaupun Mia dan Feni seenaknya tapi Nagita masih peduli dengan Mia dan Feni mau bagaimana pun mereka temen sekelas


__ADS_2